Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

1/12/2022

Orang Dungu Dilarang Jadi Presiden

Ari Indra Mardjaman

Orang Dungu Dilarang Jadi Presiden, itulah kalimat pedas yang pantas disematkan untuk sosok nlasteran Anies Baswedan. Kenapa demikian ?

Orang Dungu tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang membelit dan mengacaukan suasana di dalam kinerja. Wajar itu terjadi karena tidak semua orang bisa jadi presiden, tak terkecuali Anies Baswedan. 
 
Anies Baswedan hanyalah orang yang pintar dalam berkata-kata, namun dungu dalam bertindak demi menyelesaikan masalah. Intinya orang dungu lebih cocok jadi pesakitan dibanding merugikan rakyat. 
 
Kedunguan Anies Baswedan terlihat saat membuat sumur resapan air guna mencegah terjadinya banjir. Tapi, apa kenyataannya ? 
 
Banjir tidak surut dalam waktu 30 menit, malah semakin meluas hingga keluar wilayah DKI Jakarta (Depok, Bekasi, Tangerang dan Bogor). Menurut Anies Baswedan, Bogor adalah penyumbang air hujan terbesar untuk DKI Jakarta.
 
Bagi warga DKI Jakarta, kalimat macam itu sudah sering terdengar sejak dahulu kala bahkan sejak era Ali Sadikin. Mungkin warga sudah bosan mendengar alasan klasik seperti itu. Mungkin sudah waktunya Gubernur DKI Jakarta sekaliber Anies Baswedan harus diturunkan dari jabatannya karena sama halnya dengan Jokowi, Ahok, Bang Yos dan Foke. 
 
Orang Dungu yang didukung kelompok fundamentalis tidak becus mengatasi banjir di ibukota, apalagi nanti jadi Presiden ? 
 
*****
 
Sumbangsih Kata : Rocky Gerung
Diketik Oleh : Ari Indra Mardjaman

1/10/2022

MUSNI UMAR & ROCKY GERUNG SEPAKAT DUKUNG ANIES BASWEDAN : KARENA SAMA-SAMA DOSEN

 

Partai Kontol Sapi

Musni Umar, rektor Universitas Ibnu Khaldun dan Rocky Gerung' Bapak Atheis Nasional mengungkapkan rasa senangnya terhadap Anies Baswedan.
Mereka berdua sepakat untuk mendukung Gubernur DKI itu untuk maju sebagai Calon Presiden RI dalam Pemilu 2024 mendatang.
 
Meski banyak partai yang belum tertuju untuk memilih Anies Baswedan sebagai capresnya, tetapi Musni Umar dan Rocky Gerung sudah sreg untuk mengorbankan waktu juga tenaga untuk kemenangan Anies Baswedan.
 
Bagaimana tidak ?
Anies Baswedan dikenal sebagai capres keturunan Arab pertama di Indonesia. Bahkan ia adalah lulusan terbaik di University of Maryland bergelar Phd.
Alasan Musni Umar dan Rocky Gerung mau mendukung Anies Baswedan karena sama-sama berprofesi sebagai dosen.
 
Musni Umar semula merupakan dosen Sosiologi, Rocky Gerung juga dulunya adalah dosen Filsafat, sedangkan Anies Baswedan adalah dosen Pendidikan.
Wajar jika kedua dosen ini amat menjagokan Anies lantaran belum pernah ada tokoh pendidikan yang berani maju sebagai capres.
Kebanyakan semua capres berasal dari kalangan Tentara dan Pengusaha yang terlebih dahulu sukses.
 
SBY adalah tentara, JK adalah pengusaha dan keduanya merupakan bukti dari kuatnya dominasi militer dan borjuis di kancah politik nasional.
Capres dari kalangan dosen seharusnya menjadi sebuah alternatif bagi rakyat untuk memilih pemimpin baru, ujar Musni Umar.
 
Sebab, dosen itu adalah pembimbing dan pendidik yang mumpuni di bidang pengelolaan sumber daya manusia' lanjut Musni Umar.
Ditambah lagi, capres yang berasal dari kalangan dosen dinilai sebagai awal dari revolusi dunia pendidikan nasional' kata Rocky Gerung.
 
Dosen yang menjadi presiden dianggap mampu menjadi guru bagi seluruh rakyat tentang bagaimana cara menjadi rakyat tulen dan bukan rakyat yang mau disetir oleh polarisasi, ujar Rocky Gerung.
Sudah waktunya dosen berkuasa untuk merevolusi dunia pendidikan nasional yang sudah jauh tertinggal dari bangsa-bangsa lain' kata Musni Umar.
 
Rocky Gerung menambahkan, Revolusi Dunia Pendidikan dibilang sebagai bibit pertumbuhan dalam kemajuan pembangunan bangsa dan negara.
Kedua dosen tersohor ini menanggapi keseriusan Anies Baswedan sebagai calon presiden republik indonesia. 
 
Sebab sudah saatnya dominasi militer dan borjuis terhenti di era baru karena pembangunan manusia harusnya diimbangi dengan pembangunan pendidikan yang maju.
 
***** 
 
Sumbangsih Karya : Haikal Hasan Al Barras (Petinggi PKS/Partai Kontol Sapi)
Juru Ketik : Firdaus Oiwobo (Petinggi PDI-Perjuangan)

11/17/2021

FARID OKBAH DITANGKAP DENSUS 88, MUI DISUSUPI TERORIS

Ditulis Oleh H. Edy Mulyadi
 
Betapa terkejutnya kita mendengar berita penangkapan Farid Okbah yang merupakan pejabat MUI. Di MUI, Farid Okbah memiliki jabatan mentereng dan berfungsi sangat vital bagi kesuksesan MUI dalam memonopoli Fatwa-Fatwa nyelenehnya' yaitu Komite Dewan Fatwa.
Jabatan Komite Dewan Fatwa adalah posisi yang nyaman dan prestisius bagi siapa orangnya diberi wewenang untuk menyandang gelar tersebut.
 
Farid Okbah merupakan seorang ustad yang dikenal Anti Syiah dan Anti Liberal. Dan riwayat hidupnya mengisahkan ia dulunya memang anggota Syiah tetapi kemudian berbalik memusuhi Syiah.
 
Bersama Haikal Hasan Barras, motivator bisnis yang acaranya gagal mengudara di televisi salah satu stasiun televisi ini, Farid Okbah membidani lahirnya ormas yang diberi nama ANNAS (Aliansi Nasional Anti Syiah) pada bulan Oktober 2014 lalu.
 
Lewat ANNAS, Farid Okbah mempropagandakan gerakan anti syiah. Kebetulan Farid Okbah juga bersahabat dengan mendiang Tengku Zulkarnaen yang waktu itu menjabat sebagai 
Wasekjen MUI dibawah kepemimpinan Kyai Haji Ma'ruf Amin.
Waktu berputar masa beredar, pergantian Ketua MUI pada tahun 2020 lalu menyisakan Farid Okbah seorang setelah beberapa pejabat lainnya disingkirkan misalnya Ustadz Bakhtiar Nasir, Yusuf Martak dan tentu mendiang Tengku Zulkarnaen.
 
Farid Okbah masih bertahan di MUI karena tidak masuk daftar pejabat yang disterilkan ketika Kyai Haji Miftahul Akhyar memimpin MUI. Farid Okbah memang kurang menonjol pamornya mengingat tokoh-tokoh MUI yang paling dikenal publik hanyalah mendiang Tengku Zulkarnaen saja.
 
Farid Okbah selama menjabat sebagai Komite Dewa Fatwa telah meloloskan fatwa-fatwa yang dianggap merugikan umat Islam lantaran diantara fatwa-fatwa tersebut disinyalir sebagai fatwa ciptaan penganut ajaran Garis Keras.
 
Terlepas suksesnya Farid Okbah mengacak-acak MUI demi memperkaya diri dan keluarganya, ternyata Farid Okbah diam-diam menjadi anggota Jamaah Islamiyah. Bahkan dulu ia pernah ngaji di Ponpes milik Abu Bakar Ba'asyir semasa mudanya.
 
Dengan ditangkapnya Farid Okbah, terkuak sudah kebusukan MUI yang selama ini hanya obrolan di warung tegal. MUI sudah mempermalukan diri dengan membiarkan petualang-petualang radikal masuk ke dalam rumah mereka untuk berlindung.
 
MUI juga dinilai kurang waspada karena sibuk mencampuri urusan pemerintah dan tidak sibuk mengurus umat Islam yang kini masih dicoba oleh wabah covid.
Borok MUI terbongkar, satu per satu semuanya akan dipermalukan karena aib itu adalah rahasia.
 
Tidak ada satu pun aib yang tertutup rapi, bagaimana pun juga akan terbuka oleh tiupan angin yang semakin kencang.
 
Kalau begini lama-lama masyarakat tidak mau lagi percaya dan menuruti fatwa MUI yang dinilai merusak Kebhinekaan dalam berbangsa/bernegara.
 
*****

10/10/2021

Melenceng Dari Khittah

Kadrun Adalah Orang Jahat Yang Mengaku Baik

 
Sudah sepantasnya organisasi keagamaan lebih fokus mengurus bidang agama, bukannya mengurus yang lain-lain.
Sayangnya banyak organisasi yang melenceng dari tujuan awal dan bertolak belakang dengan kinerja di tengah masyarakat.
 
Agama harus jadi titik fokus, tetapi bukan berarti agama jadi andalan dan keunggulan. Inilah sebabnya mengapa bidang lain ikut direcoki dengan alasan bakti terhadap bangsa dan negara.
 
Padahal malah semakin kacau saja dan semakin tidak karuan pemandangannya. Kalau tidak paham yang lain sebaiknya urus saja yang bisa dikerjakan.
Jangan paksa untuk memilih bidang yang telah ditekuni kemudian ditinggalkan agar bisa memperoleh keuntungan dari bidang yang baru.
Kalau urusannya agama, ya urus agama saja. Untuk apa mengurus yang lain kalau tidak ahli di bidangnya ?
 
Sangat disayangkan kalau agama jadi sesuatu yang dianggap lebih memiliki "Sisi Komersil". Kalau begini jadinya, maka kesucian agama akan luntur dan agama akan menjadi kotor.
 
Begitulah cara para manusia yang haus harta, pangkat dan jabatan dimana komersialisme agama menjadi suatu suguhan menggiurkan.
 
Kalau agama sudah jadi alat bisnis, maka yang timbul sudah pasti segalanya akan "Dihalalkan" tanpa embel-embel haram lagi. Celakanya agama malah diotak-atik semau otaknya sendiri dan semau hatinya sendiri. 
 
Jelas-jelas ini justru terjadi pada organisasi-organisasi keagamaan yang mengaku sebagai pembela ajaran Tuhan, tetapi pada kenyataannya mereka sebagai pembela idealisme pribadi yang tidak terkendali.
 
Melenceng dari khittah, itu pantas digambarkan situasinya kini. Berbelit-belit dan penuh ketidakjelasan statusnya, apalagi ini menyangkut kesucian agama yang ternoda oleh kepentingan duniawi.
 
Mulai sekarang organisasi-organisasi keagamaan yang terlanjut mengurus kepentingan duniawi sebaiknya kembali ke khittah awal, fokus kembangkan ajaran agama dan jangan urus yang lain !

7/17/2021

LORD RANGGA, PEMIMPIN BESAR REVOLUSI SISTEM REPUBLIK INDONESIA


Karir Politik Dirintis Sejak Tanggal 18 Oktober 1998.
Mendirikan Partai PDRI (Partai Perjuangan dan Doa Rakyat Indonesia).
Partai PDRI disah-kan oleh KPU Pada Tanggal 17 April 1999.
Menjadi Ketua GEMAKARSA (Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat Indonesia) Sejak 20 Mei 1999.
Pada Tahun 2006, Menyusun dan Mensosialisasikan Sistem dan Pembangunan Negara Berdasarkan UUD 1945.
Pada Tanggal 17 April 1999 Juga Diangkat Menjadi Ketua Badan Rapat Kerja Dewan Partai-Partai Indonesia.

Pada Tanggal 17 Januari 2000 Mendirikan Ormas Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI).
Diketuai Oleh Raden Rangga Sasana dan Nasri Banks (Kekaisaran Sunda).


11/12/2020

MENGENAL NOVEL FATRIO, PELAKU PENGGELAPAN MOBIL RENTAL YANG DULUNYA PERNAH JADI CALON BUPATI TEGAL

Foto : Novel Fatrio S.E. M.M.

Pelaku Penggelapan Mobil Sewa Berhasil Ditangkap, namun siapa sangka bahwa pelaku merupakan mantan residivis kasus pencucian dana nasabah Bank Bukopin pada tahun 2013 silam.

Dialah Novel Fatrio SE.MM, pria yang dulunya pernah mendeklarasikan diri sebagai calon Bupati Tegal periode 2014-2018 ini sudah dua kali berurusan dengan hukum akibat ulahnya.
 
Tahun 2012, Novel Fatrio dipecat oleh Bank Bukopin akibat terbongkarnya kasus pencucian dana nasabah. Dia dijerat hukuman 12 Tahun penjara, namun sekitar tahun 2015-2016 dia bebas bersyarat setelah denda terbayar lunas.
 
Namun, kali ini Novel Fatrio harus kembali ke bui setelah diduga terlibat penggelapan mobil rental sebanyak 13 unit. Setelah dibebaskan dari penjara atas kasus terdahulu, Novel Fatrio memulai usaha jasa rental mobil demi menyukupi keluarganya.
 
Sayangnya, pada tahun 2018 tercium skandal penggelapan yang diketahui oleh beberapa koleganya. Baru pada tahun 2019 ini, Novel Fatrio kembali ditangkap untuk kedua kalinya.
 
Menurut penuturan Kepolisian, Novel Fatrio memang residivis yang dulu pernah bebas setelah hutang dendanya lunas. Tapi, kali ini dia tidak akan bebas lagi seperti dulu karena dikhawatirkan akan terulang seperti ketika terlibat pencucian dana nasabah.
 
Catatan Kejahatan Novel Fatrio SE.MM diantaranya Kasus Pencucian Uang Nasabah Bank Bukopin pada tahun 2011. Novel Fatrio SE.MM dihukum 12 tahun penjara namun mengajukan banding sehingga bebas bersyarat pada tahun 2015.
 
Tahun 2016 membuka bisnis mobil rental dan kembali meraih sukses. Lalu pada tahun 2018 tercium skandal penggelapan mobil yang dilakukan Novel Fatrio oleh karyawan showroom mobil rental.
 
Akhirnya pada tahun 2019 kembali ditangkap setelah digerebek saat berada di rumah orang tuanya di Ds. Kalikangkung, Kec. Pangkah, Kab. Tegal.
 
Novel Fatrio melakukan penggelapan 13 unit mobil rental berjenis minibus dan terancam hukuman 10 tahun penjara. Malang tidak dapat ditolak, karena sudah tidak punya apa-apa lagi maka Novel Fatrio kembali masuk penjara tanpa berharap dibebaskan hingga 10 tahun mendatang.
 
== Selesai ==

9/26/2020

Komoditas Politik Antah Berantah

Foto : Kelompok PA 212 & GNPF

Tulisan ini sepenuhnya berdasarkan perspektif politik. Ketika kita berbicara tentang Rizieq Shihab, kita berbicara tentang sosok dengan lingkar massa yang fanatik. Dalam politik, kerumunan fanatik adalah komoditas penting. Masalahnya, sosok itu "in absensia", dan ini satu kelemahan dalam kesepakatan politik. Masalahnya lagi, HRS bukan Mandela yang sedang mengalami ketertindasan politik dengan gelembung besar perjuangan mayoritas kulit hitam yang menunggu di luar pintu penjara.

Pasca Gerindra bergabung dengan pemerintah, saat ini HRS dan FPI terjebak dalam rangkaian gerbong yang kecil. Ironisnya, FPI adalah Ormas yang tidak mempunyai organisasi induk - ia hanya bergantung kepada sosok tunggal di dalamnya. Dalam sistim politik kita yang berpetak-petak, tentu ini tidak menguntungkan bagi kompromi politik FPI. 

Itulah mengapa banyak orang yang selama ini berseberangan dengan pemerintah mendesak agar HRS "dipulangkan". Dan untuk itulah kampanye poster HRS itu bertebaran. Tapi apakah kepulangan HRS akan menjadi solusi jitu bagi mereka? Belum tentu. Kelompok yang berseberangan dengan pemerintah adalah non-partisan, seperti halnya FPI, yang biasanya ringkih dalam soliditas politik.

Ayatollah Khomeini dalam Revolusi Iran, tidak bisa juga dijadikan rujukan dalam kasus HRS. Khomeini sebelumnya telah membangun platform yang kuat melalui kanal-kanal politik di Iran. Ia kemudian hadir di Teheran setelah seluruh lanskap politik dikuasai sepenuhnya. Jika saja HRS hadir di Indonesia saat ini, tentunya hanya menghasilkan euforia dikalangan pendukungnya saja. Dalam politik, ia akan sama kedudukannya dengan deklarator KAMI tempo hari.

Kehadiran HRS tidak akan banyak merubah konstelasi politik kita. Justru akan menambah runyam pertarungan kepentingan pada kelompok pinggiran yang melawan pemerintah. Karena pada akhirnya, mereka harus menghadapi realitas politik; berkompromi dengan partai-partai.

Postulat politik yang baku adalah; yang kecil harus bergabung dengan kelompok besar, agar menjadi besar. Karena politik bukan matematika. Kelompok kecil yang bergabung dengan yang kecil, justru tidak menjadi besar - malah makin kecil dan marjinal. 

Karya : Islah Bahrawi 
Ditulis : Joko Lelur Kemul Sarung

9/24/2020

FPI Berencana Ingin Mendirikan Klub Sepak Bola Bersyariah

Foto : Slamet Ma'arif

Jika Indonesia Bersyariah Berhasil Dijalankan, Maka Seluruh Kegiatan Pokok Harus Berlabel "Syariah". Tidak Hanya Bank Saja Yang Bersyariah, Klub Sepak Bola Pun Akan Di-Syariah-kan. FPI Akan Membentuk Klub Sepak Bola Bersyariah Pertama Di Dunia Tanpa Suporter Wanita. 

FPI Membentuk Klub Sepak Bola Bersyariah Untuk Menandingi Klub-Klub Siluman Yang Didanai Operator Judi Online, Pabrik Rokok & Produsen Miras. Klub Ini Akan Diberi Nama "FPI United" Dan Stadion Gelora Bung Karno Akan Menjadi Markas Klub Ini.

Klub Sepak Bola Bersyariah Diharamkan Memiliki Supoter Perempuan Karena Sepak Bola Adalah Olahraga Laki-Laki Dan Hanya Boleh Ditonton Laki-Laki. FPI United Akan Langsung Berkompetisi Di Liga 1, Bagaimana Caranya ? FPI United Akan Merger Dengan Persija Jakarta Terlebih Dahulu. 

FPI Akan Merger Dengan Persija Jakarta Andaikan Nirwan Bakrie Mau Menjual Persija Jakarta Ke FPI. Sebagai Ciri Khas, FPI United Akan Membeli Banyak Pemain Dari Negara-Negara Timur Tengah Yang Akan Dipadu Dengan Pemain Tarkam Hasil Diklat Kilat FPI United Di Lap. Petamburan. 

Untuk Kedepannya, FPI United Akan Dipersiapkan Sebagai Wakil Indonesia Di Ajang Piala AFC & Liga Champions Asia. FPI United Akan Menjadi Klub Sepak Bola Nomor 1 Di Indonesia Dan Dunia. FPI United Merupakan Bentuk Baru Dalam Menegakkan Syariah Islamiyah Lewat Sepak Bola. 

Sebagai Klub Sepak Bola Bersyariah, FPI United Akan Menjadikan Laskar-Laskar Jihad Sebagai Suporter & Mengangkat Ketua DPP FPI Ustadz Slamet Maa'rif Sebagai Manager Klub. Munarman Akan Diangkat Sebagai Ketua Suporter FPI United Yang Dinamai "Syariah Warriors". 

Syariah Warriors Menjadi Kelompok Suporter FPI United Yang Resmi & Mengajak The JAK Mania Sebagai Mitra Dalam Management. Semoga FPI United Menjadi Klub Yang Nyata Dan Bermanfaat Bagi Umat Islam Di Ibukota Juga Dunia. 

Sumber : @NovelBamukmin, 23 September 2020


9/18/2020

ANDAI PAK HARTO MASIH HIDUP, INILAH PITUTUR BELIAU UNTUK ANAK CUCUNYA

 

                                                        Foto : Muhammad Yusuf Martak
 

Andai Pak Harto Masih Hidup dan Masih Melihat Anak-Anaknya Mencoba Mempertahankan Aset Keluarga Yang Disita Negara, Mungkin Beliau Akan Bilang Begini :

"Anak-Anakku, Kowe Kudu Nrimo Sing Ikhlas' Yen Opo Sing Mbiyen Bapakmu Nduwe Saiki Wis Dibalek'ke Nyang Negoro Men Keluputanku Iso Dingapuro Rakyat Sak Negoro"

"Nduk, Le, Kowe Kabeh Ojo Kuwatir Yen Rejekimu Seret' Gusti Allah Kuwi Ora Bakal Mblenjani Janjine Perkoro Dunyo, Saiki Kowe Kabeh Kudu Manut Karo Pemimpin Sing Saiki Modele' Ojo Sengit Mergo Kebijakane Lan Ojo Gawe Ontran-Ontran Ing Negoro Iki"

"Anak-Anakku, Perkoro Tinggalan Bapakmu Sing Dibalek'ke Nyang Negoro Kuwi... Kowe Ojo Wani-Wani Yo Ngger' Nek Kowe Wani Karo Negoro Uripmu Soro Ing Ngarepe"

"Umpomo Kowe Ora Trimo, Amergo Bondo Dunyamu Disita Negoro' Kowe Ojo Mrengut Opo Maneh Gawe Rusak'e Negoro Naliko Rakyat Ora Gelem Dijak Paten Pinaten Mergane Mbelani Awakmu"

"Rakyat Saiki Emoh Mbelani Wong-wong Sing Luput, Rakyat Saiki Wis Pinter' Ora Iso Diperdoyo Nganggo Janji-Janji Sing Luwi Legi Timbang Gulo"

"Uwis To, Saiki Kowe Tirakat Luruh Katentremaning Urip' Ojo Nganti Endahing Dunyo Gawe Mripatmu Blerengen lan Ojo Nganti Perkoro Kamukten Gawe Anak Putumu Marai Ora Rukun Anggonmu Ngraketake Paseduluran"

"Saiki Aku Arep Leren Sik, Bapakmu Iki Pengen Tentrem Atine Ning Alam Kelanggengan' Mugo-Mugo Kowe Isih Eling Pituturku Mau lan Ojo Nganti Bapakmu Mblebu Neroko Mergo Polahmu Dhewe" 

Karya : Joko Lelur 
Sumber :Haikalisme Haikalisasi


9/17/2020

Islam Zaman Orde Baru, Ditindas Soeharto Lalu Dirangkul

Foto : Habib Salim Al Jufrie

PADA ERA 70an, ORDE BARU MENGEKANG UMAT ISLAM ITU JELAS NYATA, PRESIDEN SOEHARTO NYARIS MENJADIKAN INDONESIA SEBAGAI NEGARA SEKULER. 

SEKULERISASI ISLAM DI ZAMAN ORDE BARU AMATLAH PARAH, BANYAK RADIO-RADIO DAKWAH ISLAM YANG DICABUT SK NYA DAN BANYAK DAKWAH-DAKWAH PESANTREN YANG DIMATA-MATAIN ABRI. LDII YANG LAHIR TAHUN 1972 SAJA MENGURUS SURAT IZIN OPERASIONALNYA DIPERLAMBAT KARENA TAKUT AKAN MELAWAN NEGARA. 

ZAMAN ORDE LAMA, SOEHARTO BEKERJASAMA DENGAN PARA ULAMA MENUMPAS KOMUNISME. NAMUN SETELAH BELIAU BERKUASA MALAH BERBALIK MENGEKANG KEBEBASAN ULAMA DALAM BERDAKWAH KARENA TIDAK SEPAHAM DENGAN PANCASILA. 

MENOLAK LUPA, ISLAM SANTRI DITINDAS OLEH KAUM ABANGAN YANG MEMPERCAYAI KLENIK (HARI SIAL, HARI KEBERUNTUNGAN & WETON). KAUM ABANGAN DILINDUNGI KARENA SEPAHAM DENGAN PRESIDEN SOEHARTO YANG JUGA SEORANG KETURUNAN ABANGAN MESKI PERNAH SEKOLAH DI MUHAMMADIYAH. 

CARA TIRAKAT ORANG ABANGAN SANGAT UNIK, MEREKA BERTAPA SEBULAN PENUH (SEMEDI) UNTUK MENAMBAH KEIMANAN & KETAKWAAN. PRESIDEN SOEHARTO PUN DEMIKIAN, BERTAPA UNTUK MELANGGENKAN KEKUASAANNYA DEMI ANAK ISTRINYA YANG BUTUH MAKAN. 

ORGANISASI KEAGAMAAN SEKELAS NAHDLATUL ULAMA DIANGGAP SEBAGAI MUSUH UTAMA ORDE BARU KARENA BANYAK PESANTREN YANG MENOLAK DIJAGA OLEH ABRI. MAKANYA MARAK ABRI MONDAR-MANDIR MASUK PESANTREN DI ERA ITU, BUKAN KARENA INGIN BELAJAR AGAMA TAPI KARENA INGIN MENAKUT-NAKUTI. 

ABRI DI ERA ORDE BARU SANGAT KETAT MENGAWASI ULAMA YANG TIDAK SEPAHAM DENGAN PEMERINTAH. NYATANYA MEMANG ANGGOTA ABRI YANG BANYAK JUMLAHNYA GAGAL MENGUASAI PESANTREN. SUPREMASI ORDE BARU MEMBUAT KEISLAMAN TERDENGAR LOYO DAN KEHILANGAN DAYANYA DI MATA RAKYAT. 

LEBIH-LEBIH KETIKA PEMILU 1977, PARTAI ISLAM KALA ITU PPP MENJADI RIVAL TERKUAT GOLKAR. PPP KUASAI IBUKOTA SEDANGKAN RATA-RATA SELURUH INDONESIA DIMENANGKAN OLEH GOLKAR. ANEHNYA, KESUKSESAN PPP DI PEMILU BUKAN KARENA PENGARUH NAHDLATUL ULAMA TAPI KARENA ADA EKS MASYUMI. 

PPP ADALAH PARTAI ISLAM YANG DIBENTUK DARI BEBERAPA PARTAI ISLAM ZAMAN ORDE LAMA, DIANTARANYA PSII, NU, PARMUSI DAN PERTI. NAMUN AKHIRNYA NU KELUAR DARI PPP KARENA SEJUMLAH KADER DIDOMINASI OLEH EKS PARMUSI DAN PERTI, SISANYA DARI PSSI LALU EKS MASYUMI. 

PERMUSUHAN ANTARA PEMERINTAH DENGAN UMAT ISLAM MEREDA PADA AKHIR TAHUN 80 AN SAAT SEJUMLAH CENDIKIAWAN MUSLIM DAN PERWIRA ABRI LULUSAN PESANTREN BERGABUNG MELAWAN PENCALONAN BENNY MOERDANI SEBAGAI CAWAPRES. BENNY MOERDANI YANG NON MUSLIM AKHIRNYA BERHASIL DILUMPUHKAN KARIRNYA.
 
DISUSUL BERDIRINYA ICMI MEMBUAT POSISI UMAT ISLAM YANG DIWAKILI OLEH CENDIKIAWAN MUSLIM BERHASIL MELANGGENGKAN ORDE BARU HINGGA TAHUN 1998. UMAT ISLAM YANG SEMULA DIRANGKUL ORDE BARU AKHIRNYA BERBALIK MENGGULINGKAN ORDE BARU SAAT ISU PENCULIKAN AKTIVIS MEREBAK DIMANA-MANA. 

KETUA PBNU KALA ITU, KYAI HAJI ABDURRAHMAN WAHID JUGA PERNAH DIANGGAP MUSUH KARENA WIBAWANYA MENGALAHKAN PRESIDEN SOEHARTO. BAHKAN SAAT MUKTAMAR NU TAHUN 1994, PRESIDEN SOEHARTO MEMPERSIAPKAN CALON KETUA PBNU TANDINGAN GUNA MENGALAHKAN PETAHANA.
  
SAYANGNYA USAHA ITU GAGAL, CALON KETUA PBNU TANDINGAN KALAH SUARA DAN PEMERINTAH GAGAL MEMPOLITISASI PENCALONAN KETUA PBNU. PADA AKHIRNYA TAHUN 1998 PRESIDEN SOEHARTO JELANG LENGSER PUN BERTEMU KYAI HAJI ABDURRAHMAN WAHID LANTAS BERDAMAI DENGAN SENYUMAN.

(SELESAI)

8/14/2020

ISLAM KEBABLASAN ala NOVEL BAMUKMIN

Foto : Habib Novel Bamukmin

Di mana pun setiap ketemu orang keturunan Arab dari sudut artistik, Novel Bamukmin biasanya segera pasang aksi dan minta dipotret. 


Apalagi kalau pas Umroh ke Mekkah-Madinah, ketemu masjid-masjid tua dengan lengkung jendela dan pintu yang klasik. Dia lalu mengibaskan rambutnya yang lebat tapi pendek, merentangkan tangan dan minta difoto.

Begitu pun saat tanggal 21 Februari 2019 kemarin syuting film propaganda untuk kampanye “AKSI BELA ISLAM", Dari jendela rumah peternak onta liar, Novel Bamukmin langsung action. 


Gayanya selalu gitu-gitu aja, Sok Alim dan Sok Beriman

Mentang-mentang murid kesayangan Habib Rizieq Shihab, berkumis, berjenggot, tampang khas Hadramaut dan fasih ngoceh bahasa Arab logat Petamburan

Terus kedua tangannya telentang. Kayak patung Selamat Datang atau mungkin mirip patung Latta dan Uzza yang disembah Abu Jahal, “Allah SWT Memberkati”.

Saya sebagai seorang fotographer amatir ya nurut-nurut saja melayani Ketua PA 212 nya yang agamis ini. Jeprat-jepret merekam berbagai gaya Ustadz imitasi ini. Paling banter nya, saya cuma ngeledek, “Masya Allah, antum ini jadi orang Islam udah lumayan kebablasan.”


Dia segera menyahut,”Bangsat Ente...
Lalu kami bercanda lagi, Kerja lagi dan Beribadah lagi. 
Dan lantas terus-terusan akan memperistiwakan agama dan spiritualitas sebagai “Yang Sehari-hari Dilakukan”.

Ternyata, memang tidak gampang beragama yang konsisten dan penuh integritas. Nyatanya Novel Bamukmin masih selalu ngebet pengen kayak guru spiritualnya, Habib Rizieq Shihab. Harusnya ente jadi orang biasa-biasa aja, kagak usah jadi manusia termulia sekelas Habib Alawiyah.  


Orang-orang udah pada tahu ente ntuh Habib Gadungan yang terlahir dari keturunan non Alawiyah.


Muke Gile Ente, Novel Bamukmin (Habib Palsu)


Quotes : Butet Kertaredjasa
Diedit : Joko Lelur Kemul Sarung
Sumber : Kru Produksi Film "Aksi Bela Islam"

8/10/2020

Jauhi Pintu Penguasa, karya Hilman Noverli

Foto : Hilman Noverli, Residivis Kasus Pelecehan Seksual

Jangan sekali-kali mendekati pintu-pintu penguasa, karena jika tidak kuat,maka engkau akan terpelanting masuk kedalamnya......

Sudah banyak fakta yang bisa kita indra dihadapan kita selama ini. Sudah berapa banyak mahasiswa yang Dulunya kritis mengkritisi kebijakan penguasa setelah masuk ke Pintu penguasa berubah menjadi Bungkam. Hilang suara nyaringnya.

Sudah berapa banyak Para aktivis yang dulunya kritis Mengkritisi penguasa, setelah masuk ke pintu penguasa berubah menjadi bisu terhadap kebijakan penguasa yang menyengsarakan rakyat.

Sudah berapa banyak para politikus kritis yang dulunya lantang mengkritisi kebijakan penguasa, setelah masuk ke pintu penguasa berubah menjadi orang nomer wahid yang membela Kebijakan penguasa

Sudah berapa banyak para ulama yang dulunya berani berbicara yang Haq, setelah masuk ke pintu penguasa berubah menjadi ulama yang bisu, dan kelu. Mereka sudah tidak punya keberanian sedikitpun untuk mengatakan bahwa Kebijakan penguasa yang diambil selama ini adalah kebijakan yang dzalim.

" Barang siapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa maka dia akan terkena fitnah " ( HR. Tirmidzi)

Sabda Rasulullah tersebut di Aamiinkan oleh sahabat Hudzaifah Bin Yaman, ia berkata " Hindarilah oleh kalian pintu-pintu fitnah tersebut." Beliau menjawab "Yaitu Pintu-pintu penguasa. Salah seorang dari kalian mendatangi pintu penguasa kemudian membenarkan kedustaannya, dan berkata tentang hal-hal yang tidak ada pada diri penguasa tersebut. (al-adab Asy -Syariyyah 3/ 453)

Kita hanya bisa mendoakan semoga mereka-mereka yang saat ini nyaman duduk disamping penguasa yang dzalim, akan segera sadar bahwa apa yang merela lakukan akan menimbulkan fitnah bagi dirinya....

Wa'allahu a'lam  

Penulis : Hilman Noverli 
Diedit : Joko Lelur Kemul Sarung 
Sumber : Akun Facebook Penulis (Hilman Noverli)
 


8/09/2020

Perbedaan Antara Habib Nahdlatul Ulama dengan Habib FPI

 Foto : Habib Novel Chaidir Hasan Bamukin

Saat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan menolak ditertibkan oleh petugas. Bahkan ia melakukan beberapa aksi dan ucapan yang kemudian memicu debat dengan petugas.

Viral insiden PSBB yang melibatkan Habib Umar Abdullah Assegaf Pasuruan ini terjadi hanya beberapa saat setelah insiden penangkapan Habib Ahmad Albar untuk kedua kalinya karena kasus Narkoba, yang juga menimpa kedua putera beliau, Habib Fachri Albar dan Habib Ozzy Albar. Kasus penghinaan Wapres RI oleh Habib Jakfar Shodiq Alatas dan Kasus asusila Habib Husein Alatas.
Tidak kalah viral adalah peristiwa penangkapan kembali Habib Bahar Bin Smith oleh aparat karena melanggar hukum PSBB serta orasi menghasut, yang berujung pada penahanan beliau di Lapas Nusakambangan.

Dari dunia entertaintmen, baru saja terjadi kasus persekusi terhadap Habib Haddad Alwi Assegaf, musisi kondang inisiator grup Sholawat Cinta Rasul.
Memang tidak sedikit kalangan Habaib dan Syarifah yang berkecimpung di dunia enterteintmen, antara lain Habib Ahmad Syekh Albar yang lebih populer sebagai Bing Slamet, Habib Ferdinand Syah Albar yang lebih populer sebagai Adi Bing Slamet, Syarifah Ratna Kharisma Adzana Albar atau lebih populer sebagai Adzana Bing Slamet, Syarifah Andi Soraya yang mengaku fam assegaf asal kalimantan, Syarifah Aqtiqoh Hasiholan Al-Hadi, puteri Ratna Sarumpaet yang terkenal dengan insiden tipu-tipu penganiayaan dalam pilpres 2019 lalu. Tidak kalah populer juga Syarifah Naysila Amir Al-Haddad yang disingkat Nana Mirdad, puteri artis gaek Habib Jamal Amir Al-Haddad yang kerap disingkat Jamal Mirdad.

Namun yang lebih populer dari semua Habib dan Syarifah di atas adalah Habib Muhammad Rizieq Shihab yang dijuluki sebagai Imam Besar Umat Islam oleh para Muhibbinnya. Habib ini terkenal malang melintang sejak berakhirnya Orde Baru karena terlibat dalam sejumlah aksi dan orasi yang kontroversial, misalnya seruan menyerbu Masjid Ahmadiyah, menghina fisik KH Abdurrahman Wahid, memimpin aksi 212, dugaan chatt mesum dan lain-lainnya yang berakhir dengan pengungsian beliau ke Arab Saudi dan hingga saat ini beliau belum berminat untuk kembali ke Indonesia.
Selain Habib Rizieq Shihab, saat ini rakyat indonesia terutama Nahdliyyin tidak asing dengan nama besar Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan, tokoh thariqat dan muslim moderat yang sangat dihormati oleh Nahdliyyin.

Untuk lebih lengkapnya, berikut daftar nama Habib dan Syarifah yang terkenal di Indonesia :

1. Habib Quraish Shihab, ulama tafsir;
2. Syarifah Najwa Shihab, presenter;
3. Habib Alwi Abdurrahman Shihab, Menko Kesra RI 2004-2005 dan Menteri Luar Negeri RI 1999-2001;
4. Habib Ali Alatas, Menteri Luar Negeri RI 1988-1999;
5. Habib Hamid Al-Qadri, penemu lambang negara RI Garuda Pancasila;
6. Habib Muhammad Husein Mutahar, Pj Sekjen Departemen Luar Negeri RI 1974, pencipta hymne syukur dan hymne pramuka, pencipta Mars Hari Merdeka, pencipta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka RI);
7. Habib Utsman Bin Yahya, Mufti Betawi Pemerintahan Hindia-Belanda;
8. Habib Mundzir Al-Musawwa, pendiri Majelis Rasulullah;
9. Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf, pendiri Majelis Sholawat Ahbabul Musthofa;
10. Syarifah Arumi Bachsin, artis sekaligus isteri Wakil Gubernur Jatim Dr H Emil Elistianto Dardak;
11. Habib Fahrul Baraqbah, tokoh PKI Kalimantan;
12. Syech Albar penemu musik Dangdut;
13. Musisi Habib Husein Aidid tokoh orkes melayu;
14. Habib Umar Alatas pendiri Orkes Melayu Chandraleka yang kemudian melahirkan musisi Rhoma Irama;
15. Artis Syarifah Ayudia Chaerani Albar atau lebih populer sebagai Ayudia Bing Slamet;
16. Aktor Muhammad Rizky Alatas;
18. Habib Syarif Bustaman Bin Yahya atau akrab disapa Raden Saleh, pelukis legendaris Indonesia;
19. Artis Habib Muhsin Alatas;
20. Tokoh PMII era Orde Baru, Habib Iqbal Assegaf;
21. Habib Syech Abidin Al-Jufri pembawa lagu Badai Bulan Desember;
22. Habib Fahmi Shahab pembawa lagi Kopi Dangdut;
21. Syarifah Wanda Hamidah Bin Syekh Abubakar, artis dan politisi;
22. Syarifa Rahma Sarita Al-Jufri, anchor televisi;
23. Habib Achmad Fahmy Al-Hadi, pendiri Tanamur, diskotek terbesar pertama di Jakarta;
24. Syarifah Zhee Zhee Shabab, aktris sinetron;
25. Habib Alwi Assegaf, pemeran Pangeran Kian Santang dalam sinetron Indonesia.

SEJARAH AWAL.
Sejarah gelar Habib dan Syarifah tidak berawal dari bumi indonesia, tapi berawal dari bumi leluhur walisongo yaitu Hadramaut Yaman. Gelar Habib dan Syarifah lahir di sana, kemudian berkembang di pantai Afrika timur dan Hindia Belanda, namun tidak ada satupun sumber sejarah otoritatif yang menyebutkan kapan gelar ini pertama kali digunakan di Hadramaut dan siapa yang pertama kali menggunakannya, karena para keturunan Fathimah Az-zahra ra di Hadramaut sebelumnya bergelar Sayyid dan Syarif, dan sebelum itu mereka bergelar Imam.

Leluhur para Habib dan Syarifah Indonesia adalah Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir I. Beliau lahir kira-kira tahun 873 di Basrah Irak, pada masa kekuasaan Khalifah Al-Mu'tamid dari Dinasti Abbasiyah. Pada saat Imam Ahmad bin Isa dilahirkan, Kota Bashrah sedang dikuasi oleh Kaum Zanj, yaitu kaum budak afrika yang memberontak terhadap Dinasti Abbasiyah. Pada masa Dinasti Abbasiyah, pemerintah banyak memiliki divisi budak dari berbagai etnis, seperti Turki, Kurdi, India, China dan Afrika (Zanj). Budak-budak dari Turki kemudian menduduki strata tertinggi setelah mereka berhasil masuk dan mengendalikan sepenuhnya istana Khalifah. Adapun Zanj, menempati strata terendah.

Kehidupan Imam Al-Muhajir I semenjak muda hingga dewasa diwarnai dengan guncangan-guncangan sosial politik di Bashrah secara khusus dan di seluruh wilayah negara Abbasiyah secara umum, mulai dari revolusi negro tahun 225 hingga revolusi Syi'ah Ismailiyah Qaramithah, sebuah sekte syiah yang dipimpin oleh Yahya bin Mahdi di Bahrain, dia dengan para pengikutnya bekerja keras untuk membiuskan paham-pahamnya ke semua lapisan masyarakat dan menggunakan situasi guncang akibat revolusi negro dan fitnah Khawarij untuk memepercepat pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Syiah Ismailiyah Qaramithah (Sekte 7 Imam) adalah penguasa Arabia Timur sejak tahun 1899 dengan Ibukota Al- Hasa Bahrain. Mereka satu sekte dengan Dinasti Fathimiyah Mesir, yaitu sama-sama sekte Ismailiyah, hanyasaja Dinasti Fathimiyah menolak ajaran 7 Imam versi Qaramitah.
Sekte Qaramitah yang sangat memuja mistisisme (aliran kebathinan) ini sangat radikal dan revolusioner, bahkan cenderung brutal. Tahun 900 mengalahkan militer Abbasiyah, tahun 902 mengepung Damaskus, tahun 906 membantai 20.000 jamaah haji, tahun 911 menguasai San'a dan Janad, tahun 927 menyerbu Ibukota Negara Abbasiyah Baghdad, tahun 928 memproklamirkan negara Qaramithah Darul Hijrah, tahun 929 kembali membantai jamaah haji dan mencuri Hajar Aswad, tahun 931 menyerbu Kufah, tahun 951 mengembalikan hajar aswad ke ka'bah dengan jumlah tebusan sangat besar, tahun 972 menyerbu Dinasti Fathimiyah di Cairo, tahun 974 menyerang Dinasti Fathimiyah di Ain Syams, tahun 976 mengalami kekalahan terhadap militer Abbasiyah dan tahun 1067 menyerah kepada Abdullah Bin Ali Al-Uyuni yang dibantu oleh Miter Dinasti Turki Seljuk. Abdullah Bin Ali Al-Uyuni kemudian mendirikan Negara Uyuni di bekas wilayah negara Qaramithah.

Pada saat Negara Teror Ismailiyah Qaramithah sedang merajalela di seluruh wilayah Abbasiyah, Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir, leluhur para Habib dan Syarifah, memutuskan untuk hijrah meninggalkan kota Basrah. Beliau dan rombongan keluarga besarnya melakukan hijrah pada tahun 929, bertepatan dengan tahun pembantaian Jamaah Haji dan perebutan Hajar Aswad oleh Negara Qaramithah.

Imam Al-Muhajir I adalah keturunan Rasulullah yang tidak mengikuti faham syiah, beliau cenderung pada faham Ahlussunnah Wal Jamaah yang lahir pada tahun 912, lahir di tengah-tengah teror Qaramithah. Posisinya yang tidak menganut faham syiah terancam, mengingat Syiah waktu itu mulai menguasai Ibukota Negara Abbasiyah. Tercatat ada tiga kelompok syiah yang sangat kuat saat Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir memutuskan untuk hijrah, yaitu Dinasti Buwaih, Dinasti Fathimiyah dan Dinasti Qaramithah. Dinasti Buwaih kemudian berkuasa secara resmi di Irak 4 tahun setelah Imam Al-Muhajir I hijrah.

Setibanya di Hadramaut, Imam Al-Muhajir I harus berhadapan dengan masyarakat Hadramaut yang waktu itu mayoritas menganut sekte Khawarij, satu sekte dengan masyarakat Oman. Sekte Khawarij adalah sekte radikal yang terkenal dengan tokoh Ibnu Muljam sang pembunuh Khalifah Ali Bin Abu Thalib ra. Imam Al-Muhajir I melakukan pendekatan persuasif dengan penuh sopan-santun sehingga masyarakat khawarij hadramaut beralih teologi ke Ahlussunnah Wal Jamaah.

DIASPORA BANI MUHAJIR.
Keturunan Imam Al-Muhajir I kemudian berdiaspora ke seluruh dunia terutama pantai Afrika Timur dan pantai India Barat. Dari pantai India Barat mereka mereka berdiaspora ke Asia Tengah bahkan ke Cina. Dari Cina dan India barat mereka bertemu di Campa (Cambodia dan Vietnam), dan dari Campa mereka berdiaspora ke seluruh wilayah nusantara.

Tentu saja alur diaspora yang saya tulis ini hanya satu versi, masih banyak versi lain tentang diaspora keturunan Imam Al-Muhajir I. Saya sengaja mengambil versi yang paling mainstream.
Diaspora keturunan Imam Al-Muhajir I ini pada awalnya bergelar Sayyid dan menyandang nama keluarga atau fam Azmatkhan dan Basyaiban. Sesampainya di tanah rantau mayoritas mereka hilangkan gelar sayyid dan nama keluarga tersebut, mereka lebih memilih gelar lokal tanah rantau seperti Kyai, Tubagus, Ajengan, Raden dan sebagainya. Penghilangan gelar Sayyid merupakan strategi canggih dalam dakwah islam di tanah rantau Bani Muhajir.

Hampir seluruh Sultan, Sunan, Kyai, Ajengan, Tuan Guru, Tubagus dan Raden di Indonesia merupakan keturunan Imam Al-Muhajir I, sedangkan Imam Al-Muhajir I merupakan keturunan ke-10 dari Fathimah Az-zahra ra. Fathimah Az-zahra ra adalah salah satu puteri Rasulullah SAW yang keturunannya dimuliakan dengan berbagai style oleh kaum Syiah dan sebagian kaum Sunni.

GENERASI HABIB
Setelah generasi Imam dan generasi Sayyid berubah gelar jadi Sunan, Sultan, Raden, Kyai, Ajengan, Tubagus, Tuan Guru dan sebagainya, datanglah rombongan diaspora gelombang terakhir.
Rombongan diaspora Bani Muhajir I gelombang terakhir ini sudah tidak bergelar Sayyid lagi, mereka bergelar Habib, dan dibelakang nama mereka menempel nama keluarga atau fam, diantaranya fam Assegaf, Al-Idrus, Alaydrus, Shihab, Shahab, Jamalullail, Al-Hadi, Al-Qadri, Mutahar, Shihab, Shahab, Bin Syech Abubakar, Tarbeh, Baabud, Al-Habsyi, Bachsin dll.

TRADISI NU DAN THARIQAH ALAWIYAH.
Nahdlatul Ulama pada awal kelahirannya dijuluki sebagai "hadramautisme" oleh Belanda, karena NU sangat menghormati para Bani Muhajir Hadramaut, baik yang bergelar Sayyid, Sultan, Raden, Kyai, Ajengan, Tubagus, Tuan Guru maupun yang bergelar Habib. Doktrin NU tentang penghormatan tersebut sangat kuat dan mengakar.
Namun kelompok diaspora Bani Muhajir gelombang terakhir memilih mendirikan lembaga tersendiri yang bernama Rabithah Alawiyah, dua tahun setelah berdirinya NU.
Rabithah Alawiyah berdiri berdasarkan akta Notaris Mr. A.H. Van Ophuijsen No. 66 tanggal 16 Januari 1928 dan mendapat pengesahan dari pemerintah Belanda pada tanggal 27 Desember 1928 (1346 H), yang ditandatangani oleh GR. Erdbrink (Sekretaris Pemerintah Belanda).
Untuk merealisasikan program-program Rabithah Alawiyah, beberapa waktu kemudian didirikan al-Maktab al-Daimi, suatu lembaga yang khusus memelihara sejarah dan mencatat nasab As-Saadah Al-Alawiyyin. Maktab ini telah melakukan pencatatan di seluruh wilayah Hindia Belanda Raya. Pada tanggal 28 Januari 1940, jumlah Alawiyin yang tercatat oleh Maktab Daimi berjumlah 17.764 orang.
Diaspora Bani Muhajir gelombang I (Azmatkhan) dan gelombang II (Basyaiban) tidak masuk dalam pembukuan nasab ala Rabithah Alawiyah, mungkin karena Diaspora Gelombang I dan gelombang II dinilai sudah tidak murni lagi, terlalu banyak melakukan kawin campur dengan pribumi nusantara.

FENOMENA BARU NU
Entah bagaimana asal mulanya, fenomena baru telah muncul di tubuh NU. Beberapa pimpinan NU sudah tidak segan lagi adu argumentasi dengan kelompok diaspora gelombang terakhir atau biasa disebut Alawiyyin atau Ba'Alawy atau Habaib. Bisa kita lihat di Youtube bagaimana para pemimpin dan tokoh NU sejak KH Abdurrahman Wahid hingga KH Said Aqil Siradj kerap berbalas pantun dengan para Habaib. Yang paling keras adalah adu argumentasi antara KH Abdurrahman Wahid (Bani Muhajir Gelombang I) dengan Habib Rizieq Shihab (Bani Muhajir Gelombang III).

HABIB NU dan HABIB eFPI
Pada tanggal 17 Agustus 1998 Habib Rizieq Shihab yang diduga mendapat back up penuh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) mendirikan Front Pembela Islam yang selanjutnya disingkat eFPI. Banyak Habaib yang bergabung dengan eFPI. Begitu lahir eFPI langsung menjadi salah satu organ Pam Swakarsa bentukan Panglima ABRI Jenderal Wiranto untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR RI 1998. Sejarah mencatat bahwa Pam Swakarsa kemudian terlibat bentrok berdarah dengan elemen gerakan reformasi yang terkenal dengan tragedi semanggi I. Paska tragedi semanggi, eFPI terus menerus terlibat dalam aksi kekerasan dan intoleran, yang menurut mereka merupakan Nahi Munkar.

Karena eFPI terlihat berbeda style dengan NU, maka sebagian Habib memilih tetap aktif di NU, tidak ikut terlibat dalam eFPI, dan sebagian habib lainnya memilih tidak aktif keduanya.
Habib yang aktif di NU antara lain Habib Luthfi Bin Yahya dan Habib Zein Bin Smith. Beliau berdua ada di jajaran Mustasyar PBNU. Penampilan Habib-habib NU rata-rata lembut, tenang dan tidak berapi-api, mereka berlanggam moderat.

TITIK TEMU SEKALIGUS TITIK PISAH.
Titik temu antara Bani Muhajir Gelombang I, II dan III sebetulnya sangat kuat, yaitu titik temu genealogis, sesama keturunan Fathimah Az-zahra ra dan titik temu teologis, yaitu sama-sama menganut teologi Ahlussunah Wal Jamaah.

Namun kedua titik temu tersebut kemudian menjadi titik pisah karena para Bani Muhajir gelombang III memunculkan Thariqah Alawiyah dan eFPI, sedangkan Bani Muhajir gelombang I dan II memunculkan Ahlusunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah dan Islam Nusantara.
Kita ikuti saja perkembangannya, mereka sama-sama Bani Fathimah Az-zahra ra.

SUMBER : Hubbul Waton Minal Iman
Editor : Joko Lelur Kemul Sarung
Ide : Penulis HWMI

7/21/2020

World Empire Kingdom adalah Sunda Empire Jilid II

Foto : World Kingdom Empire disinyalir sebagai penerus Sunda Empire

World Kingdom Empire muncul setelah Sunda Empire bubar. Kali ini pelaku dan anggota WKE adalah orang yang sama, siapa lagi kalau bukan Ketua LKIN (Lembaga Kontrol Independen Nasional) Muhammad Safri yang dulunya bekas pengikut UN Swissindo.

Muhammad Safri dikenal sebagai jurnalis dan ketua LSM yang memiliki pergaulan luas. Namun, sayangnya dia sangat bar-bar dan tidak ketulungan sintingnya.
Dia merupakan bagian dari antek-antek oposisi yang kerap memusuhi pemerintah tetapi tidak segan memungut uang bantuannya.

Muhammad Safri tergolong seorang pria yang licik, penuh tipu daya dan tidak takut melanggar hukum. Karena pada dasarnya dia memiliki mental seorang preman yang tidak kenal takut pada siapa pun. Muhammad Safri adalah kaki tangan pendiri Swissindo, Ir. Sugihartono alias Sino AS yang sempat masuk bui pada tahun 2017 lalu akibat kasus investasi bodong mengatasnamakan dana kemanusiaan PBB.

Semasa menjadi anggota UN Swissindo dia banyak menipu orang dengan metode ala Sunda Empire dan berniat menjadikan Pulau Sulawesi sebagai mercusuar dunia.
Halusinasi kekuasaan dan kehormatan inilah yang membuatnya gelap mata untuk memperkaya diri dengan uang pungutan dari anggota UN Swissindo.

Meski pendiri UN Swissindo sudah tertangkap, tapi Muhammad Safri merupakan satu-satunya anggota yang belum tertangkap akibat ulahnya menipu banyak orang dengan embel-embel dana abadi dari Bank Swiss. Alangkah lucunya orang satu ini, dia sendiri terjangkit wabah halusinasi seperti itu sejak jagoannya kalah dalam pemilihan presiden.

Ini memang pengaruh politik, kalau sudah menjual otak dan hatinya demi syahwat politik maka yang ada cuma bagaimana caranya bisa merebut kekuasaan tanpa harus mengikuti Pemilu.
Semoga saja dia sadar karena tindakkannya ini jelas salah dan mencoreng nama baik UN (United Nations) sebab Swissindo merupakan ormas tipu-tipu.

Jangan percaya dengan Muhammad Safri, mengaku sarjana bergelar Insinyur tapi gelarnya sendiri palsu. Nyatanya dia tidak pernah kuliah walau satu semester pun !
Dia cuma lulusan STM yang gagal dapat lowongan karena kehabisan kuota sehingga banting setir jadi preman budiman.

Modal gelar palsu, berbahasa ala orang intelek dan gemar sewa mobil tapi ujung-ujungnya dijual agar dapat uang untuk foya-foya. Mohon jangan percayai Muhammad Safri, dia itu penipu kelas ubur-ubur dan bisa dipastikan dia adalah maling yang paling sulit ditangkap.

Tapi, Gusti Ora Sare... Bung !
Oposisi Tetaplah Oposisi
Oposisi Adalah Golongan Ternista
Oposisi Cuma Ampas Yang Tiada Guna
Oposisi Sama Dengan Gelandangan Politik

2/05/2020

Kandidat Calon Pengganti Habib Rizieq, Sudah Pasti Habib Novel Bamukmin !

Foto : Ali Haidar Hasan alias Habib Novel Bamukmin, Ketua Presidium PA 212

Semakin lama kabar Imam FPI Habib Rizieq Shihab kian kurang jelas, apakah orang yang satu ini akan pulang ke tanah air atau tidak. Berhubung sang Imam sedang berada di Mekkah, Arab Saudi' maka komando kepemimpinan ormas FPI masih jadi tanda tanya.

Banyak orang yang bilang bahwa FPI akan segera mengganti Imamnya sehubungan atas ketidakhadiran Habib Rizieq Shihab selama proses pertarungan sengit melawan Pemerintahan RI dengan embel-embel Politik Bersyariah.

Sejauh ini ada sebuah kabar angin yang berhembus dari beberapa media mengatakan bahwa menantu Habib Rizieq Shihab, yakni Habib Hanif Al Attas sedang dipersiapkan menjadi Imam FPI Kedua.
Jelas ini mengundang rasa penasaran, kenapa Habib Hanif Al Attas digadang-gadang menjadi pemimpin FPI yang baru ?

Karena menurut silsilah keluarga, Habib Rizieq Shihab tidak memiliki anak laki-laki' maka otomatis hanya menantunya itu yang berhak mewarisi jabatan sebagai pimpinan tertinggi FPI.
Namun, perlu di-ingat bahwa tidak hanya Habib Hanif Al Attas yang menjadi kandidat calon Imam FPI yang baru, melainkan ada beberapa tokoh di dalam kubu FPI itu sendiri yang berpotensi menjadi pengganti Habib Rizieq Shihab.

Hal ini dikarenakan Habib Rizieq Shihab sudah lama percaya dengan para tangan kanannya itu selama bertahun-tahun bila dibandingkan dengan Habib Hanif Al Attas yang baru 2 tahun menjadi menantu Imam FPI tersebut.

Salah satunya Ali Haidar Hasan atau biasa dipanggil Habib Novel Bamukmin, dia adalah orang kepercayaan Habib Rizieq yang sudah lama menjadi senjata ampuh FPI saat memimpin razia dan sweeping pada saat Bulan Ramadhan, Hari Natal, Tahun Baru dan Hari Valentine.

Habib Novel Bamukmin sudah bergabung dengan FPI sejak akhir tahun 1998 setelah dipecat dari pekerjaannya sebagai Pegawai Restoran Pizza Hut. Pasca dipecat, Habib Novel Bamukmin bergabung dengan FPI sebagai Second In Command atau komandan lapangan barisan militan Laskar Penegak Syariah FPI.

Sepak terjang Habib Novel Bamukmin tidak perlu diragukan lagi, mengingat berbagai aksi massa yang dilakukan oleh FPI selalu dipimpin oleh pria yang berasal dari Petamburan itu.
Bahkan ia dikenal sebagai sosok yang disegani diantara kalangan militan FPI, sikapnya yang pemberani dan suka berkata kasar menjadi pemacu semangat para laskar FPI untuk melakukan razia setiap malam hari demi menjaga ketentraman dan ketertiban.

Bahkan menurut catatan Kepolisian, Habib Novel Bamukmin sering terlibat baku hantam dengan aparat saat mencoba melakukan razia. Pernah suatu ketika Habib Novel Bamukmin memukuli seorang anggota Satpol PP pada saat perebutan sasaran razia disebuah tempat hiburan malam.

Kejadian ini membuat Habib Novel Bamukmin harus berurusan dengan hukum, bahkan orang ini pernah dipenjara 6 bulan akibat kasus tersebut. Cuma sayangnya berita ini tidak terpublikasi oleh media karena ini merupakan catatan pribadi anggota FPI yang pernah menjadi bawahannya.

Kalau soal melawan Pemerintah, Habib Novel Bamukmin sangat getol menyuarakan Anti Pancasila dan menyuarakan Pro Pemerintahan bersyariah. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika Habib Novel Bamukmin diangkat sebagai Imam FPI yang baru. Tentu ada untungnya dan ada ruginya, mengingat Habib Novel Bamukmin bukanlah seorang Habib sungguhan, tetapi Habib gadungan yang diangkat sebagai tangan kanan Habib Rizieq.

Akan seperti apa jalan ceritanya jika Habib Novel Bamukmin dijadikan Imam FPI yang Kedua, sedangkan Habib Hanif Al Attas sebagai menantu Habib Rizieq Shihab' apakah iya harus tunduk dan patuh kepada orang yang jelas-jelas bukan Habib seperti Novel Bamukmin ?

(Selesai)

11/16/2019

Andai Habib Rizieq Tiada, FPI Akan Mengalami Dualisme (Matahari Kembar)

 Gambar : Bendera FPI

Membayangkan jika FPI mengalami masa-masa sulit, kuat kemungkinan akan muncul dualisme kepemimpinan. Itu akan terjadi setelah Habib Rizieq tiada, entah kapan masa-masa terpuruk FPI dimulai tiada seorang pun yang tahu kecuali Tuhan.
Dualisme kepemimpinan FPI dipicu oleh persaingan antara dua kelompok yang dulunya dipersatukan oleh sang Habib.

Novel Bamukmin, Slamet Ma'arif dan Munarman adalah trio solid yang selama ini menjadi tangan kanan sekaligus orang paling dipercaya oleh Habib Rizieq.
Ketiganya bisa jadi berusaha mempertahankan FPI agar tidak dikuasai atau dihancurkan oleh pihak lain. Ketiga tokoh penting ini mengaku sudah setia mempertahankan FPI agar tidak goyah dari ancaman pihak yang memusuhi mereka.

Namun, ada kelompok yang memang benar-benar menginginkan hak berkuasa atas FPI. Siapa lagi kalau bukan Keluarga Besar Habib Rizieq sendiri yang dikemudian hari akan dipimpin oleh menantu lelakinya, ialah Habib Hanif Al Athos.

Habib Hanif Al Athos merasa lebih berhak memimpin FPI karena terhitung seorang ulama keturunan trah Alawiyah murni.
Seolah FPI hanya boleh dipimpin oleh keturunan trah Alawiyah dari berbagai marga, asalkan harus orang keturunan Hadramaut dan bukan ulama pribumi lokal macam Novel Bamukmin, Munarman atau Slamet Ma'arif.

Habib Hanif Al Athos menilai ketiganya dianggap tidak pantas memimpin FPI karena bukan golongan ulama dan hanya sebatas tangan kanan.
Tokoh-tokoh FPI dari kalangan Pribumi jelas diremehkan karena hanya sekedar menjadi sahabat dan cuma sebagai senjata cadangan.

Habib Rizieq mendirikan FPI hanya untuk kepentingan umat Islam (Yang Sepaham Dengannya) dan tidak untuk umat Islam (Yang Tidak Sepaham Dengannya).
Otomatis, orang yang berada diluar lingkungan keluarga Habib Rizieq sulit diwarisi jabatan sebagai Imam Besar FPI. Ini bisa memuluskan Habib Hanif Al Athos mendapat gelar sebagai penerus tahta Habib Rizieq.

Kendati Habib Hanif adalah keturunan trah Al Athos sedangkan Habib Rizieq adalah keturunan trah Shihab, maka marga Al Athos dan Shihab masih satu klan karena dirunut dari silsilah sama-sama keturunan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib.

Ditambah kuatnya posisi Habib Hanif Al Athos ini juga mendapat dukungan dari sesama Habib. Termasuk dukungan dari Habib Bahar Sumayth (Smith) yang memimpin sayap kanan FPI, Majelis Pembela Rasulullah/MPR.

Kelompok keluarga Habaib dan kelompok pribumi yang sama-sama mengurus FPI diprediksi akan saling sikut-sikutan merebut tahta sebagai Imam FPI Kedua.
Namun, Habib Rizieq sudah mewanti-wanti agar semua pengikut setianya tidak terbelah menjadi dua kelompok.

Jika ada yang membela Novel Bamukmin atau ada yang membela Habib Hanif Al Athos, maka sebagai orang paling dipercaya untuk mengurus FPI sejatinya Novel Bamukmin.

Sebab, Novel Bamukmin adalah asisten pribadi Habib Rizieq yang kerap berada di sampingnya. Dimana pun sang Habib berada, Novel Bamukmin selalu ada disitu menjadi tangan kanan paling dipercaya.

Ditambah Munarman merupakan pengurus struktural paling bagus dan sangat cermat. Lantas Slamet Ma'arif merupakan Ketua DPC FPI yang sangat getol menjalankan ormas itu tanpa kenal lelah. Kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya setelah dualisme kepemimpinan FPI menjadi polemik paling tidak di inginkan.

Celakanya lagi kalau sampai Pemeintah ikut mengintervensi pergantian kepengurusan Imam Besar FPI yang baru, sudah pasti akan jadi bahan olok-olok dan umpatan dari saingan-saingannya termasuk NU dan Muhammadiyah yang sudah solid secara finansial.

FPI memang bukan ormas yang memiliki pendanaan yang baik, karena sering mengalami pasang surut akibat beberapa kasus-kasus kriminal yang dilakukan oleh para antek-antek dan pengikutnya.

Kita berharap semoga FPI bisa dibubarkan atau paling tidak direformasi, sebab kalau tidak dilakukan maka perangai orang-orang di dalamnya bisa mengancam stabilitas negara yang bermula dari aksi-aksi intoleran.

(Selesai)

4/28/2019

Sholat Subuh Di Stadion ala Oposisi

Foto : Stadion Utama Gelora Bung Karno

Kemarin, menjelang Pemilu kita dihebohkan oleh Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di Monas dan Stadion Gelora Bung Karno. Kalau dilihat betul-betul, seharusnya hal seperti itu juga harus dilakukan setiap hari.

Jangan cuma ketika memasuki musim politik, hal semacam itu terjadi sebagai alat meraih dukungan. Kalau bisa nanti saat Ramadhan tiba, Gerakan Sholat Subuh Berjamaah itu harus dilakukan setiap hari selama 30 hari non stop.

Supaya orang tidak curiga bahwa peristiwa unik tersebut hanya terjadi pada tahun politik tetapi juga dilanjutkan hingga seterusnya.
Hitung-hitung agar masjid tidak sesak akibat membludaknya jamaah sholatnya.

Sholat Subuh Berjamaah memang merupakan sebuah moment yang langka di era millenial ini.
Sebab, kedua orang tua kita sudah tidak lagi mengajak untuk sholat subuh berjamaah karena tidak ada yang bangun tidur tepat waktu. Bapak kita bangun pagi-pagi sekali karena tertidur pada jam 8 malam. Begitu bangun waktu menunjukkan jam 2 dini hari, maka itulah waktu yang mustajab untuk sholat malam.

Ibu kita bangun pagi-pagi bukan karena ingin ikut sholat malam dengan Bapak, tetapi bagun karena hendak mencuci baju kotor yang tertumpuk di ember.
Sedangkan kita sebagai anak-anaknya justru terlambat bangun karena alasan masing-masing yang menurut orang tua dianggap sepele.

Kakak terlambat bangun karena baru tertidur jam 12 malam setelah pulang berkencan di rumah pacar, sedangkan adik terlambat bangun dan tidak jadi sholat subuh karena mengalami menstruasi yang mengharuskannya seminggu menepi dari kain mukena.
Itulah potret kehidupan era kini yang sudah bukan rahasia lagi, kenapa satu keluarga tidak pernah sholat subuh berjamaah ?

Jangankan sholat subuh berjamaah dengan keluarga sendiri, sholat subuh berjamaah di masjid saja malas karena buang-buang waktu.
Apalagi kalau ikut sholat subuh berjamaah di lapangan karena diundang pimpinan ormas yang berafiliasi dengan kubu oposisi ?

Mau dibilang apa coba ?
Kalau sholat subuh berjamaah saja dilatar belakangi kepentingan politik, apalagi kalau dilatar belakangi oleh jam bangun tidur !

Ditambah sholat subuh itu memang sulit diwujudkan dalam bentuk sholat berjamaah. Paling-paling sholat subuh berjamaah itu ramainya ketika sudah memasuki bulan ramadhan.
Karena hendak diselenggarakan kuliah subuh, otomatis warga rela bangun pagi-pagi sekali demi event tahunan itu.

Kita boleh bicara jujur, bahwasanya sholat adalah ibadah seumur hidup yang tidak boleh ditinggal' tetapi jikalau sholat itu dipakai untuk mengundang simpati dan pujian agar dinilai baik budi pekertinya itu jelas sebuah kekeliruan fatal.
Manusia yang berbudi pekerti luhur itu tidak perlu pamer wajah tanpa dosa bagaikan malaikat. Tetapi berpenampilan apa adanya, bukan ada apanya !

(Selesai)