Tampilkan postingan dengan label Tokoh Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Masyarakat. Tampilkan semua postingan

4/27/2022

Profil Bulan Ini : Didi Kempot

Sewu Siji, Album Didi Kempot

Nama Panggung : Didi Kempot
Nama Asli: Didik Prasetyo Bin Suharanto
Orangtua : Edi Suharanto (Ranto Gudel)
Saudara : Mamiek Prakoso (Kakak), Sentot Selino (Kakak) & Eko Gudel (Adik)
TTL : 31 Desember 1966 di Surakarta, Jawa Tengah
Wafat : 5 Mei 2020 di Ngawi, Jawa Timur
Penyebab Kematian : Asma (Sesak Nafas)
Pasangan Hidup : Yan Vellia & Hj. Saputri
Grup Musik : Kempot Band (1989-1993), Batara Group (1995-1996) & Lare Jawi (2008-2020)
Anak : 3 Orang
Pekerjaan : Seniman (1989-2020)

Diskografi Kaset & CD :

"We Cen Yu" bersama Batara Group Feat. Mamiek Prakoso (1991/1992)
"Bungkus Saja" produksi Musica Studio (1993/1994)
"Layang Kangen" bersama Batara Group (1995) *
"Angin Paramaribo" (1995)
"Kenyo Suriname" bersama Perry Van Pengging (1996) *
"Lali" (1996) *
"Sewu Siji" (1997) *
"Adjoema" Duet Artoetiantie (1997) *
"Hello Sayang" Duet Dany Pelo (1998) *
"Joko Lelur" bersama Sentot Kempot (1999) *
"Stasiun Balapan" produksi Dasa Studio & Lokananta (1999)
"Plong" produksi IMC Record (2000)
"Aku Dudu Rojo" produksi Kusuma Recording (2000)
"Lingso Tresno" produksi IMC Record (2001)
"Kopi Lampung" produksi Blackboard IND (2002)
"Poko'e Melu" Duet Yan Vellia (2002)
"Cucak Rowo" produksi IMC Record (2003)
"Album Emas" bersama Sentot Kempot (2003)
"Cidro" produksi Dasa Studio (2004)
"Ono Opo Awakmu" produksi Musica Studio (2005)
"Cuilan Teng" produksi IMC Record (2005)
"Burungku Flu" produksi IMC Record (2006)
"Hotel Malioboro" produksi EMI Music Indonesia (2007)
"Parang Tritis" produksi IMC Record/Dasa Studio (2008)
"Prawan Kalimantan" Duet Yan Vellia (2010)
"Banyu Langit" (2017)
"Pamer Bojo" (2018)
"Ambyar" (2019)
"Ojo Mudik" (2020)

1/26/2022

SERING KAWIN CERAI, VICKY PRASETYO DISEBUT BAJINGAN OLEH GUS NUR

Hendrianto Bin Hermanto
 
Vicky Prasetyo, bukan sosok asing di dunia penuh kebohongan dan kepalsuan (Dunia Selebritas).
 
Tingkahnya yang diluar nalar sebagai selebritis membuatnya dicap sebagai "Manusia Paling Kontroversial Se-Indonesia" oleh sebagian netizen.
Kelakuannya yang kadang kala lucu dan menyebalkan jadi bahan komentar dan rujukan pelajaran sosiologi. 
 
Tingkah dan polah pria bernama asli Hendrianto Prasetyo ini jadi sorotan lagi karena harus berpisah dengan wanita yang mendampingi hidupnya.
Memang jelas, Vicky Prasetyo dikenal playboy tingkat dewa dan pembual kelas wahid. 
 
Namun, terlepas dari semua tudingan dan tuduhan itu' Vicky Prasetyo tetaplah pribadi yang religius lantaran dulunya pernah mengenyam pendidikan di pesantren.
Kelakuan aneh Vicky Prasetyo jadi bahan gunjingan, terutama dari seorang ustad bernama Sugik Nur Raharja alias Gus Nur.
 
Gus Nur menganggap Vicky Prasetyo telah mencoreng nama baik keluarga dan alumninya selaku santri ponpes.
 
Secara verbal Gus Nur menyebut Vicky Prasetyo dengan sebutan bajingan. Kenapa Gus Nur berkata demikian ?
 
Gus Nur amat menyayangkan perilaku buruk Vicky Prasetyo di depan publik, walau semua sudah memaklumi bahwa watak pria asal Cikarang itu agak sengklek.
"Vicky Prasetyo itu akhlaq-nya tidak mencerminkan seorang santri, dia gagal membina keluarganya terutama istrinya" kata Gus Nur dalam wawancara via Whatsapp.
 
Namun, bukan Vicky Prasetyo namanya kalau tidak bisa mengelak dari nyinyiran ustad karbitan macam Gus Nur.
Nabella Gabrella, adik bungsu Vicky Prasetyo menyebut Gus Nur bukanlah seorang ustad' melainkan seorang provokator yang haus popularitas.
 
"Dia itu jualan madu, biar madu-nya laku keras' dia ikut campur urusan orang supaya dagangannya bisa dikenal" kata Nabella Gabrella.
Bagi Nabella, kakaknya memang punya perilaku yang tidak mencerminkan seorang santri' tapi itulah keistimewaan yang ada di dalam diri Vicky Prasetyo.
"Seburuk-buruk ahlaq beliau, beliau itu tetap abang saya yang mengayomi adik-adiknya" ujar Nabella Gabrella.
 
Nabella Gabrella mengatakan bahwa "Seorang ustad itu harusnya jadi contoh yang baik buat masyarakat, jangan menyesatkan begitu perkataannya' itu mah sama aja mengkafirkan sesama muslim yang kagak sepemikiran dengan isi otaknya".
 
Gus Nur memang dulunya dikenal sebagai tukang debus, dia mengaku masih punya ilmu kebal yang membuat dirinya sakti mandra guna.
"Kalau sampeyan mau menghabisi saya, percuya !" kata Gus Nur dengan sombongnya.
"Saya ini ahli debus, saya bisa saja mematahkan tukang Vicky Prasetyo hanya dalam waktu 2 detik saja' tapi kalau mau disambung tulangnya bawa saja ke Sangkalputung" kelakar Gus Nur.
 
Vicky Prasetyo sudah 24 kali menikah, beberapa diantaranya secara siri dan hanya sekali secara sah menurut data KUA Bekasi.
 
"Vicky Prasetyo itu buas, lebih buas daripada binatang... Vicky Prasetyo itu Bajingan' dia melecehkan martabat perempuan, mempermainkan perempuan dan mengincar harta bendanya' intinya dia itu banyak maunya" ujar Gus Nur.
 
"Sekali lagi, tolong... Tobat dong' malu sama Allah SWT dan Rasulullah SAW' tirulah akhlaq beliau dalam berumah tangga' kan adem ayem" lanjut Gus Nur.
 
"Saya ndak masalah soal popularitasnya dia, tapi yang saya permasalahkan itu ahlaqnya perlu disetting ulang biar gak ketularan virus-virus jahat" ujar Gus Nur.
 
"Mbok yo eling toh, sampeyan itu dikasih anugrah dari Allah SWT harusnya dipelihara dan dijaga sebaik-baiknya' eh... Malah disia-siakan begitu, kan mubazir tuh" lanjut kata Gus Nur.
Vicky Prasetyo memang bebal dan tidak mau mendengar kata orang, ia tetap teguh dengan pendiriannya sebagai lelaki.
 
*****

6/13/2021

Haikal Hassan Golden Ways, Acara Metro TV yang batal mengudara

Mau diakui atau tidak, Haikal Hassan Al Barras adalah tokoh sentral di balik tumbangnya kekuasaan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dalam aksi 2 Desember 2016 silam. Haikal sebetulnya bukanlah ulama tulen, dia hanya seorang motivator bisnis yang karirnya tamat akibat gagal mendapat kontrak dari stasiun televisi. 

Haikal mengakui dirinya memang bukan ulama dia memang tidak khatam mengaji dan menjadikan agama sebagai bisnis yang menggiurkan dan menguntungkan. Lihat saja, sukses menggiring Basuki Tjahaja Purnama ke jeruji besi membuatnya mendapat hibah satu unit motor Harley Davidson American Pride berwarna putih.

Tidak tanggung-tanggung, kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI saat itu membuat namanya meroket dan banjir tawaran berceramah setiap harinya. Dia dikenal bermulut manis dan tidak segan-segan bermain logika terbalik untuk mengalahkan lawan debatnya. 

Kehebatan Haikal Hassan dalam berpidato diakui keluarganya mengingat ia sering berpidato di kamar mandi untuk melatih mentalnya di depan pendengar. Pria kelahiran 21 Oktober 1968 ini memang dikenal sebagai salah satu anggota Syiah di masa mudanya. 

Ia mengakui masuk Syiah saat awal era 90an, tepatnya tahun 1992 dimana pada saat itu ia bingung mau jadi jama'ah mana saat hendak belajar agama. Tidak tanggung-tanggung, suatu kelompok jama'ah berpaham Syiah menariknya bergabung sebagai anggota. 

Saat itu kelompok Syiah yang anggotanya masih sedikit itu butuh seorang pembicara yang hebat untuk mewakili kelompok tersebut. Dan Haikal ditunjuk sebagai pembicara, kemampuan pidatonya mampu membius jama'ah Syiah dan memantapkannya sebagai Penguasa Podium Pidato.  

Namun, ia tidak lama bergabung dengan kelompok jama'ah Syiah karena merasa jijik dengan praktek Kawin Mut'ah atau Kawin Kontrak. Sebelum menikah dengan istri yang sekarang, Haikal Hassan pernah menikah secara siri dengan gadis berusia 16 Tahun yang merupakan anak sahabatnya di komunitas Jama'ah Syiah.

Belum sempat berhubungan intim layaknya pengantin baru, Haikal Hassan yang waktu itu masih sibuk kuliah di ITB Bandung merasa dirinya seperti binatang jalang yang hanya menikmati pernikahan dengan durasi pendek. Menurut surat perjanjian, ia hanya boleh menikah 4 bulan saja. Dan setelah bulan keempat, Haikal Hassan bercerai dengan gadis berusia 16 tahun itu. 

Haikal Hassan menikah lagi dan kali ini secara resmi pada akhir era 90an pasca bergulirnya Reformasi dimana Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Haikal Hassan kini dikaruniai 2 orang anak dari istrinya yang sekarang. 

Haikal memulai sepak terjangnya sebagai motivator dan berhasil mengikat banyak massa untuk menjadi pengikut setianya. Sayangnya karir Haikal Hassan sebagai motivator harus meredup akibat gagal mendapat kontrak eksklusif dari stasiun televisi Metro TV akibat ketidakmauan produser untuk memperpanjang kontraknya lebih lama. 

Pertama kali memberi motivasi di stasiun televisi terjadi pada tahun 2008 lalu, ia sempat menyempatkan diri untuk mengisi kultum bulan ramadhan. Ia syuting 30 episode, sesuai dengan jumlah hari dalam bulan ramadhan. Meski sukses mendapat bayaran, sayangnya rating acara kultum bulan ramadhan di Metro TV tidak mampu menaikkan rating siaran karena saat itu orang lebih suka menonton sinetron menjelang berbuka puasa daripada mendengar kultum. 

Produser acara tersebut sebetulnya punya rencana jangka panjang untuk Haikal Hassan agar nanti setelah Idul Fitri ia dibuatkan program khusus yang diberi judul "Haikal Hassan Golden Ways". Sayangnya acara tersebut malah batal dan motivator utama dalam acara tersebut bukan Haikal Hassan. Melainkan motivator lulusan University of Chicago yaitu Mario Teguh. 

Alasan kenapa Metro TV tidak jadi memperpanjang kontrak Haikal Hassan, karena itu dilihat dari rating acara kultum di bulan Ramadhan waktu itu. Kendati demikian, acara "Golden Ways" tetap berjalan tanpa Haikal Hassan. Bahkan Metro TV sudah mempersiapkan pesangon yang jumlahnya cuma 25% dari rencana dalam kontrak. 

Entoh, acara "Golden Ways" yang dibawakan Mario Teguh sukses selama beberapa tahun hingga tamat pada tahun 2015. Atas kekecewaannya terhadap Metro TV' Haikal Hassan menulis sebuah buku yang berisi motivasi-motivasi dengan judul "Membentuk Keluarga Sakinah". Buku ini diluncurkan pada tahun 2015 ketika memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia.

*****


8/20/2020

KESAMAAN NELLA KHARISMA DENGAN IDA ROYANI

 Foto : Cak Maliq & Nella Kharisma (Waktu Masih Serumah) Tahun 2015

Setiap tahun musisi-musisi dangdut bermunculan, seolah tiada henti-hentinya musik dangdut diklaim paling subur dalam menghasilkan banyak penyanyi.


Tidak sedikit yang berhasil menggapai ketenaran, tidak sedikit pula yang gagal meraih kesuksesan. Patah tumbuh hilang berganti, tidak ada satu pun yang konsisten untuk bertahan di dunia musik dangdut.

Kadang banyak penyanyi dangdut yang karirnya meredup cepat akibat masalah pribadi. Mulai dari sepi job, kontrak rekaman yang kadaluarsa dan jeratan kasus hukum yang menimpa akibat buaian popularitas.

Masa lalu dan masa kini memang berbeda namun memiliki kesamaan yang tidak sedikit. Tak jarang kita menjumpai penyanyi dangdut yang memiliki karakteristik serupa dengan penyanyi dangdut di masa lalu.

Penyanyi dangdut masa kini tidak mesti memiliki ciri khas yang permanen. Kadang mereka juga memiliki kesamaan seperti yang dulu pernah populer.

Contohnya saja Nella Kharisma, meski bertampang kekinian namun ada karakteristik yang sama dengan penyanyi di masa lampau. Ada yang bilang bahwa Nella Kharisma memiliki karakter vokal mirip dengan Ida Royani, mantan pasangan duet Benyamin S.

Karakter vokal Nella Kharisma jelas hampir serupa dengan Ida Royani lantaran sama-sama halus. Ditambah pesona kecantikannya memiliki nilai jual yang tinggi.

Bisa dibilang Nella Karisma itu merupakan titisan Ida Royani yang hidup di zaman millenial. Karena memang seperti yang sudah-sudah, Nella Karisma justru tidak mengandalkan tenaga yang banyak seperti penyanyi pada umumnya. 

Gaya bernyanyinya tidak dibuat-buat apalagi penuh sandiwara, dia bernyanyi dengan caranya sendiri meski terkesan hampir mendekati Ida Royani.

Dari segi fashion, Nella Kharisma memang dikenal modis dan menjadi patokan bagi penyanyi-penyanyi era kini. Itu pun tidak jauh berbeda dengan Ida Royani yang juga pernah dikenal sebagai selebritis termodis di era 70an.

Banyak penggemar dan lagunya laris, itulah kesamaan Nella Kharisma dengan Ida Royani. Beberapa kali Nella Kharisma pernah menjalani prosesi pengambilan gambar untuk arsip media-media massa. Fotonya jadi koleksi dan bertebaran di dunia maya.

Ida Royani juga begitu, di masa jayanya ia merupakan penyanyi paling gress dengan foto-fotonya yang bertebaran di majalah dan koran.

8/14/2020

ISLAM KEBABLASAN ala NOVEL BAMUKMIN

Foto : Habib Novel Bamukmin

Di mana pun setiap ketemu orang keturunan Arab dari sudut artistik, Novel Bamukmin biasanya segera pasang aksi dan minta dipotret. 


Apalagi kalau pas Umroh ke Mekkah-Madinah, ketemu masjid-masjid tua dengan lengkung jendela dan pintu yang klasik. Dia lalu mengibaskan rambutnya yang lebat tapi pendek, merentangkan tangan dan minta difoto.

Begitu pun saat tanggal 21 Februari 2019 kemarin syuting film propaganda untuk kampanye “AKSI BELA ISLAM", Dari jendela rumah peternak onta liar, Novel Bamukmin langsung action. 


Gayanya selalu gitu-gitu aja, Sok Alim dan Sok Beriman

Mentang-mentang murid kesayangan Habib Rizieq Shihab, berkumis, berjenggot, tampang khas Hadramaut dan fasih ngoceh bahasa Arab logat Petamburan

Terus kedua tangannya telentang. Kayak patung Selamat Datang atau mungkin mirip patung Latta dan Uzza yang disembah Abu Jahal, “Allah SWT Memberkati”.

Saya sebagai seorang fotographer amatir ya nurut-nurut saja melayani Ketua PA 212 nya yang agamis ini. Jeprat-jepret merekam berbagai gaya Ustadz imitasi ini. Paling banter nya, saya cuma ngeledek, “Masya Allah, antum ini jadi orang Islam udah lumayan kebablasan.”


Dia segera menyahut,”Bangsat Ente...
Lalu kami bercanda lagi, Kerja lagi dan Beribadah lagi. 
Dan lantas terus-terusan akan memperistiwakan agama dan spiritualitas sebagai “Yang Sehari-hari Dilakukan”.

Ternyata, memang tidak gampang beragama yang konsisten dan penuh integritas. Nyatanya Novel Bamukmin masih selalu ngebet pengen kayak guru spiritualnya, Habib Rizieq Shihab. Harusnya ente jadi orang biasa-biasa aja, kagak usah jadi manusia termulia sekelas Habib Alawiyah.  


Orang-orang udah pada tahu ente ntuh Habib Gadungan yang terlahir dari keturunan non Alawiyah.


Muke Gile Ente, Novel Bamukmin (Habib Palsu)


Quotes : Butet Kertaredjasa
Diedit : Joko Lelur Kemul Sarung
Sumber : Kru Produksi Film "Aksi Bela Islam"

8/01/2020

Profil Bulan Ini : Safira Inema, Antara Jadi Seniman & Cita Cita Menjadi Pegawai

Foto : Safira Nilam Ariani

Ternyata ini nama asli pedangdut dari Tulungagung yang kini berkarir di Blitar itu !

Safira Inema, umurnya masih 19 tahun memiliki perawakan kurus nan mungil. Namun memiliki bakat yang tidak dimiliki oleh gadis-gadis remaja seusianya. Bakat itu adalah menyanyi, hebatnya dia adalah alumni sekolah kejuruan akuntasi yang artinya otaknya encer seperti Albert Enstein.

Di kelasnya, Safira dikenal cerdas dan berwawasan luas. Di mata para guru, Safira dikenal sebagai ahli berhitung yang tiada duanya karena itu dia mendapat predikat sebagai "Kalkulator Hidup".
Bukan cuma sebagai ahli berhitung, dia ternyata punya nilai jual sebagai generasi emas masa depan bangsa. 

Tak ayal, Safira bukan cuma mahir di bidang akuntansi tapi juga di bidang seni. Walau seni kini jadi mata pencaharian baru selain dunia hitung menghitung, tapi belum tentu ia akan tergiur untuk menjadi selebritis. Baginya, berkarir sebagai pegawai adalah impiannya sejak lama dan keinginannya itu di dukung total oleh orang tuanya.

Kita tahu sendiri si cantik Safira Inema memang berbakat dalam hal seni ditambah ia merupakan tulang punggung keluarga serta kebanggaan teman-temannya.
Kita dukung dia jadi salah satu diantara banyaknya anak-anak hebat yang menjadi bagian dari generasi emas bangsa Indonesia.

Safira Inema lebih sering muncul di panggung-panggung konser yang belakangan melambungkan namanya. Berkarir sejak tahun 2017 dan menanjak ke dunia rekaman sejak 2019 kemarin, gadis mungil satu ini berhasil merebut hati penggemar musik Indonesia lewat single "Cinta Sesaat" yang dirilis September 2019 lalu.

Alhasil pamornya mencuat dan namanya disejajarkan dengan Irene Ghea, Vita Alvia dan Syahiba Saufa yang terlebih dulu tenar. Meski bertubuh mungil, karakter suara Safira Inema cenderung seperti wanita dewasa yang terbilang halus. Kita boleh saja berharap dia lebih lama berkarir di dunia seni' akan tetapi cita-citanya menjadi pegawai tentu tidak boleh dilupakan.

Itu artinya suatu saat dia akan pensiun dini dari dunia seni, apabila diterima sebagai pegawai tetapi tentu para penggemar merasa kehilangan lantaran potensi besarnya untuk jadi superstar harus urung karena idealisme.

Mungkin kita tidak akan menyaksikan penampilannya lagi di panggung dan mendengarkan lagunya lagi di radio seusai pensiun dari dunia seni.

Tapi, karya-karyamu dan juga senyuman manismu akan selalu di ingat oleh para penggemar.
Salam Sukses Buat Safira Inema aka Safira Nilam Ariani...

== Identitas Lengkap ==

Nama Panggung : Safira Inema
Nama Asli : Safira Nilam Ariani
TTL : Tulungagung, 8 Januari 2001 (Usia 19 Tahun)
Riwayat Pendidikan : SMK N 1 Rejotangan, Jurusan Akuntansi
Debut : 2017

5/30/2020

Kartika Berliana Menikah Diam-Diam Sejak 2019, Sekarang Sudah Punya Anak

Foto : Kartika Berliana Tjakradidjaja 

Kartika Berliana baru-baru ini menghebohkan publik, tidak ada kabar apa pun tahu-tahu sudah melahirkan seorang anak perempuan. Diketahui, anak perempuannya itu diberi nama "Genesis" dan bayi tersebut diduga merupakan anak kandung model pria ternama, Gillan Pangalila. 

Perlu Diketahui Bahwa Gillan Pangalila masih berstatus "Pacar" Kartika Berliana, tetapi setelah foto bayi perempuan berhashtag "Genesis" itu muncul banyak respon negatif mengenai status Ibu dari anak tersebut. Secara de facto memang kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. 

Terkuaknya hubungan spesial antara Gillan Pangalila dengan Kartika Berliana menemui titik terang, hal ini dibenarkan oleh pernyataan keluarga bahwa artis cantik itu sudah menikah diam-diam tanpa pemberitahuan kepada publik. 

Tidak habis pikir bahwa Kartika Berliana merahasiakan pernikahannya itu dengan Gillan Pangalila. Sebab, mereka diketahui sudah menjalin hubungan sejak tahun 2017 silam dan telah mengikat janji sehidup semati secara rahasia pada tahun 2019 kemarin. 

Kartika Berliana memulai karir sebagai seorang sales dealer mobil dan menjajaki dunia modelling. Kemudian ia terpilih mewakili DKI Jakarta dalam ajang Puteri Indonesia 2013 silam, meski tidak menyabet gelar juara' namun karirnya menanjak seiring berjalannya waktu. 

Karir moncer membuat Kartika Berliana didapuk sebagai pembawa acara olahraga di stasiun televisi ANTV, acara olahraga yang dipandunya pertama kali adalah Lensa Olahraga bersama Asyifa Latief. Bahkan di tahun yang sama ia dipercaya memandu siaran langsung Piala Dunia 2014. 

Sumber : NN

5/13/2020

Profil Bulan Ini : Ophi Cah Tegal (Penyanyi Rap Dari Tegal)

 Foto : Ophi Cah Tegal

Siapa yang tidak kenal dengan sosok penyanyi kocak ini ?
Dia adalah Ophi Cah Tegal, penyanyi lagu rap berbahasa jawa pantura khususnya Tegal.
Karir sang rapper dimulai pada tahun 2005 di Desa Gembong, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal lewat sebuah studio mini di rumahnya yang beralamat di Jln. Kleben RT.04/RW.01 kawasan sebelah timur Kali Gung. 

Pria bernama asli Asrofi ini lahir pada tanggal 19 Maret 1981, merupakan lulusan/alumnus SMA N 1 Pangkah Jurusan IPA tahun 2002, semasa muda dulu ia hidup sebagai sosok yang serba ingin tahun terutama dalam dunia teknologi komunikasi. 

Ia meniti karir di Ibukota Jakarta selama 5 tahun sebelum akhirnya pulang ke Tegal, jauh sebelum terkenal sebagai sosok yang berpengaruh' Ophi pernah bekerja di sebuah perusahaan rumah produksi sinetron sebagai ahli video. Kebetulan saat itu ia sedang menggarap sebuah sinetron yang kebetulan dibintangi oleh aktor muda Tommy Kurniawan. 

Pulang ke Tegal ia membuka jasa foto keliling untuk acara hajatan pernikahan/khitanan di kampungnya untuk menyambung hidup hingga kini. Tidak hanya itu Ophi juga membuka studio edit video dan menerima jasa rekam video untuk berbagai macam event.

Tempat usahanya bernama OPHI Studio yang berjasa membesarkan beberapa grup musik indie di Tegal untuk dibuatkan video clip. Salah grup musik satu finalis Gudang Garam Rockstar 2012 dari Tegal, SeeMs LiKe IdiOt pernah dibuatkan video clip oleh Ophi diantaranya Cahaya, Araban 3 dan Tua Tua Keladi. 

Soal karir musiknya, Ophi memang cenderung punya idealisme yang matang ditambah kualitas musiknya semakin bermutu dengan dukungan perkembangan teknologi. Lagu Rap pertamanya adalah Luruh Ilmu yang direkam pada tahun 2005 silam. Tetapi uniknya lagu tersebut baru tenar setelah lagu kontroversialnya terlebih dahulu booming yaitu Balik Jakartanan.

Balik Jakartanan merupakan lagu rap yang menceritakan tentang seorang perantau dari kampung yang baru saja mudik dengan membawa sikap sombong terhadap kawan-kawan masa kecilnya atas prestasi kerjanya selama di Ibukota Jakarta. Lirik lagu yang memakai bahasa Tegal ini terdengar kasar dan unik karena berbentuk bait pantun modern. 

Tidak hanya lagunya yang mendadak viral di zaman itu, video clipnya juga sempat muncul di youtube pada awal tahun 2006 sebelum akhirnya hilang dan kembali muncul pada tahun 2015 silam setelah diupload oleh seseorang. 

Munculnya lagu rap berbahasa Tegal ini akhirnya terdengar oleh TKI dari Tegal yang sedang merantau di negeri seberang tepatnya Brunei Darussalam. Liriknya yang penuh kejujuran dan kepolosan khas orang Pantura ini sempat dikomentari negatif karena dianggap mempermalukan masyarakat Tegal dan sekitarnya. 

Namun, TKI asal Tegal yang merantau di Brunei Darussalam itu merespon lagu tersebut dengan ucapa selamat dan sukses karena lirik lagunya bisa menjadi sentilan bagi kaum perantau lainnya yang kerap pulang kampung sambil pamer. 

Percaya atau tidak, Ophi memang bukan orang yang tidak suka melakukan hal-hal kontroversial tetapi dia ingin terlihat jujur karena kejujuran adalah prinsip orang Tegal. Mungkin kita harus sadar bahwa Ophi hadir dalam kehidupan kita untuk menunjukkan rasa rindu terhadap kampung halaman lewat lagu-lagunya yang penuh dinamika seni. 

== SELESAI ==


5/06/2020

Profil Bulan Ini : Vicky Prasetyo (Vokalis Grup Musik K.U.D.E.T.A. 777)


Foto : Vicky Prasetyo Tahun 2011

Nama : Vicky Hendrianto Bin Hermanto Prasetyo
Alias : Vicky Prasetyo, Hendrik, Erik, Helis, Vicky Hendrianto
TTL : 18 April 1983 di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat
Pekerjaan : Musisi, Ketua Ormas, Pengusaha & Pembawa Acara Televisi
Orang Tua : Hermanto Prasetyo (Ayah Kandung) & Emma Fauziah (Ibu Kandung)
Saudara/Saudari : Nabella Gabrella (Adik Perempuan) & Herbowo (Adik Laki-Laki)
Artis Favorit : Burgerkill
Riwayat Pendidikan : Pondok Pesantren Assyafi'iyah, Pondok Gede, Bekasi (2002-2005)
Riwayat Akademik : SMA N 2 Cikarang Utara Jurusan IPS (1999-2002)
Almamater : Universitas Krisnadwipayana

Vokalis Grup Musik Metal K.U.D.E.T.A. 777, Vicky Prasetyo memulai karirnya sebagai artis saat baru bebas dari penjara atas tuduhan pemalsuan Surat Tanah senilai 1 Miliar.
Saat itu Vicky Prasetyo berusia 31 tahun ketika memulai petualangannya sebagai artis dan meniti karir sebagai pembawa acara sekaligus mendirikan restoran cepat saji di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur dengan nama WAROENG KUDETA.

Pria lulusan SMA N 2 Cikarang Utara dan Ponpes Assyafi'iyah Bekasi ini mengaku belum terlambat memulai karirnya sebagai artis. Ia mengaku beruntung masih diberi kesehatan dan itu yang mendorongnya untuk jadi artis. Di usianya yang menginjak 37 tahun, tepat tanggal 18 April 2020 nanti ia berharap bisa terus kuat dan perkasa melewati banyak cobaan.

Berliku-liku kehidupan pribadinya mulai dari terusir dari rumah akibat ulah ayahnya yang gemar mabuk-mabukan, menjadi Ketua LSM lewat membayar upeti, mencalonkan diri sebagai Kepala Desa lalu kalah pemilihan sehingga kabur ke Singapura dan hubungan asmaranya yang hanya seumur jagung dengan beberapa wanita.

Dibalik sosoknya yang kontroversial dan sok tahu itu, Vicky Prasetyo dikenal ahli ibadah dan ahli tafsir. Meski pernah belajar agama sampai tuntas, tetapi Vicky Prasetyo tidak punya keinginan menjadi ulama. Bagi dia, menjadi ulama itu lebih berat daripada jadi artis. Karena ulama adalah contoh gamblang dalam berpenampilan dan bersikap terhadap sesama bila dibandingkan menjadi artis yang hanya sekedar dicontoh gayanya saja.

Kalau dipikir-pikir, Vicky Prasetyo akan pusing bila ditawari jadi guru agama karena ia merasa ilmunya belum cukup. Tapi, kealiman yang dimiliki Vicky Prasetyo sengaja ditutupi dengan sikapnya yang gila dan aneh. Cuma itu semua sekedar sandiwara belaka yang ia rancang sendiri agar tidak berlagak sombong layaknya penjual ayat dan penyamun jabatan.

Sebagai seorang artis, Vicky Prasetyo juga seorang pebisnis yang handal. Ia mendirikan restoran dan cafe di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur dan Cikarang, Bekasi sebagai sumber nafkah bagi seluruh anggota keluarganya. Ia pun turut mendirikan sebuah komunitas pecinta musik yang kerap beraksi tiap minggu.

Berhubung ada wabah virus yang sedang melanda belakangan ini, aktivitas komunitas miliknya diliburkan setelah mendapat himbauan dari pemerintah. Tidak hanya itu, Vicky Prasetyo juga punya bisnis lain yaitu rumah kontrakan di kawasan Kotamadya Bekasi yang dikelola oleh adik-adiknya dan ibunya, Emma Fauziah.

(Selesai)

10/12/2017

Aida Gonzalez : Jadi Penyanyi Berawal Dari Lomba Mewakili Sekolah

Foto : Aida Gonzalez, 2014

Apa yang terlintas didalam pikiran anda jika mengenal penyanyi gaek ini ?
Tentu anda pasti mengenal sosok biduan dangdut asal Desa Tengki, Kec. Brebes, Kab. Brebes ini yang populer karena aksi-aksi menegangkannya di atas panggung.

Ya... itulah profesionalitas dari seorang seniman yang sedang terkenal saat ini, Aida Gonzalez itulah namanya yang memulai karir bermusik ketika mengikuti lomba nyanyi mewakili sekolahnya.
Cerita dimulai pada tahun 2010 saat ia masih berusia 16 Tahun, ia ditunjuk oleh guru seninya untuk mewakili sekolahnya di ajang lomba nyanyi tingkat kabupaten dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Brebes 2010.

Dia masuk kategori penyanyi yang melantunkan lagu dangdut, sementara peserta yang lain menyanyikan lagu Pop dan Rock. Kenapa pilih dangdut ? alasannya cukup jelas dan ringkas bahwa musik dangdut lebih laku daripada genre musik lain.

Penyanyi kelahiran 20 Juni 1993 ini mengaku tidak sengaja berkenalan dengan seorang promotor musik yang kebetulan merupakan pentolan orkes dangdut. Tertarik dengan bakatnya, promotor itu segera mengangkat Aida Gonzalez sebagai salah satu penyanyi dangdut yang masih menjalani proses pembelajaran.

Lama kelamaan malah bisa dan berhasil beradaptasi walaupun kadang kritik dan caci maki selalu mewarnai perjalanan hidupnya sebagai penyanyi dangdut. Tidak jarang dia kerap dituding sebagai biang kerusuhan ketika melakoni aksinya sebagai penyanyi hanya karena kerap berjoget erotis.
Alumni SMA PGRI BREBES ini dikenal suka bergaul dan suka melontarkan humor-humor khas-nya yang mencerminkan sifat aslinya sebagai sosok cerewet, bahkan sangking hebatnya dia melontarkan humor' dia pernah menjadi bulan-bulanan temannya saat hari ulang tahunnya tiba dengan proses pemecahan telur dan siraman tepung terigu yang dilakukan setelah pentas.

Wanita berzodiak Gemini ini terkenal suka bergaya nyetrik dan paling ganas diatas panggung, bahkan dia rela melakukan aksi berbahaya demi mendapat bayaran yang tidak sedikit. Dia pernah memanjat tiang panggung untuk memperoleh perhatian dari penonton hingga pernah mengalami suatu insiden paling memalukan yakni kemben melorot saat hendak bergoyang.
Penyanyi yang mengakhiri masa lajangnya sejak bulan September 2012 ini mulai dikenal luas sebagai penyanyi dangdut yang tergabung dalam kelompok duo yang diberi nama Duo Gempa.
Duo Gempa adalah duo penyanyi yang dikontrak oleh perusahaan rokok Apache untuk menjalani program promosi besar-besaran sejak 2012 sampai tahun 2014.

Kemudian Duo Gempa pun bubar dan Aida Gonzalez memilih bersolo karir sembari mengurus kehamilan anak pertamanya, bahkan selama masa kampanye Pemilu 2014 berlangsung ia pernah absen lantaran kondisi kehamilannya yang semakin tua. 

Lalu akhinya ia pun berhasil memiliki anak buah dari pernikahannya itu dan memilih cuti sembari mengasuh anaknya yang masih berwujud bayi mungil. Setahun kemudian, Aida Gonzalez merekam lagu dangdut pertamanya dengan judul "Simpanan-mu" dan diluncurkan pada akhir tahun 2015.

Karirnya melejit hingga kini lantaran ia selalu berada dilingkungan yang mendukung karirnya, ia memiliki banyak sahabat sesama penyanyi dangdut dan jarang memiliki musuh di dunia nyata maupun dunia maya.
Orkes dangdut yang pernah menggunakan jasanya paling sering adalah OM Prima Ega yang bermarkas di Jatibogor, Suradadi, Tegal.

Bahkan semenjak bergabung dengan OM Prima Ega, jumlah penggemarnya semakin banyak dan ia selalu menjadi andalan di setiap event-event musikal. Lucunya, ia kerap berduet dengan penyanyi dangdut yang kebetulan sama-sama dari ranah pantura diantaranya Desi Paraswati dari Larangan, Ellya Kadung dari Losari dan Suci Carrera dari Kalimati.

Kini hidupnya sudah sukses dan menjadi selebritis lokal yang tentu kehadirannya selalu ditunggu-tunggu, dengan harapan suatu hari nanti bisa merengkuh kejayaan seperti halnya penyanyi-penyanyi dangdut kebanyakan.

== Biodata ==

Nama Lengkap : Nok Afrida
Nama Panggung : Aida Gonzalez
Tanggal Lahir : 20 Juni 1993
Tempat Tinggal : Ds. Tengki, Kec. Brebes, Kab. Brebes
Status : Kawin
Zodiak : Gemini
Profesi : Penyanyi
Jenis Musik : Dangdut
Afiliasi : OM Prima Ega, Jatibogor, Suradadi, Tegal


(Semoga Bermanfaat)



10/08/2017

Parto Tegal : Aktor Legendaris Dari Pantura

Gambar : Parto Tegal, Aktor film era 70an yang sempat bersinar

Suparto Prayitno atau biasa disebut sebagai Parto Tegal  (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 17 Agustus 1940 – meninggal di Desa Pepedan, Kec. Dukuhturi, Kab. Tegal, 27 April 1997 pada umur 56 tahun) adalah pemeran Indonesia.

Parto pertama kali main film pada tahun 1964 sebagai pemain pembantu. Kemudian menghilang dan aktif dalam sandiwara. Ia sering muncul di TV dalam pementasan-pementasan drama. Di awal tahun 1960-an pernah ikut group drama pimpinan W.S. Rendra. Selama berkarir di dunia seni peran, Parto kerap memerankan tokoh antagonis dan suka berkata kasar saat berdialog dalam adegan film yang dibintanginya.[b
Sehingga dijaman itu ia kerap jadi sasaran bully oleh penonton lantaran aktingnya yang galak dan mencerminkan watak orang Pantura' namun bagi Parto itu adalah sebuah kebenaran dan keputusan tepat lantaran selama menjadi aktor ia sulit mendapat peran yang bisa membersihkan nama baiknya dari dunia akting.

Bahkan ia kerap menjadi tokoh figuran dan tokoh sampingan untuk menyempurnakan adegan dalam film, bahkan dahulu ia pernah ditawari Arifin C. Noer untuk memerankan tokoh penting dalam penggarapan film propaganda G 30 S/PKI sebagai Syam Kamaruzzaman. Namun, ia sendiri membantah bahwa ia berani dibayar mahal demi proses penyempurnaan adegan film keji tersebut, akhirnya ia pun menolak secara tegas dan memilih bergabung dengan W.S. Rendra sebagai pemain teater yang katanya dekat dengan pihak oposisi di jaman Orde Baru.

Saat diwawancarai oleh media massa lokal saat usai menonton film terkutuk itu, Parto menganggap jika dirinya bergabung menjadi salah satu pemeran film Pengkhianatan & Penumpasan G 30 S/PKI' maka itu sama saja ia kembali menorehkan catatan hitam sebagai aktor yang selalu memerankan tokoh antagonis.

Parto menjalani masa tuanya di Tegal bersama istri dan anak-anaknya, ia mengaku sudah disingkirkan oleh aktor-aktris generasi baru yang kala itu sedang tenar-tenarnya bahkan Parto mengaku sering ditawari jadi pekerja bangunan untuk merampungkan kebutuhan tetangganya. Namun, sebagai seniman sejati' Parto juga kerap kali muncul di acara perayaan 17 Agustusan di Kota Tegal bersama sastrawan ternama sekelas Apito Lahire dan Lanang Setiawan.

Filmografi

1970 - 1979

1980


9/22/2014

EREN "KANGEN BAND" Pensiun ?

Gambar : Dokumentasi www.kapanlagi.com, 2009

Sebagian orang berkata bahwa menjadi artis merupakan impian yang menjanjikan kekayaan dan kejayaan.
Tetapi hal ini tidak berlaku bagi Erna Tri Suryani atau biasa disapa EREN.

Penyanyi asal Bandarlampung, Provinsi Lampung ini merupakan penyanyi latar dari sebuah grup musik kenamaan KANGEN BAND.
Suaranya yang lembut bagaikan sehelai sutra dari tiongkok ini memutuskan untuk PENSIUN dari dunia hiburan yang telah lama membesarkan namanya.

Dilansir lewat wawancara di stasiun radio yang nama stasiunnya dan gelombang frekuensinya dirahasiakan' EREN mengungkapkan kekesalannya terhadap management KANGEN BAND di masa kini.
Apalagi semenjak Mahesa Andika Pratama atau biasa disebut Andika KANGEN BAND dikeluarkan dari band berjenis musik POP MELAYU itu, EREN yang bertindak sebagai pihak penengah permasalahan tak sanggup menahan rasa kecewanya terhadap DODHY, sang pimpinan KANGEN BAND.

Bergabung dengan KANGEN BAND sejak tahun 2005, EREN memang menjadi duet vocal ANDIKA' dan ketika ANDIKA terseret kasus peredaran NARKOBA saat masih menjadi pedagang ES CENDOL dulu' EREN lah yang menjadi orang pertama yang menjenguk ANDIKA di rumah tahanan.

Dan berkat kata-kata halusnya, EREN berhasil meringankan hukuman ANDIKA yang semula Hukuman 5 Tahun Penjara menjadi 12 Bulan Penjara.
Dan ketika ANDIKA masih dipenjara didalam rumah tahanan, KANGEN BAND mengandalkan EREN sebagai vocalist sementara.
Terlebih saat KANGEN BAND berkibar lewat album "Tentang Aku, Kau dan Dia" yang sukses menembus angka penjualan diatas 600.000 Copy' EREN sempat memeluk ANDIKA yang merupakan sahabat karibnya sejak kecil sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME ata karunia dan rejeki yang mengalir.

Kejayaan KANGEN BAND tidak lama, terhitung sejak tahun 2007 - 2012' KANGEN BAND menjadi grup musik terlaris yang pernah mencicipi dunia hiburan tanah air.
Honor konsernya sempat naik dari tahun ke tahun semenjak lagu-lagunya yang menjadi trend baru memuncaki tangga lagu, namun alangkah kejamnya alam fana ini' ketika ANDIKA mulai terlibat kasus penculikan gadis dibawah umur pada tahun 2013 lalu.

EREN kembali menjadi jalur penengah permasalahan, ia sempat meminta kepada management agar ANDIKA tidak dicopot jabatannya sebagai Vocalist' namun karena ada kesalahan lain yang membuat daftar hitam ANDIKA semakin penuh, terpaksa management Positive Art mengeluarkan SK terkait ANDIKA sehingga dikeluarkanlah ANDIKA dari kubu KANGEN BAND.

EREN menilai bahwa management telah melakukan kesalahan fatal, dikeluarkannya ANDIKA membuat KANGEN BAND semakin lemah dan keuntungan semakin tidak mencukupi kehidupan masing-masing personilnya. Dalam sebuat wawancara eksklusif yang disiarkan langsung pada jam 22.30 WIB di stasiun radio yang dirahasiakan olehnya' EREN berkata bahwa dikeluarkannya ANDIKA dari KANGEN BAND merupakan puncak dari rasa benci Positive Art Entertainment atas kelakuan buruk andika selama menjadi vocalist KANGEN BAND.

PAE (Positive Art Entertainment) memang telah lama merencanakan perekrutan vocalist baru untuk menggantikan ANDIKA, dan ketika kejahatan ANDIKA memuncak' management memutuskan untuk membuang ANDIKA ke penjara akibat pelanggaran janjinya sendiri kepada management.

EREN tidak percaya bahwa semua kejadian yang di alami ANDIKA merupakan taktik politik yang keji, apalagi saat itu ANDIKA sedang mencoba lebih baik dari sebelumnya' ia telah melakukan hal-hal yang terbaik dan berguna. Rasa benci PAE terhadap ANDIKA muncul saat salah satu personil grup band lain yang masih satu management dengan KANGEN BAND melaporkan berita yang biasa saja tetapi dilebih-lebihkan.

EREN mengungkapkan bahwa sebenarnya ANDIKA telah mendirikan grup musik baru di Lampung sebagai saingan baru KANGEN BAND, grup musik baru tersebut bernama MAWLA BAND.
Dalam sebuah konser amal, MAWLA BAND ditunjuk sebagai grup musik pengiring dalam acara bertajuk sosial itu' hal ini justru diketahui salah satu personil band lain dan lantas melaporkannya ke PAE' sehingga sepulang konser dengan MAWLA BAND, ANDIKA ditegur oleh pimpinan PAE' dalam teguran itu tersirat kata-kata yang berbunyi negatif.

Kata-kata negatif itu berbuah pemecatan ANDIKA sebagai Vocalist, dipecatnya ANDIKA membuat KANGEN BAND dihadapkan dengan persoalan yang sepele namun berkepanjangan.
Yaitu popularitas, memang popularitas grup musik dari bumi WAY KAMBAS itu kian meredup akibat ulah ANDIKA.

EREN mengatakan bahwa jika dirinya memutuskan untuk PENSIUN dari dunia musik lantaran ketidakadilan management karena pemecatan ANDIKA, dalam sebuah dialog yang mengandung unsur RASISME ia mengatakan "KANGEN BAND yang baru tak lebih dari sekedar alat pemuas nafsu ANGKARA MURKA para KORUPTOR".

Ungkapan ini terkesan mengartikan bahwa EREN memang tak mau lagi berkecimpung dalam bisnis hiburan, karena dia pernah di PALAK oknum management PAE yang membuat dirinya harus pulang ke Lampung dengan membawa GAJI BUTA. Hal itu terjadi akibat rasa simpatiknya terhadap ANDIKA, walaupun ANDIKA sudah rusak dari sisi kerohaniannya' EREN tetap mendukung ANDIKA agar kelak ANDIKA bisa kembali meraih impiannya sejak lama dan menjadi orang yang baik terhadap sesama.

Dalam wawancaranya itu, EREN sempat mengeluarkan rahasia' ia mengatakan bahwa dirinya kini sudah menikah dengan seorang pemuda yang berprofesi sebagai POLISI yang berkantor di POLRES RESORT BANDAR LAMPUNG, dalam usahanya menikah' waktu itu ia sempat menjual salah satu SEPATU BOOTS yang sering ia pakai saat konser bersama KANGEN BAND demi membiayai pernikahannya.

Alangkah merananya nasib EREN saat ini, ia sekarang jarang mendapat panggilan untuk mengisi acara sebagai penyanyi' menurutnya, ia kalah bersaing dengan penyanyi dangdut.
Ia pernah mencoba mendalami musik DANGDUT sebagai jenis musik alternatif selain POP, namun sang suami melarangnya lantaran musik tersebut dianggap tidak mencerminkan kepribadian EREN yang sebenarnya. EREN berkata bahwa suaminya memang ANTI-DANGDUT' karena musik DANGDUT adalah musik yang memperlihatkan sisi kebinalan dan sisi kehancuran moral.

Walaupun alasan sang suami tidak begitu dimengerti, sebagai seorang istri' EREN tetap menuruti apa yang di fatwakan sang suami' malah suaminya bilang bahwa EREN boleh tetap melanjutkan karir bermusiknya. Asalkan EREN tidak bersentuhan dengan musik DANGDUT, EREN mengerti' sejak lulus SMA dirinya sudah berjilbab dan kalau ia berani menekuni musik DANGDUT, maka taruhannya adalah jilbab yang selama ini menutupi kepalanya.

Dan EREN mulai sadar bahwa sang suami lebih suka dirinya berjilbab, maka dari itu watak wanita berjilbab harus baik dan patuh kepada suami.
Semula EREN memang tak berfikir untuk pensiun, namun karena himpitan ekonomi yang menerjang kehidupan pribadinya membuat EREN harus bertindak tepat dan tidak salah perhitungan.
Maka dari itu ia lebih memilih pensiun dari pada terus berlarut-larut dalam keterpurukan akibat lunturnya popularitas KANGEN BAND.

Ia bersugesti kepada awak KANGEN BAND agar selalu menjaga kekompakkan dan kerjasama yang solid' apalagi untuk bertahan di dunia seni dibutuhkan pemikiran yang cerdas dan strategi yang jitu supaya keberhasilan datang menghampiri. Dan EREN selalu berpesan kepada DODHY, BEBE, IIM, TAMA dan IZZY agar tetap selalu bersama walaupun popularitas dan omset penjualan album sedang anjlok akibat pembajakan dan peredaran secara gratis lewat INTERNET.

(Dilansir dari http://www.doikangenbandlampung.wordpress.com)

8/29/2013

The Bee : Dari Benih Menjadi Buah (PART 2/Terakhir)

Foto : Penampilan The Bee di acara Class Music Band Competition, Tegal 2011

Di awal 2007, Cancer masuk dapur rekaman amatir atau anak muda sekarang menyebutnya dengan Indie Label.
Di salah satu studio rekaman amatir di kota tegal mereka melakukan rekaman dan serangkaian rehearsal dilakukan untuk bisa memproduksi lagu-lagu terbaik,
Di waktu itu memang trend rekaman indie label sedang berkembang sejak munculnya band mayor label yang lahir dari dunia indie label, siapa lagi kalau bukan Kangen Band.
Setelah rekaman selesai, hasil rekaman mereka dipromosikan lewat acara konser/festival musik di hari ulang tahun kabupaten tegal.
Biar hasilnya norak, tetapi hal ini dijadikan modal agar bisa meraih sukses di masa mendatang.

Terlebih lagi, mereka berkesempatan menjadi bintang tamu dalam acara-acara festival tertentu yang berhubungan dengan hari-hari nasional,
contohnya Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, HUT RI Ke 62 dan Festival-festival dihari-hari nasional bergengsi lainnya.
Bahkan saat-saat sesudah lebaran mereka sempat tampil di Mall dan Pusat perbelanjaan lainnya berkat ketenaran yang makin menjamur semenjak memiliki album sendiri.
Namun, kebersamaan yang kompak itu harus berakhir dengan perpecahan yang ditandai keluarnya Sophian, Hendri, Joddy dan Kawel yang sudah tak tahan dengan gosip yang sering dibicarakan masyarakat mengenai skandal percintaan.

Kini tinggal Ifal, Twin dan Nanang yang harus mempertahankan kekokohan band tersebut, hingga pada akhirnya Ifal yang harus memimpin band yang dulu dipimpin Hendri dan Sophian.
Lalu, di bulan Februari 2008 Ifal,Twin dan Nanang mengadakan audisi untuk mencari personil baru untuk menggantikan Sophian, Hendri, Joddy dan Kawel yang keluar akibat gosip skandal percintaan sesama jenis yang dilakukan Hendri.

Dan Akhirnya mereka berhasil menemukan pengganti para personil lama, dan dengan kesepakatan bersama nama Cancer diganti The Axez.
The Axez sendiri adalah nama pemberian dari Twin yang berharap band ini bisa menjaga existensinya agar kelak bisa bertahan hingga nanti.
Rupanya berhasil, mereka mendapatkan beberapa personil yang kebetulan masih kawan seperguruan di sekolah musiknya Ifal, diantaranya Fuad, Ipang, Derry, Putri dan Nina.
Dalam formasi baru band ini terdiri dari Fuad sebagai Vocalist, Derry sebagai Lead Guitar, Putri sebagai Rhytem Guitar, Nina & Ipang sebagai Backing Vocal.

(2008, The Axez )

Fuad sebagai Vocal
Derry sebagai Lead Guitar
Putri sebagai Rhytem Guitar
Twin sebagai Keyboard
Nanang sebagai Bass/Backing Vocal
Nina sebagai Backing Vocal
Ipang sebagai Backing Vocal
Ifal sebagai Drum/Song Composer


Nama dan Formasi barupun akhirnya terbentuk dengan singkat walaupun jalannya audisi pencarian personil baru berjalan cukup alot.
Selama tahun 2008, The Axez sering mengikuti serangkaian festival bahkan dari festival-festival tersebut berhasil mengantarkan mereka kembali ke dapur rekaman.
Setelah itu mereka mulai merilis single berjudul "Gadisku" dan "Bintang".
Single berjudul "Gadisku" & "Bintang" tadi dibilang berhasil mendongkrak popularitas yang sempat tersendat akibat konflik pasca Sophian, Hendri, Kawel dan Joddy keluar dari band tersebut.
Bahkan menurut salah satu stasiun radio terkemuka di kota tegal mencatat, bahwa lagu mereka sering muncul di chart musik indie tegal dengan peringkat yang kian melonjak.
Awalnya berada diurutan terakhir dari sekian banyaknya lagu yang terdaftar dalam chart musik indie regional .

Menariknya pada bulan Mei 2008, lagu "Gadisku" merangsak naik ke urutan 5 dalam waktu seminggu karena permintaan request lagunya kian bertambah dari para pendengar.
Bahkan lagu mereka berhasil menyalip 2 lagu dari band lain yang juga sering di request dan diputar yakni Araban3 dari SeeMs LiKe IdiOt dan Aku Jatuh Cinta dari G-One.
Berkat prestasi yang luar biasa tersebut, mereka mendapatkan penghargaan dari stasiun radio yang memutar lagu mereka serta mendapat kesempatan untuk shoting video clip gratis yang digarap oleh crew dari pihak stasiun radio itu.
Konon video clip "Gadisku" dibuat oleh sutradara asal Desa Gembong Kulon, Kecamatan Talang, Kebupaten Tegal yakni Ophi Faisol bersama kru film OPHI STUDIOnya.

Sepeti halnya pada masa dulu, The Axez yang ditargetkan menjadi penerus Cancer, Satria & Casper mengalami kejatuhan di akhir tahun 2008 karena sebagian besar personilnya berkehendak mendirikan band baru.
Putri yang menjadi Guitarist The Axez memutuskan untuk hengkang, begitupun dengan Nina sebagai Backing Vocal dan Fuad sebagai Vocalist harus turut hengkang dari The Axez karena punya masalah prinsip
bermusik yang tidak sepemikiran dengan Ifal, Twin, Nanang & Derry. Maka ambruklah The Axez dipuncak kesuksesannya yang kala itu digandrungi pecinta musik indie label.
Lalu pada tanggal 8 Desember 2008 Ifal secara resmi membubarkan The Axez dan mengganti namanya menjadi The Bee yang berarti lebah, dengan jumlah personil yang menyisakan 4 orang saja Ifal dan kawan-kawan
berusaha mengembalikan band tersebut ke orbit bermusiknya. Faktor penyebab perpecahan tersebut adalah faktor genre musik yang dianut masing-masing personil tak seimbang dan kerap dipersoalkan.

Putri, Nina, Ipang & Fuad lebih suka musik Rock dan Pop sedangkan Ifal, Twin, Derry dan Nanang lebih suka Jazz dan Soul, karena hal semacam itulah perpecahan itu terjadi dan menjadi faktor terkonyol yang hanya masalah
jenis musik yang dianut oleh para personilnya sendiri-sendiri. Dengan jumlah personil yang tersisa mereka masih sibuk rekaman untuk suplai lagu diradio yang akan diputar' dan alhasil mereka menciptakan lagu berjudul
"Bayangmu" yang dinyanyikan Twin untuk mengisi kekosongan chart lagu diawal tahun 2009.

Apa daya, beberapa bulan kemudian Twin dan Nanang memutuskan untuk hengkang karena sudah jenuh dengan suasana di The Bee, Twin & Nanang lalu mendirikan Inside Band sebagai tandingan The Bee.
Maka dengan ini Ifal merekrut personil baru yakni Reni sebagai Vocal & Adi sebagai Bass untuk proyek album kompilasi pada pertengahan 2009 mendatang.
Pada bulan September 2009 mereka berhasil menelurkan 2 single baru diantaranya Mentari Pagi & Terang, lagu Terang dirilis dalam 2 versi yakni versi piano dan versi band.
Namun, 2 single tersebut kurang ditanggapi masyarakat dan daya jualnya juga kurang bagus' tidak seperti single-single sebelumnya seperti Gadisku, Bintang, Bayangmu.
Dan keretakan dikubu The Bee terulang kembali dengan hengkangnya Adi pada awal Maret 2010 karena persoalan pribadi, sementara posisinya digantikan oleh Ian pada bulan April 2010.

 (2008-2010, The Bee jilid I)

Reni/Vocal
Derry/Guitar
Adi/Bass
Ifal/Drum
Ian/Bass (temporer)
Twin/Keyboard & Vocal (temporer)
Nanang/Bass (temporer)
Ayu/Vocal (temporer)

Begitu sampai dimasa keterpurukan mencapai puncaknya, Reni sebagai Vocalist menyatakan pengunduran diri dihadapan Ifal karena harus lebih mementingkan pendidikan dibandingkan bermusik.
Maka dengan demikian, The Bee kehilangan sang vocalist karena ketenaran The Bee tak secemerlang dulu. Hengkangnya Reni dari band ini membuat Ifal menjadi stress berat dan sempat menutup diri dari muka umum,
Bahkan ia kebingungan mencari jalan keluar agar band yang didirikannya itu tak bubar begitu saja. Sampai suatu ketika saat berkunjung ke bekas sekolah musiknya, ia melihat seorang wanita yang cantik jelita, wanita itu adalah Ayu.
Kebetulan sekali Ifal menemukan wanita yang bisa menjadi Vocalist pengganti di grup musiknya, lalu wanita itu diajak ngobrol empat mata dengan Ifal hingga wanita itu setuju dan bersepakat menjadi personil The Bee yang baru.

Lalu terpilihah Ayu sebagai Vocalist pengganti dan The Bee kembali aktif dalam dunia musik tingkat regional.
Walaupun dengan modal seadanya, mereka bisa eksis kembali dengan secercah harapan yang kurang mendukung.
Dan beberapa bulan kemudian, Ian keluar dari The Bee dan posisinya digantikan oleh seorang wanita cantik yang bernama Diva yang kebetulan menjadi adik seperguruannya.
Ayu yang ditunjuk sebagai vocalist pengganti Reni akhirnya memutuskan untuk hengkang pada pertengahan 2010 dan The Bee kembali pecah dengan alasan perbedaan kiblat bermusik.

Anehnya, Ifal sudah mengetahui hal tersebut lantaran ia berhasil menunjuk temannya Diva' yakni Dita sebagai vocalist baru hingga sekarang.
Dalam usaha menggapai kesuksesan lagi, The Bee menjalankan serangkaian tour keliling kota dengan menjajaki seluruh desa/kelurahan se_kabupaten tegal dan kotamadya tegal.
Selama tour keliling daerah sekitarnya, The Bee dibantu seorang additonal Rhytem Guitar yang bernama Andry. Dari sinilah rasa kecemburuan Derry muncul yang membuatnya sering dikesampingkan'
Padahal masih dalam satu grup, tetapi inilah yang disebut konflik pihak dalam.

Maka hengkanglah Derry pada akhir tahun 2010 karena alasan dia sudah tak dianggap penting dan sering dipinggirkan oleh kehadiran Andry,
semenjak saat itu timbul isu bahwa Derry keluar dari The Bee bukan karena dipecat dari keanggotaan The Bee, melainkan dipilihnya Andry sebagai Lead guitar oleh Ifal.
Isu tersebut membuat Thebeelovers geram karena keputusan sang frontman, Ifal yang dianggap pilihan yang keliru.
Padahal secara tegas via wawancara eksklusif dengan Radio Roshinta FM, Ifal mengungkapkan bahwa Derry keluar bukan karena dipecat.
Ifal bilang, "Derry sudah habis masa kontraknya sebagai personil dengan kami, jadi untuk kali ini dia jarang dipanggil dan hal semacam itu adalah suatu kesepakatan yang disetujui bersama".
Bahkan Media massa setempat memberitakan Derry dituding membelot dengan memilih bergabung bersama Inside Band, grup bandnya Twin.
Hal ini dibuktikan dengan munculnya Derry dalam acara festival band tingkat regional yang disponsori oleh Djarum Super. Namun, Ifal tak berkomentar apapun soal hal sepele tersebut' ia menganggap
bahwa media massa terlalu membesar-besarkan hal kecil tersebut.

Sebagian fans dengan kritis mengatakan bahwa Derry terlalu matrialistis dan individualistis karena sangking sibuknya mengurus diri sendiri sampai-sampai ia tak sempat mengurus nasib grup bandnya yang terpuruk karena masalah reformasi keanggotaan.
Maka dari itu, The Bee secara langsung menunjuk Andry sebagai guitarist dan Dita sebagai vocalist. Pada bulan Maret 2011, The Bee secara resmi mengumumkan susunan formasi keduanya pasca hengkangnya Derry, Ayu dan Ian.
Pada pertengahan 2011 The Bee meluncurkan mini album bertitle "secangkir jazzy" dengan hits single Tekat, Gejolak Ego, Tanpa Bayangmu dan e-KTP.

(2011-2012, The Bee jilid II)

Dita/Vocal
Andry/Guitar
Diva/Bass
Ifal/Drum

Status keanggotaan Andry rupanya tak berlangsung lama, sehingga Andry pun mulai tidak betah lantaran keseringan memainkan lagu-lagu bergenre Jazz.
Hingga suatu hari ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari The Bee dan memilih beralih profesi sebagai mahasiswa lantaran tuntutan orang tua yang sangat menekan nuraninya.
The Bee seperti dilanda angin ribut, keanggotaan Andry dalam kubu band asal kendalserut ini mulai tak diperhitungkan lagi oleh pihak manajemen.
Maka dengan ini Ifal terpaksa menjadi guitarist pengganti, kemudian dia segera merekrut drummer baru untuk mengisi posisi yang baru saja ditinggalkannya.
Dia adalah Huda, teman seperguruan Ifal yang baru lulus dari Purwacaraka Music Studio, lantas ia ditunjuk sebagai drummer baru yang tentu ia pilih secara acak dari sekian banyaknya drummer pilihan.
Terhitung sejak sekarang, Huda menjadi personil resmi setelah ia menandatangani kontrak dan siap sedia menjalani pekerjaan rumah di kubu The Bee.

(2012-sekarang, The Bee jilid III)

Dita/Vocal
Ifal/Guitar
Huda/Drum
Diva/Bass

Setelah itu The Bee kembali melanjutkan misinya dalam menggelembungkan popularitas, walaupun dengan keadaan yang teramat menyedihkan.
Sebagai sekelompok seniman muda' mereka harus hidup lewat penghasilan dari bermusik. Jarang-jarang ada orang yang mau menyewa mereka untuk tampil dalam konser,
bahkan mereka harus bekerja sampingan demi meraup penghasilan yang menjanjikan. Ada yang berdagang, ada yang menjadi pegawai dan ada pula yang masih duduk dibangku kuliah.
Walau selera musik masyarakat saat ini masih berkiblat di musik lokal sekelas Tarling atau Campursari' namun mereka masih yakin bahwa The Bee masih laku sebagai grup band kelas wahid.


(Tamat)