Tampilkan postingan dengan label Produk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk. Tampilkan semua postingan

8/05/2019

Movistar : Sponsor yang kerap ganti tim (Part 05)

Foto : Valentino Rossi 2003, musim terakhirnya bersama Honda

Hengkangnya Valentino Rossi dari Honda ke Yamaha membuat HRC memutar otak untuk mencari penggantinya. Meski Alex Barros sudah sepakat menggantikan Valentino Rossi di Repsol Honda' tetapi HRC lebih fokus membina sekaligus mengangkat tim Telefonica Movistar Honda Gressini menjadi tim pabrikan penuh yang dimana ada Sete Gibernau sebagai aktor utamanya. 

Sete Gibernau sejatinya sudah kebelet ingin pulang ke Repsol Honda seusai Rossi hengkang ke pabrikan rival (Yamaha), akan tetapi Sete Gibernau masih terhalang sponsor lantaran pihak Telefonica Movistar tidak mengizinkan pria bernama asli Manuel Bulto Gibernau itu kembali membesut Honda. 

Terhalangnya Sete Gibernau kembali ke Repsol Honda tidak lepas dari pengaruh Telefonica Movistar yang amat kuat membantu karir sang pembalap sejak bekerjasama pada tahun 2001 silam. Inilah yang menjadi pemicu diangkatnya status tim Telefonica Movistar Honda Gressini menjadi tim pabrikan penuh selain Repsol Honda. 

Tidak hanya itu, Camel Honda Pons juga merasakan hal serupa dimana statusnya juga berubah menjadi tim pabrikan penuh. Itu artinya Honda memiliki 3 tim berstatus pabrikan semua dalam satu musim untuk pertama kalinya dalam sejarah. 

Pasalnya, rahasia motor RC211V yang terkenal cepat dan kencang itu kini berada ditangan Valentino Rossi guna pengembangan motor YZR M1 yang jenis mesinnya berbeda dengan yang tadi. 
Honda memakai mesin V4 sedangkan Yamaha memakai mesin Inline 4 yang cuma dipasangi satu knalpot saja.  

HRC yang kelimpungan mencari pengganti Valentino Rossi akhirnya memutuskan untuk mempersenjatai Max Biaggi dan Sete Gibernau dengan mesin full factory untuk menggagalkan usaha Valentino Rossi menjadi juara dunia musim 2004. 

Tidak hanya itu, rekan se-tim Max Biaggi di Camel Honda Pons' Makoto Tamada juga ditunjuk sebagai pembalap pabrikan penuh dengan catatan si pembalap asal Jepang itu memakai merek ban yang berbeda dengan Max Biaggi. Makoto Tamada yang dikontrak sponsor ban Bridgestone sejak debutnya di tahun 2003 lalu akhirnya menggunakan ban tersebut selain merek ban Michelin yang masih direkomendasikan oleh FIM dan Dorna Sports. 

Rekan se-tim Sete Gibernau di Telefonica Movistar Honda Gressini, Colin Edwards si Texas Tornado juga memakai mesin dengan spek baru tetapi dengan settingan ala motor Superbike. Sementara itu tim Repsol Honda yang diperkuat Nicky Hayden dan Alex Barros masih didaulat sebagai pembalap pabrikan resmi pasca Rossi cabut dari tim itu. 

Sayangnya usaha Honda sia-sia belaka, Sete Gibernau dan Max Biaggi gagal menggusur Valentino Rossi dari klasemen sementara kelas MotoGP musim 2004. Sejauh ini, Sete Gibernau hanya mengoleksi 4 kemenangan dan 6 podium. Sedangkan Max Biaggi cuma mengoleksi 1 kemenangan dan 8 podium. 

Ironinya lagi, tim Repsol Honda malah tidak menang satu seri pun dalam semusim' mereka hanya mengoleksi 6 podium. Alex Barros 4 kali naik podium dan Nicky Hayden hanya 2 kali naik podium ditambah 1 kali absen di GP Estoril Portugal. 

(Bersambung)

1/23/2019

Movistar : Sponsor yang kerap ganti tim (Part 04)

                                          Foto : Honda RC211V spek Pabrikan tahun 2004

Daijiro Kato dan Sete Gibernau berduet untuk menantang juara bertahan Valentino Rossi di musim 2003, dari hasil testing di Sepang International Circuit membuktikan bahwa tim milik Fausto Gressini tersebut menjadi kandidat kuat guna memperebutkan gelar konstruktor tim di MotoGP.

Sayangnya, takdir berkata lain...
Daijiro Kato wafat setelah mengalami kecelakaan di tikungan zig-zag terakhir menuju garis finish, padahal waktu itu balapan baru saja dimulai dengan Loris Capirossi sebagai pemimpin balapan lewat motor Ducati GP3 nya. Daijiro Kato wafat setelah mengalami koma hingga menjelang GP Afrika Selatan dimulai. Fausto Gressini bersedih atas kejadian naas yang dialami oleh pembalap terbaiknya itu, sebagai tradisi di dalam tim balap manapun' pembalap nomor dua langsung dipromosikan sebagai pembalap nomor satu.

Sete Gibernau pun didaulat sebagai penerus perjuangan Daijiro Kato, dipilihnya Gibernau sebagai pengganti menjadi penanda awal kebangkitan pembalap kelahiran Catalan yang berdinas untuk bendera Spanyol di MotoGP pada era balap mesin 4 tak. Kemenangan Sete Gibernau di GP Afrika Selatan mulanya cuma sekedar untuk menghormati Kato. Namun, Gibernau didesak oleh sponsor untuk mempolitisasi dunia balap agar rivalitas antara Valentino Rossi dengan Max Biaggi putus.

Telefonica Movistar selaku sponsor mendukung penuh langkah strategis Sete Gibernau untuk mengulang kesuksesan Alex Criville di MotoGP. Tidak hanya di kelas tertinggi, di kelas terendah pun begitu juga' dimana Dani Pedrosa yang juga disuplai oleh Honda dan disponsori oleh Telefonica Movistar ikut bertempur merengkuh gelar juara dunia untuk kategori kelas 125cc. Sedangkan di kelas 250cc sendiri ada duo Spanyol yakni Toni Elias dan Fonsi Nieto yang berdinas untuk tim Telefonica Movistar Repsol Aspar Team dengan mesin Aprilia RSV 250.

Pasca wafatnya Daijiro Kato, Fausto Gressini mendapat surat dari HRC untuk kembali merekrut pembalap Jepang. Fausto pun menerima dengan senang hati, waktu itu HRC mengirim salah satu pembalap jebolan akademi HRC yaitu Ryuichi Kiyonari.

Kiyonari pun terpilih menjadi pendamping Gibernau, namun sayangnya akibat praktik politik yang dilakukan oleh Telefonica Movistar membuat Kiyonari cuma bisa pakai motor Honda RC211V versi tahun 2002 dengan chassis dan frame tahun 2003.

Sete Gibernau mendadak sukses instan setelah menjadi pewaris tahta Daijiro Kato, penampilan impresifnya di GP Perancis membuat Gibernau kembali dilirik mantan tim-nya, Repsol Honda.
Repsol Honda sudah ancang-ancang untuk memulangkan Gibernau untuk disandingkan dengan Valentino Rossi supaya dominasi Honda berlanjut.

Kabar tidak sedap ini terdengar sampai ke telinga Valentino Rossi, ia menganggap jika diduetkan dengan Gibernau maka akan jadi perang saudara se-tim layaknya di era 500cc dahulu antara Mick Doohan dengan Alex Criville. Menyadari posisinya hendak dijungkal oleh Sete Gibernau yang sudah mengoleksi 4 kemenangan dan 6 podium selama musim 2003, Valentino Rossi memilih hijrah ke Yamaha sambil membawa mekanik pribadinya' Jeremy Burgess.

Pihak Repsol Honda sendiri sudah tahu Rossi akan cabut dari tim raksasa nan bergengsi itu karena rencana agar bisa diduetkan dengan Gibernau. Rossi yang sudah mengetahui kelemahan motor Honda RC211V ikut mengembangkan motor Yamaha YZR M1 agar bisa bersaing dengan Honda RC211V milik Sete Gibernau.

Rossi pergi dari Honda, Yamaha menyambutnya dengan penuh suka cita karena kehadiran "The Doctor" mampu memotivasi tim garputala itu untuk kembali sukses di kejuaraan dunia MotoGP sejak tahun 1992 silam mengecap gelar juara.

Perang antara Yamaha melawan Honda pun kembali berkobar sejak tahun 1992, kali ini Sete Gibernau tetap berbaju Telefonica Movistar Honda Gressini dan tidak jadi dipulangkan ke Repsol Honda. Sedangkan di Repsol Honda justru malah Alex Barros yang menggantikan Valentino Rossi' ini bukan tanpa alasan kenapa Repsol Honda merampas pembalap asal Brazil itu dari Yamaha.

Yamaha sudah ditempati Rossi, Honda malah mempromosikan Barros sebagai pengganti Rossi karena dulu Barros pernah dijanjikan gabung ke tim pabrikan saat masih membela West Honda Pons Racing. Namun, akibat kontraknya dengan Pons Racing tidak diperpanjang' Barros pilih bergabung ke Yamaha menemani pembalap asal Perancis, Olivier Jacque.

Barros mengungkapkan mengapa dulu ia gagal menjadi pendamping Valentino Rossi di Repsol Honda pada musim 2003' karena waktu itu HRC selaku perusahaan yang membuat motor RC211V memilih pembalap asal Amerika Serikat, Nicky Hayden sebagai tandem Valentino Rossi.

Dari segi usia, Nicky Hayden jelas sama-sama mudanya dengan Valentino Rossi' akhirnya demi menaikan popularitas MotoGP' muncul pembalap-pembalap muda yang berbakat dan punya kharisma tersendiri dimata pemirsa.

(Bersambung)


10/23/2018

Movistar : Sponsor yang kerap ganti tim (Part 03)

Gambar : Kenny Roberts, 2000

Tahun 2002 merupakan tahun yang menjadi sejarah bagi dunia balap motor, dimana pada masa itu motor 500cc 2 tak digantikan oleh motor 990cc 4 tak. Suzuki yang masih menggandeng Telefonica Movistar sebagai sponsor tentu banyak mengeluarkan dana segar untuk pabrikan asal Hammamatsu, Jepang itu. Kenny Roberts Jr tetap dipertahankan sebagai pembalap utama bersama Sete Gibernau, namun pendanaan yang dilakukan Telefonica Movistar tidak mampu membawa Suzuki juara lagi sampai saat ini. Mengingat jenis chassis yang digunakan Suzuki sebetulnya merupakan monokok motor terdahulu, yakni RGV 500.

Suzuki sebenarnya sudah memproduksi mesin 990cc 4 tak sejak akhir tahun 2000 sebagai antisipasi atas berkembangnya isu mesin 2 tak diganti oleh 4 tak. Namun, persiapan ini tidak diimbangi dengan regulasi chassis sehingga dalam kondisi darurat' mereka menggunakan chassis RGV 500 untuk motor 4 tak yang akan berkompetisi nanti, GSV-R.

Sebuah ironi yang membuat Suzuki harus mengakui kehebatan pabrikan yang lain adalah keterlibatan Telefonica Movistar tidak dianggap berguna lantaran uang dari perusahaan telekomunikasi tersebut mubazir hanya untuk mendanai pembalapnya saja tapi tidak untuk mendanai pembuatan motor.

Alhasil, Kenny Roberts Jr hanya mencetak sebuah podium di GP Brazil saja dan itu pun saat balapan dalam kondisi hujan deras lantaran sang pembalap memang ahli di jalur basah. Sedangkan Sete Gibernau hanya empat kali masuk 10 besar dan paling sering mengalami kecelakaan' entah saat kualifikasi maupun balapan.

Pihak Telefonica Movistar sendiri sudah meminta Gibernau untuk angkat kaki dari Suzuki karena tim tersebut gagal membayar hutang akibat kegagalan dalam misi merebut gelar juara individual dan konstruktor pada musim 2002 silam. Gibernau pun memutuskan untuk hengkang dari Suzuki karena sering dikecewakan oleh kru balapnya lantaran mesin motor yang jelek dan merasa dianaktirikan oleh management Suzuki yang lebih mendewakan Kenny Roberts Jr.

Kontan saja, Sete Gibernau menghubungi Fausto Gressini yang kebetulan sedang butuh pembalap pendamping di timnya untuk musim 2003 menemani Daijiro Kato yang sukses menjadi rookie of the year versi Dorna Sports dan FIM. Sete Gibernau bersedia memulangkan Telefonica Movistar ke Honda asalkan ia diberi motor yang tenaganya lumayan.

Fausto Gresini menyanggupi permintaan Gibernau dan masuklah ia ke tim Gressini Racing, waktu itu Gibernau dengan senang menerima kontrak eksklusif dari Honda lewat Fausto Gressini sebagai perantara. Hal ini dikarenakan, Gibernau dulunya bekas pembalap Honda pabrkan di era 90an.

Sementara itu sponsor rokok Fortuna dibajak oleh Carlos Checa karena kontraknya diputuskan sejak Desember 2002, kemudian Fortuna bergabung dengan Yamaha sampai tahun 2005. Gibernau sendiri bisa bernafas lega setelah Telefonica Movistar mau menjadi pendonor finansial untuk tim Gressini Racing pada musim 2003.

Duet Daijiro Kato dari Jepang dan Sete Gibernau dari Spanyol diumumkan pada sesi pra musim yang diselenggarakan di sirkuit Sepang Malaysia pada bulan Januari 2003. Daijiro Kato menjadi pembalap ketiga pabrikan, sedangkan Sete Gibernau menjadi pembalap yang menggunakan mesin spesifikasi lama dengan chassis baru.

(Bersambung)

9/05/2018

Movistar : Sponsor yang kerap ganti tim (Part 02)

 Gambar : Logo Movistar antara tahun 2005-2017

Lepas dari Pons Racing, Movistar pun diajak gabung dengan Suzuki Grand Prix Team yang waktu itu dianggotai oleh pembalap asal Amerika Serikat, Kenny Roberts Jr dan pembalap asal Jepang' Nobuatsu Aoki.

Nama sponsor pun berubah dengen menyertakan embel-embel Telefonica pada livery Suzuki' inilah yang akhirnya dikenal sebagai Telefonica Movistar Suzuki. Musim tahun 2000, Telefonica Movistar sukses mendanai pembuatan motor Suzuki RGV 500 sebagai tunggangan Kenny Roberts Jr.

Dan ditahun itu pula Kenny Roberts Jr berhasil menjadi juara dunia setelah finish kala membalap di sirkuit Jacarepagua, Brazil. Sementara yang memenangkan balapan di sana adalah Valentino Rossi yang menyabet gelar Rookie of The Year versi Dorna Sports.

Tahun 2001, Telefonica Movistar masih membalut seragam Suzuki' tapi kali ini nasih Suzuki tidak segemilang tahun lalu yang mampu mengantongi gelar individual. Justru nasib tidak menentu dialami tim Suzuki ketika Telefonica Movistar menyodorkan seorang pembalap bernama Sete Gibernau untuk menggantikan Nobuatsu Aoki sebagai tandem Kenny Roberts Jr.

Suzuki tidak keberatan dengan usulan Telefonica Movistar, lagi pula Sete Gibernau baru saja putus kontrak dengan Repsol Honda HRC seusai menjadi pelapis Mick Doohan sejak musim 1999.
Hadirnya Sete Gibernau di Suzuki memicu rumor bahwa pembalap dari spanyol itu masuk tim Suzuki karena dipecat secara tidak hormat oleh Honda lantaran hanya mampu meraih poin dari podium tanpa kemenangan.

Gibernau membantah rumor itu, ia mengatakan bahwa ia tidak bernafsu jadi yang nomor satu di Honda lantaran di sana masih ada Alex Criville yang didukung Repsol dan Tadayuki Okada yang merupakan test rider resmi HRC. Otomatis Telefonica Movistar hanya bisa melihat tim yang mengontraknya sebagai sponsor terseok-seok akibat inkonsistensi Kenny Roberts Jr.

Tapi untungnya, di balapan seri sirkuit Valencia' Sete Gibernau berhasil menyumbang kemenangan terakhir Suzuki di kelas 500cc ketika balapan dalam keadaan basah. Bahkan Kenny Roberts Jr yang mahir mengendarai motor di sirkuit basah juga ikut meraih untung dengan merengkuh podium.

Di tahun 2001 inilah Suzuki akhirnya mengakhiri masa dinas motor RGV 500 setelah mendengar kabar bahwa mesin 2 tak 500cc akan diganti dengan mesin 4 tak 990cc yang kecepatannya jauh lebih kencang dan dahsyat.

Akhir musim tahun 2001, Telefonica Movistar Suzuki melakukan test untuk motor barunya yang diberi nama Suzuki GSV-R. Kedua pembalap utama tim tersebut juga ikut test agar bisa beradaptasi dengan baik mengingat ini sudah bukan lagi kompetisi balap motor 2 tak.

(Bersambung)

Movistar : Sponsor yang kerap ganti tim (Part 01)

 Gambar : Telefonica Movistar

Siapa yang tidak kenal dengan Movistar, tentu anda sudah akrab dengan sebutan ini mengingat Movistar adalah sponsor resmi tim balap Yamaha di MotoGP.
Tapi tahukah anda, sejak kapan Movistar muncul ke permukaan ?

Berawal di tahun 1995, perusahaan milik kerajaan spanyol' Telefonica memutuskan untuk menciptakan produk telekomunikasi baru agar dapat akrab dengan anak muda di negeri matador tersebut supaya tidak tertarik menggunakan produk telekomunikasi dari negara lain, terutama Vodafone dari Inggris.

Telefonica membentuk Movistar dengan target memperoleh keuntungan minimal sehingga produk ini bisa dinikmati oleh seluruh kalangan terutama kaum miskin. Dipatok dengan harga murah, Movistar menjadi produk andalan masyarakat spanyol dalam berkomunikasi.

Produk-produk milik Movistar diantaranya Kartu Seluler untuk telepon genggam, Kartu Telepon Umum dengan nilai saldo berbeda, Layanan Sambungan Internet Rumahan dan Penyedia Siaran Televisi Berbayar. Keuntungan dibalik berdirinya Movistar adalah bangkitnya cinta masyarakat dengan produk buatan dalam negeri agar tidak sering mengandalkan atau bahkan membeli produk dari negeri lain.

Masuk tahun 1997, Movistar terlibat sebagai sponsor yang menyokong kemajuan bidang pendidikan dan kebudayaan serta olahraga. Yang paling ketara saat Movistar ditunjuk sebagai sponsor resmi ajang balap motor kelas dunia MotoGP. Tidak hanya itu, Movistar juga menjadi sponsor tim balap motor yang diketuai oleh Sito Pons yang bernama Movistar Honda Pons Racing.

Kala itu, Pons Racing baru saja mengakhiri masa kontraknya dengan merek rokok Fortuna' tanpa pikir panjang dan bertele-tele' Movistar langsung dikontrak Pons Racing. Motif livery tim yang dulunya berwarna merah segera diganti dengan warna biru.

Kerjasama antara Movistar dengan Pons Racing terjalin sejak tahun 1997 s/d 1999, sudah 3 tahun Pons Racing menjalin partnership yang melahirkan prestasi membanggakan. Bahkan sudah beberapa kali Pons Racing kerap ketiban untung semenjak ganti sponsor.

Tahun 1997, Pons Racing mempertahankan duet all spanish ridernya yakni Alberto Puig dan Carlos Checa yang sudah dikukuhkan sejak musim 1996 kala masih bersponsorkan rokok Fortuna. Kali ini Pons Racing lebih mengandalkan kehebatan Carlos Checa yang semula hanyalah pembalap pengganti saat Alberto Puig mengalami kecelakaan menyakitkan di sirkuit Le Mans pada tahun 1995.

Sebetulnya Carlos Checa pernah meraih 2 kemenangan saat membalap di sirkuit Catalunya pada tahun 1996 seusai bertarung sengit melawan Alex Criville dan Mick Doohan dari tim pabrikan Repsol Honda HRC serta membalap di sirkuit Jarama yang berlokasi di kota Madrid pada tahun 1998 seusai mengalahkan Norick Abe dari tim Yamaha Rainey.

Sebenarnya Pons Racing bisa saja memperpanjang kontrak Carlos Checa dengan syarat HRC harus memberinya mesin Honda NSR 500 versi pabrikan. Namun, Checa yang sudah kebelet ingin menaiki motor spek pabrikan akhirnya hijrah ke Yamaha seusai diajak Max Biaggi.

Untuk mengisi kekosongan, pada tahun 1999 Sito Pons membajak pembalap asal Brazil yakni Alex Barros dari tim Honda Gresini untuk menunggangi motor peninggalan Carlos Checa dan sebagai rekan setim' dipilihlah Juan Bautista Borja yang sebelumnya menggeber motor buatan negara swiss, Elf 500.

Meski Barros tidak sebagus Checa, tapi raihan poin Barros lebih banyak dibanding Checa karena sang pembalap lebih menggunakan konsistensi dibanding kemampuan menyalip, mengingat Pons Racing hanya dibekali mesin Honda NSR 500 versi customer yang dahulunya merupakan motor bekas tunggangan Alex Criville di Repsol Honda.

Hasil balap yang konsisten membuat Alex Barros diperpanjang kontraknya hingga tahun 2002 dan setahun kemudian pada tahun 2000 ia bertandem dengan Loris Capirossi' juara dunia kelas 250cc dan 125cc yang waktu itu jadi rival Valentino Rossi.

Namun alangkah malangnya Pons Racing saat hendak memasuki musim tahun 2000, Movistar yang merupakan anak perusahaan Telefonica justru pergi dan memilih bergabung dengan Suzuki atas ajakan Kenny Roberts Jr. Tentu ini merupakan pukulan telak karena Pons Racing benar-benar sudah kehilangan sponsor. Lantas Pons Racing pun meminta bantuan pembalapnya yang mampu mencari sponsor baru yang lebih bagus dan banyak uangnya' untung perusahaan elektronik asal Brazil' Emerson mau menjadi sponsor utama dengan durasi kontrak 1 tahun.

(Bersambung)

2/05/2016

DIJUAL ! Memori Micro SD Bekas Bermerek "V-GEN"



Dijual !
Memori Micro SD Bekas bermerek "V-GEN"
Ukuran Kuota 2 GB, Masing-masing ada 2 keping.

Harga Rp. 100.000,- untuk satu keping kartu memori Micro SD

Kondisi : Masih Berfungsi, Belum Pernah Rusak, Bebas Virus dan Belum Pernah Basah Tersiram Air

Bagi ada yang berniat membelinya, silahkan hubungi 083861611462 atau 085870495149
Atau bisa datangi rumah saudara Al'Insani Farkhan yang beralamat di :

Rumah No. 4 Desa Kendalserut RT.04 RW02, Kec. Pangkah, Kab. Tegal

Berhubung barang hanya ada 2 keping, maka kami tidak punya stok tambahan selain yang disebutkan tadi.

Kami sangat berterima kasih bila anda ingin membeli barang tersebut dengan menghubungi penjual atau langsung bertemu dengan penjual di rumahnya.

Kami haturkan terima kasih atas perhatian anda karena telah membaca iklan ini.


8/21/2014

Gauloises : Ternyata itu merek "Rokok" !


Gambar : Logo Rokok "Gauloises"

Kalian pernah melihat gambar ini di motornya Valentino Rossi ?
Sudah pasti pernah dong, yaialah... wong namanya sponsor tim' udah pasti mereknya begini nich...
Ngomong-ngomong soal merek sponsor, sejak dahulu kala dunia balap identik dengan sponsor berbau perusahaan tembakau dan minuman beralkohol.

Gauloises adalah satu-satunya merek rokok yang pernah menjadi sponsor di kejuaraan balap motor kelas dunia MotoGP. Diperkirakan sejak era 80an Gauloises sudah menjadi sponsor di kejuaraan balap bergengsi tersebut. Terlebih ketika menjadi sponsor tim garputala Yamaha Factory Racing.

Kelihatannya Marlboro masih pantas menjadi sponsor tim Yamaha waktu itu, namun karena waktu itu nilai kontraknya terlalu mahal' maka Yamaha tidak memperpanjang kontraknya dengan Marlboro.
Dan pada tahun 2003 Yamaha memilih Gauloises dan Fortuna sebagai sponsor.

Tujuan dipilihnya merek rokok sebagai sponsor tim waktu itu adalah sebagai penyandang dana untuk membiayai pembalap, mekanik, kru paddock dan umberella girl yang bekerja di dalam tim tersebut.
Bukan berarti rokok yang menjadi merek tim balap tersebut menjadi bagian dari "konsumsi".

Sejujurnya pembalap memang dilarang merokok, tetapi masih banyak tim-tim balap motor maupun tim-tim balap mobil yang tetap menggunakan sponsor rokok sebagai penyandang dana. Karena perusahaan yang memiliki merek rokok tersebut punya dana besar untuk membiayai tim yang mengontraknya.

Biaya kontraknya di taksir antara puluhan juta dollar hingga triliyunan dollar, kalau soal membiayai merekalah jagonya. Namun, akibat peraturan ketat yang terkait dengan kesehatan jantung dan paru-paru, maka sponsor rokok menanggung kerugian yang begitu banyak. Karena yang namanya rokok itu bukan makanan atau minuman, yang jelas segala sesuatu yang tidak bisa diminum atau dimakan dilarang di komersialisasikan atau di iklankan.

WHO memang sudah melarang beberapa perusahaan rokok diseluruh dunia untuk membatasi promosi rokok, tujuannya supaya jumlah perokok aktif dan pasif tidak bertambah.

Kalau bertambah, maka angka harapan hidup umat manusia akibat merokok sangat rendah dan resiko terkena serangan jantung dan impotensi sangat tinggi. Ujung-ujungnya berakhir diatas peti mati dan dikubur didalam gundukan tanah.

Kelihatannya kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama, karena rokok dianggap sebagai sesuatu yang merenggut masa depan. Untuk itu sekarang jarang sekali ada event-event yang menggunakan rokok sebagai sponsor utama. Karena ini adalah cara untuk menekan angka kematian akibat merokok, lebih bagusnya lagi setiap bungkus rokok disertakan gambar seram.

Apa gunanya gambar seram ?
Gambar seram bertujuan agar rokok yang dijual tidak dibeli oleh orang yang belum cukup umur.
Maka dari itu jangan kecewa, dan tetap selalu mengerti akan situasi dan kondisi yang sekarang ini tidak memungkinkan untuk mempromosikan rokok sebagai sponsor.