Tampilkan postingan dengan label Musisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musisi. Tampilkan semua postingan

5/28/2022

Mengenang Fitrah Alamsyah dan Sandy Handoko

JAMRUD

Agustus 1999 menjadi momen paling memilukan dan menggemparkan dalam industri musik di tanah air, personil grup musik Jamrud asal Cimahi, Jawa Barat' Fitrah Alamsyah meninggal dunia setelah ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar.

Disusul Oktober 2000, Sandy Handoko' pemain drum Jamrud juga menyusul ke hadirat Illahi setelah menjalani masa rehabilitasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Fitrah Alamsyah adalah gitaris Jamrud yang sudah bergabung sejak tahun 1992, Sandy Handoko baru diajak bergabung pada tahun 1995 setelah menggantikan Denny Barnas yang pada waktu itu menjadi personil caretaker. 

Kiprah Fitrah dan Sandy bersama Jamrud dimulai saat mereka tampil bersama pada awal Januari 1995 dan berhasil menembus dapur rekaman setelah menandatangani kontrak master album dengan Logiss Record, label rekaman milik Log Zhelebour. 

Fitrah Alamsyah waktu itu berteman akrab dengan Azis Mangasi Siagian, mereka sama-sama bekerja sebagai guru les musik di bidang gitar. Menurut Azis, Fitrah itu sosok pekerja keras dan mau diajak berlama-lama di dalam studio untuk melakukan eksperimen guna menciptakan irama gitar yang mantap. 

Namun, belakangan Fitrah Alamsyah mulai tidak akrab dengan Azis Mangasi Siagian semenjak Sandy Handoko bergabung. Sejak saat itu Fitrah lebih akrab dengan Sandy gara-gara menggemari kebiasaan yang sama' yaitu tidur sekamar di basecamp Jamrud yang terletak di Kebonsari, Cimahi. 

Kebersamaan Fitrah dan Sandy ini akhirnya terbawa hingga naik ke atas panggung, ibaratnya mereka berdua ditakdirkan sebagai "Kakak-Adik" di dalam satu profesi yaitu sebagai seniman musik. Jamrud masuk industri rekaman dengan menelurkan album "Nekad" yang dirilis pada bulan Desember 1995. 

Album "Nekad" sukses di pasaran dengan angka penjualan 500.000 copy dan dicatat dalam chart MTV Asia sebagai salah satu debutan paling potensial di dunia musik. Jamrud yang diperkuat Krisyanto, Azis Mangasi Siagian, Ricky Teddy, Fitrah Alamsyah dan Sandy Handoko berhasil mencuri perhatian anak muda dengan musiknya yang inovatif, baru dan tidak membosankan.

Lagu yang diusung menceritakan tentang kehidupan anak remaja di era 90an, bahkan lirik-lirik lagunya cenderung menabrak tatanan dalam bersyair karena mengandung kata-kata bernuansa gaul. Kesuksesan di album "Nekad" lantas diteruskan ke album barunya yang berjudul "Putri".

Album ini dirilis pada bulan Februari 1997 ini juga mengusung tema lirik yang sama seperti pendahulunya, cuma kali ini musiknya lebih keras dan distorsinya lebih berat. Perlu diketahui bahwa album yang bertema rock alternatif ini mencapai angka penjualan 800.000 copy dan mengukuhkan Jamrud sebagai grup musik yang paling ditunggu-tunggu konsernya. 

Tibalah saatnya Jamrud melakukan tour ke seluruh Indonesia, waktu itu Jamrud memutuskan untuk konser keliling Sumatra. Kota yang dikunjungi Jamrud sebagai lokasi tour adalah Palembang, Sumatra Selatan. Di Kota Pempek inilah awal dari sebuah kehancuran dimulai, Fitrah Alamsyah dan Sandy Handoko membeli sebuah barang haram berbentuk putaw dari seorang bandar yang mengaku-ngaku sebagai wartawan media massa. 

Awalnya, Fitrah Alamsyah dan Sandy Handoko cuma diajak interview sebelum konser. Interview itu terjadi saat para personil Jamrud yang lain sedang berada diluar jangkauan. Celakanya, Fitrah dan Sandy akhirnya jadi sasaran interview abal-abal yang dilakukan seorang bandar narkoba yang mengaku wartawan itu.

Mereka ditawari "Obat Kuat Begadang" dan "Obat Pemulih Stamina", bukan Ginseng atau Pasak Bumi melainkan narkoba berbentuk serbuk alias putaw. Fitrah dan Sandy terbujuk rayuan sang bandar sehingga mereka membelinya secara diam-diam dan tidak lama setelah itu mereka jadi kecanduan walau tidak ketahuan secara fisik. 

Tapi, yang namanya rahasia pasti akan terbongkar juga pada waktunya' Fitrah dan Sandy mulai kehilangan kontrol atas emosi dan akal mereka sendiri. Fitrah lebih sering nyerocos dan Sandy lebih suka menyendiri, itulah akibat dari pemakaian barang haram itu semenjak konser di Palembang. 

Bahkan proses penggarapan album "Terima Kasih" yang akan dirilis tahun 1998 berjalan tidak lancar karena Fitrah dan Sandy sulit dihubungi melalui telepon. 
Sampai-sampai Azis Mangasi Siagian datang ke rumah mereka masing-masing' namun pihak keluarga tidak mengetahui keberadaan mereka berdua.

Yang mereka ketahui adalah mereka cuma bilang "Pamit Kerja" dan tidak ada penjelasan lain selain itu. Lama-lama Azis mulai curiga dan merencanakan interogasi khusus terhadap kedua-duanya. 

Setelah di interogasi, Fitrah pun mengaku ia pakai narkoba untuk memulihkan stamina. Azis awalnya masih memaafkan perbuatan rekan se grup nya itu, tapi lama-lama tidak betah juga dengan ulah dan tingkahnya. 

Saat konser pun pernah Fitrah dibopong ke atas panggung gara-gara sakau, tapi dia masih memainkan alat musik gitar dengan baik hingga akhir pertunjukan. Fitrah Alamsyah akhirnya disuruh ikut rehab, tapi ternyata tidak kunjung dilaksanakan karena masih sibuk menikmati putaw di tempat-tempat sepi. 

Pernah kejadian, Fitrah dan Sandy bertengkar di kamar mandi saat syuting video clip "Terima Kasih" karena berebut putaw, namun pertengkaran itu dilerai oleh sutradara video clip, Jose Purnomo.

Video Clip berikutnya, "Otak Kotor" menjadi penampilan terakhir Fitrah Alamsyah di layar kaca sebelum akhirnya menghilang tanpa kabar. Hingga pada akhirnya Fitrah Alamsyah meregang nyawa di sebuah kamar kosong nan sepi pada bulan Agustus 1999. Fitrah Alamsyah tewas overdosis dengan mulut berbusa. Padahal konser tour album "Terima Kasih" sedang berlangsung dan tinggal menyisakan beberapa kota yang akan digelar. 

Dan pada waktu itu video clip "Dokter Suster" yang hendak digarap hanya menampilkan empat personil minus Fitrah Alamsyah. Meski dalam suasana duka, Jamrud tetap konser secara off air dan on air di televisi. 

Terlebih ketika Jamrud pentas di Indosiar, terlihat pemandangan yang janggal dimana tidak ada sosok Fitrah Alamsyah yang biasa mengiring suara gitar mendampingi Azis Mangasi Siagian. Hanya menyisakan Sandy Handoko yang berwajah pucat pasi karena habis memakai putaw. 

Sandy Handoko yang masih terpengaruh narkoba pun saat ini mencoba bertahan agar tidak dipecat lantaran memakai narkoba. Sandy Handoko disarankan untuk rehabilitasi secara ketat di Pondok Pesantren agar cepat sembuh dari pengaruh narkoba. Lantas Log Zhelebour memutuskan untuk mengskorsing Sandy seusai rekaman lagu "Surti Tedjo" yang masuk daftar lagu untuk album "Ningrat". 

Sandy Handoko menjalani rehabilitasi secara ketat dan jauh dari sanak saudara, akhirnya Sandy dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah. Namun, tidak lama kemudian Sandy Handoko masuk rumah sakit karena penyakit hepatitis nya kambuh. Kondisi fisiknya drop setelah menjalani masa rehabilitasi, dikarenakan pengaruh putaw sudah memicu kambuhnya penyakit hepatitis yang sudah lama di-idapnya. 

Sandy Handoko sempat kritis dan ditolong dengan alat pacu jantung, namun nyawa sang penggebuk drum itu tidak tertolong. Sandy Handoko meninggal dunia di rumah sakit dan meninggalkan seorang istri beserta anak perempuannya. 

Sandy Handoko dimakamkan di TPU yang berada di kawasan Perumahan Sarijadi, tempat tinggal keluarganya. Fitrah Alamsyah dan Sandy Handoko berada di alam yang sama sekarang, yakni alam kubur. Mereka tahu apa yang mereka rasakan saat ini karena mereka harus menanggung segala akibat dari perbuatannya. 

Fitrah Alamsyah dan Sandy Handoko sudah dikontrak untuk mati sebagai pecandu narkoba. Dunia hiburan saat itu berduka, Jamrud kehilangan dua personil andalannya yang selama ini membantu kesuksesan di sepanjang karir. 

Album "Ningrat" dirilis pada bulan November 2000 sebagai bentuk pernghormatan terhadap Fitrah dan Sandy yang telah menghadap kepada Tuha YME. 

*****

2/16/2022

Kisah Rahasia Dibalik Kacamata Ian Kasela (Ekslusif)

 

Radja merilis album berjudul "Manusia Biasa" pada tahun 2003 silam


19 Tahun yang lalu empat sekawan ini menamai diri mereka sebagai grup musik bernama Radja' grup musik ini dianggotai oleh Iandika Mulya Ramadhan (Vocal), Mulyadiansyah Kusnadi (Guitar), Seno Aji Wibowo (Drums) dan Muhammad Indra Riwayat (Bass Guitar). 

Keempat pria muda ini adalah sekelompok musisi yang memainkan peran masing-masing dalam suatu pentas dalam satu aliran yang sama yaitu Rock Alternative. Radja sendiri didirikan pada tahun 2001, tepatnya tanggal 17 Maret. Album perdana mereka yang berjudul "Lepas Masa Lalu" dirilis beberapa bulan setelah grup musik ini berdiri. 

Masalah muncul saat personil terdahulunya, Shuma (Bass Guitar) dan Adit (Drums) keluar pada awal tahun 2002 karena gagalnya album pertama mereka. Setahun vakum dari dunia bermusik dan memilih bekerja serabutan sebagai penjaga studio musik rental, Radja, begitulah nama grup musik ini kembali merilis album setelah bergabungnya Seno Aji Wibowo dan Muhammad Indra Riwayat.

November 2003, pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri' Radja merilis album keduanya yang berjudul "Manusia Biasa" dengan hits single-nya yaitu "Cinderella". Meski terbilang sukses secara instan karena lagu tersebut masuk chart radio' Radja belum dibilang sukses besar karena album ini diproduksi dan diedarkan oleh Malta Music Indonesia. 

Malta Music Indonesia sendiri adalah perusahaan rekaman yang terbilang sekelas indie label, karena distribusinya hanya mencakup pulau Jawa-Bali saja. Otomatis album ini dianggap kurang sukses meskipun lagunya viral. Lagu yang viral pada masa itu adalah "Jujur" yang menjadi hits single kedua seusai performa apiknya di MTV lewat video clip "Cinderella".

Bulan Juli 2004, Radja putus kontrak dengan Malta Music Indonesia karena keburu di-incar oleh perusahaan rekaman raksasa asal Inggris, EMI Music. Lewat EMI Music inilah Radja berkibar sebagai salah satu grup musik yang digandrungi anak kecil, anak muda dan orang tua. 
 
Hits single "Cinderella" dan "Jujur" menjadi tonggak awal ketenaran bagi Radja, terkhusus bagi Iandhika Mulya Ramadhan alias Ian Kasela dan Mulyadiansyah Kusnadi alias Moldy. Di mata penggemar musik tanah air, Ian Kasela dan Moldy adalah duo yang kuat pengaruhnya bahkan dominan dalam penciptaan syair lagu. 
 
Ian Kasela dikenal publik sebagai sosok kharismatik karena berkacamata hitam, sedangkan Moldy dikenal banyak orang sebagai seorang gitaris kidal yang tentunya amat jarang ditemukan di era modern musik tanah air. Ian Kasela memakai kacamata hitam dianggap sebagai trendsetter karena merek kacamata terkenal "Oakley" mengendorse dirinya dengan nilai kontrak ratusan juta rupiah. 
 
Namun dibalik kacamata hitamnya yang keren, ternyata Ian Kasela memiliki rahasia yang selama ini ia pendam selama puluhan tahun terkait kondisi indra penglihatannya. Ian Kasela mengaku sejak kelas 5 Sekolah Dasar dirinya mengidap rabun jauh atau Myopia. Karena merasa malu dengan kondisi matanya yang tidak sempurna penglihatannya, Ian Kasela memutuskan untuk berkacamata hitam sebagai kamuflase agar rahasianya tidak terbongkar. 
 
Banyak orang menduga, Ian Kasela mengidolakan Bono U2, vokalis grup musik U2 yang juga identik dengan kacamata hitamnya yang khas. Bahkan ada pula yang bilang bahwa Ian Kasela itu adalah penggemar berat Atiek CB yang juga memiliki signature style sama dengan Bono U2 (Berkacamata Hitam). 
 
Namun, hal itu dibantah dengan jenaka oleh pria kelahiran Banjarmasin tahun 1976 ini, dirinya justru tidak mengidolakan Atiek CB maupun Bono U2, melainkan Tubagus Armand Maulana yang merupakan vokalis grup musik asal Bandung, GIGI. Ian Kasela adalah penggemar berat Armand Maulana sejak masih muda dulu. Makanya grup musik Radja adalah cover band dari GIGI itu sendiri. 
 
Pada awal berdirinya Radja, grup musik ini lebih sering memainkan lagu-lagunya GIGI sebelum akhirnya menciptakan lagu-lagu karangan sendiri. Boleh dibilang, Ian Kasela itu adalah Armand Maulana KW' tetapi yang membuat Ian Kasela berbeda dengan Armand Maulana adalah karakter vokalnya yang lebih serak. 

Ian Kasela dikenal memiliki suara yang serak, berbeda dengan Armand Maulana yang memiliki suara flamboyan nan elegan. Ian Kasela memang kerap bergaya seperti Arman Maulana di awal-awal karirnya sebagai vokalis Radja. Tapi, sebelum jadi vokalis' Ian Kasela sempat bergabung dengan grup musik Flash yang juga merilis album pada tahun 1996-1997. 

Di grup musik beraliran Heavy Metal ini, Ian Kasela berposisi sebagai pemain bass guitar bersama Moldy yang berposisi sebagi gitaris. Memang, Ian Kasela dan Moldy bukan sosok baru di jagat musik indonesia melainkan sudah termasuk sesepuh karena pernah berkarir di grup musik lain sebelum mendirikan Radja.

Album yang dirilis Ian Kasela dan Moldy sebagai personil Flash yaitu "Sambutlah Kasih" pada tahun 1995 dan "Kau Tlah Pergi" pada tahun 1997. Pasca bergabung dengan Flash, Ian Kasela dan Moldy hengkang dari Flash lalu bersolo karir dengan merilis 3 album. Album solo yang dirilis Ian Kasela yaitu "Tak Mau Sendiri" pada tahun 1997, "Ta'kan" pada tahun 1998 dan "Senandung Negeri Serumpun" pada tahun 1999. 

Total semua album yang dirilis gagal dipasaran bahkan menurut pengamat, Ian Kasela muncul di saat industri musik nasional terguncang akibat krisis moneter yang melanda Asia. 
Selebihnya saat ini Ian Kasela dan Moldy telah sukses sebagai musisi walau pun saat ini dunia musik telah bertransformasi dari musik analog ke musik digital.

*****





5/16/2021

Musisi Selalu Bermasalah Dengan Royalti

 
Setiap musisi kerap bermasalah dengan royalti atas karya ciptanya sendiri.
Mereka atau mungkin saya sendiri adalah korban dari ketidakadilan tersebut. Suara mereka yang direkam tidak bisa menghidupi keluarganya.
 
Sayangnya di negeri ini sulit untuk diwujudkan royalti terbayar penuh tanpa potongan.
Terlebih di jaman yang serba sulit ini para musisi lebih banyak dibayar pakai uang sponsor dan tiket. Amat sedikit musisi dibayar dengan royalti dari lagu yang mereka nyanyikan termasuk saya juga.
 
Era sekarang dimana banyak musisi malas menciptakan lagu sendiri dan cara paling instan adalah menyanyikan lagu orang lain' itu pun tanpa izin penyanyi asli dan pencipta lagunya.
Hakekatnya setiap penyanyi asli dan pencipta lagu berhak mendapat uang dari rekaman studio yang dijual.
 
Cuma itu tadi, maraknya plagiarisme dan cara-cara instan itu tadi makin merugikan musisi yang capek-capek menciptakan lagu.
 
Hak setiap musisi atas karya ciptanya wajib terpenuhi, bayaran dari hasil penjualan lagu harus dilunasi.
Maka dari itu saya mendukung hak royalti dibayar penuh lewat pungutan pajak royalti yang disetujui oleh negara.
 
Royalti adalah bagian dari pajak negara juga yang akan disalurkan untuk para seniman sebagai wujud kepedulian atas karya-karyanya.
 
Musisi bisa hidup sejahtera berkat royalti atas lagu-lagunya dan rekaman pentasnya.
Bahkan pernak-pernik yang berhubungan dengan musisi tersebut seperti kaos, topi, poster dan sebagainya juga merupakan royalti.
 
Saya yakin musisi negeri ini bisa sejahtera dan tidak nyerempet ke masalah yang bukan bidangnya.

8/20/2020

KESAMAAN NELLA KHARISMA DENGAN IDA ROYANI

 Foto : Cak Maliq & Nella Kharisma (Waktu Masih Serumah) Tahun 2015

Setiap tahun musisi-musisi dangdut bermunculan, seolah tiada henti-hentinya musik dangdut diklaim paling subur dalam menghasilkan banyak penyanyi.


Tidak sedikit yang berhasil menggapai ketenaran, tidak sedikit pula yang gagal meraih kesuksesan. Patah tumbuh hilang berganti, tidak ada satu pun yang konsisten untuk bertahan di dunia musik dangdut.

Kadang banyak penyanyi dangdut yang karirnya meredup cepat akibat masalah pribadi. Mulai dari sepi job, kontrak rekaman yang kadaluarsa dan jeratan kasus hukum yang menimpa akibat buaian popularitas.

Masa lalu dan masa kini memang berbeda namun memiliki kesamaan yang tidak sedikit. Tak jarang kita menjumpai penyanyi dangdut yang memiliki karakteristik serupa dengan penyanyi dangdut di masa lalu.

Penyanyi dangdut masa kini tidak mesti memiliki ciri khas yang permanen. Kadang mereka juga memiliki kesamaan seperti yang dulu pernah populer.

Contohnya saja Nella Kharisma, meski bertampang kekinian namun ada karakteristik yang sama dengan penyanyi di masa lampau. Ada yang bilang bahwa Nella Kharisma memiliki karakter vokal mirip dengan Ida Royani, mantan pasangan duet Benyamin S.

Karakter vokal Nella Kharisma jelas hampir serupa dengan Ida Royani lantaran sama-sama halus. Ditambah pesona kecantikannya memiliki nilai jual yang tinggi.

Bisa dibilang Nella Karisma itu merupakan titisan Ida Royani yang hidup di zaman millenial. Karena memang seperti yang sudah-sudah, Nella Karisma justru tidak mengandalkan tenaga yang banyak seperti penyanyi pada umumnya. 

Gaya bernyanyinya tidak dibuat-buat apalagi penuh sandiwara, dia bernyanyi dengan caranya sendiri meski terkesan hampir mendekati Ida Royani.

Dari segi fashion, Nella Kharisma memang dikenal modis dan menjadi patokan bagi penyanyi-penyanyi era kini. Itu pun tidak jauh berbeda dengan Ida Royani yang juga pernah dikenal sebagai selebritis termodis di era 70an.

Banyak penggemar dan lagunya laris, itulah kesamaan Nella Kharisma dengan Ida Royani. Beberapa kali Nella Kharisma pernah menjalani prosesi pengambilan gambar untuk arsip media-media massa. Fotonya jadi koleksi dan bertebaran di dunia maya.

Ida Royani juga begitu, di masa jayanya ia merupakan penyanyi paling gress dengan foto-fotonya yang bertebaran di majalah dan koran.

8/01/2020

Profil Bulan Ini : Safira Inema, Antara Jadi Seniman & Cita Cita Menjadi Pegawai

Foto : Safira Nilam Ariani

Ternyata ini nama asli pedangdut dari Tulungagung yang kini berkarir di Blitar itu !

Safira Inema, umurnya masih 19 tahun memiliki perawakan kurus nan mungil. Namun memiliki bakat yang tidak dimiliki oleh gadis-gadis remaja seusianya. Bakat itu adalah menyanyi, hebatnya dia adalah alumni sekolah kejuruan akuntasi yang artinya otaknya encer seperti Albert Enstein.

Di kelasnya, Safira dikenal cerdas dan berwawasan luas. Di mata para guru, Safira dikenal sebagai ahli berhitung yang tiada duanya karena itu dia mendapat predikat sebagai "Kalkulator Hidup".
Bukan cuma sebagai ahli berhitung, dia ternyata punya nilai jual sebagai generasi emas masa depan bangsa. 

Tak ayal, Safira bukan cuma mahir di bidang akuntansi tapi juga di bidang seni. Walau seni kini jadi mata pencaharian baru selain dunia hitung menghitung, tapi belum tentu ia akan tergiur untuk menjadi selebritis. Baginya, berkarir sebagai pegawai adalah impiannya sejak lama dan keinginannya itu di dukung total oleh orang tuanya.

Kita tahu sendiri si cantik Safira Inema memang berbakat dalam hal seni ditambah ia merupakan tulang punggung keluarga serta kebanggaan teman-temannya.
Kita dukung dia jadi salah satu diantara banyaknya anak-anak hebat yang menjadi bagian dari generasi emas bangsa Indonesia.

Safira Inema lebih sering muncul di panggung-panggung konser yang belakangan melambungkan namanya. Berkarir sejak tahun 2017 dan menanjak ke dunia rekaman sejak 2019 kemarin, gadis mungil satu ini berhasil merebut hati penggemar musik Indonesia lewat single "Cinta Sesaat" yang dirilis September 2019 lalu.

Alhasil pamornya mencuat dan namanya disejajarkan dengan Irene Ghea, Vita Alvia dan Syahiba Saufa yang terlebih dulu tenar. Meski bertubuh mungil, karakter suara Safira Inema cenderung seperti wanita dewasa yang terbilang halus. Kita boleh saja berharap dia lebih lama berkarir di dunia seni' akan tetapi cita-citanya menjadi pegawai tentu tidak boleh dilupakan.

Itu artinya suatu saat dia akan pensiun dini dari dunia seni, apabila diterima sebagai pegawai tetapi tentu para penggemar merasa kehilangan lantaran potensi besarnya untuk jadi superstar harus urung karena idealisme.

Mungkin kita tidak akan menyaksikan penampilannya lagi di panggung dan mendengarkan lagunya lagi di radio seusai pensiun dari dunia seni.

Tapi, karya-karyamu dan juga senyuman manismu akan selalu di ingat oleh para penggemar.
Salam Sukses Buat Safira Inema aka Safira Nilam Ariani...

== Identitas Lengkap ==

Nama Panggung : Safira Inema
Nama Asli : Safira Nilam Ariani
TTL : Tulungagung, 8 Januari 2001 (Usia 19 Tahun)
Riwayat Pendidikan : SMK N 1 Rejotangan, Jurusan Akuntansi
Debut : 2017

5/13/2020

Profil Bulan Ini : Ophi Cah Tegal (Penyanyi Rap Dari Tegal)

 Foto : Ophi Cah Tegal

Siapa yang tidak kenal dengan sosok penyanyi kocak ini ?
Dia adalah Ophi Cah Tegal, penyanyi lagu rap berbahasa jawa pantura khususnya Tegal.
Karir sang rapper dimulai pada tahun 2005 di Desa Gembong, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal lewat sebuah studio mini di rumahnya yang beralamat di Jln. Kleben RT.04/RW.01 kawasan sebelah timur Kali Gung. 

Pria bernama asli Asrofi ini lahir pada tanggal 19 Maret 1981, merupakan lulusan/alumnus SMA N 1 Pangkah Jurusan IPA tahun 2002, semasa muda dulu ia hidup sebagai sosok yang serba ingin tahun terutama dalam dunia teknologi komunikasi. 

Ia meniti karir di Ibukota Jakarta selama 5 tahun sebelum akhirnya pulang ke Tegal, jauh sebelum terkenal sebagai sosok yang berpengaruh' Ophi pernah bekerja di sebuah perusahaan rumah produksi sinetron sebagai ahli video. Kebetulan saat itu ia sedang menggarap sebuah sinetron yang kebetulan dibintangi oleh aktor muda Tommy Kurniawan. 

Pulang ke Tegal ia membuka jasa foto keliling untuk acara hajatan pernikahan/khitanan di kampungnya untuk menyambung hidup hingga kini. Tidak hanya itu Ophi juga membuka studio edit video dan menerima jasa rekam video untuk berbagai macam event.

Tempat usahanya bernama OPHI Studio yang berjasa membesarkan beberapa grup musik indie di Tegal untuk dibuatkan video clip. Salah grup musik satu finalis Gudang Garam Rockstar 2012 dari Tegal, SeeMs LiKe IdiOt pernah dibuatkan video clip oleh Ophi diantaranya Cahaya, Araban 3 dan Tua Tua Keladi. 

Soal karir musiknya, Ophi memang cenderung punya idealisme yang matang ditambah kualitas musiknya semakin bermutu dengan dukungan perkembangan teknologi. Lagu Rap pertamanya adalah Luruh Ilmu yang direkam pada tahun 2005 silam. Tetapi uniknya lagu tersebut baru tenar setelah lagu kontroversialnya terlebih dahulu booming yaitu Balik Jakartanan.

Balik Jakartanan merupakan lagu rap yang menceritakan tentang seorang perantau dari kampung yang baru saja mudik dengan membawa sikap sombong terhadap kawan-kawan masa kecilnya atas prestasi kerjanya selama di Ibukota Jakarta. Lirik lagu yang memakai bahasa Tegal ini terdengar kasar dan unik karena berbentuk bait pantun modern. 

Tidak hanya lagunya yang mendadak viral di zaman itu, video clipnya juga sempat muncul di youtube pada awal tahun 2006 sebelum akhirnya hilang dan kembali muncul pada tahun 2015 silam setelah diupload oleh seseorang. 

Munculnya lagu rap berbahasa Tegal ini akhirnya terdengar oleh TKI dari Tegal yang sedang merantau di negeri seberang tepatnya Brunei Darussalam. Liriknya yang penuh kejujuran dan kepolosan khas orang Pantura ini sempat dikomentari negatif karena dianggap mempermalukan masyarakat Tegal dan sekitarnya. 

Namun, TKI asal Tegal yang merantau di Brunei Darussalam itu merespon lagu tersebut dengan ucapa selamat dan sukses karena lirik lagunya bisa menjadi sentilan bagi kaum perantau lainnya yang kerap pulang kampung sambil pamer. 

Percaya atau tidak, Ophi memang bukan orang yang tidak suka melakukan hal-hal kontroversial tetapi dia ingin terlihat jujur karena kejujuran adalah prinsip orang Tegal. Mungkin kita harus sadar bahwa Ophi hadir dalam kehidupan kita untuk menunjukkan rasa rindu terhadap kampung halaman lewat lagu-lagunya yang penuh dinamika seni. 

== SELESAI ==


5/06/2020

Profil Bulan Ini : Vicky Prasetyo (Vokalis Grup Musik K.U.D.E.T.A. 777)


Foto : Vicky Prasetyo Tahun 2011

Nama : Vicky Hendrianto Bin Hermanto Prasetyo
Alias : Vicky Prasetyo, Hendrik, Erik, Helis, Vicky Hendrianto
TTL : 18 April 1983 di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat
Pekerjaan : Musisi, Ketua Ormas, Pengusaha & Pembawa Acara Televisi
Orang Tua : Hermanto Prasetyo (Ayah Kandung) & Emma Fauziah (Ibu Kandung)
Saudara/Saudari : Nabella Gabrella (Adik Perempuan) & Herbowo (Adik Laki-Laki)
Artis Favorit : Burgerkill
Riwayat Pendidikan : Pondok Pesantren Assyafi'iyah, Pondok Gede, Bekasi (2002-2005)
Riwayat Akademik : SMA N 2 Cikarang Utara Jurusan IPS (1999-2002)
Almamater : Universitas Krisnadwipayana

Vokalis Grup Musik Metal K.U.D.E.T.A. 777, Vicky Prasetyo memulai karirnya sebagai artis saat baru bebas dari penjara atas tuduhan pemalsuan Surat Tanah senilai 1 Miliar.
Saat itu Vicky Prasetyo berusia 31 tahun ketika memulai petualangannya sebagai artis dan meniti karir sebagai pembawa acara sekaligus mendirikan restoran cepat saji di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur dengan nama WAROENG KUDETA.

Pria lulusan SMA N 2 Cikarang Utara dan Ponpes Assyafi'iyah Bekasi ini mengaku belum terlambat memulai karirnya sebagai artis. Ia mengaku beruntung masih diberi kesehatan dan itu yang mendorongnya untuk jadi artis. Di usianya yang menginjak 37 tahun, tepat tanggal 18 April 2020 nanti ia berharap bisa terus kuat dan perkasa melewati banyak cobaan.

Berliku-liku kehidupan pribadinya mulai dari terusir dari rumah akibat ulah ayahnya yang gemar mabuk-mabukan, menjadi Ketua LSM lewat membayar upeti, mencalonkan diri sebagai Kepala Desa lalu kalah pemilihan sehingga kabur ke Singapura dan hubungan asmaranya yang hanya seumur jagung dengan beberapa wanita.

Dibalik sosoknya yang kontroversial dan sok tahu itu, Vicky Prasetyo dikenal ahli ibadah dan ahli tafsir. Meski pernah belajar agama sampai tuntas, tetapi Vicky Prasetyo tidak punya keinginan menjadi ulama. Bagi dia, menjadi ulama itu lebih berat daripada jadi artis. Karena ulama adalah contoh gamblang dalam berpenampilan dan bersikap terhadap sesama bila dibandingkan menjadi artis yang hanya sekedar dicontoh gayanya saja.

Kalau dipikir-pikir, Vicky Prasetyo akan pusing bila ditawari jadi guru agama karena ia merasa ilmunya belum cukup. Tapi, kealiman yang dimiliki Vicky Prasetyo sengaja ditutupi dengan sikapnya yang gila dan aneh. Cuma itu semua sekedar sandiwara belaka yang ia rancang sendiri agar tidak berlagak sombong layaknya penjual ayat dan penyamun jabatan.

Sebagai seorang artis, Vicky Prasetyo juga seorang pebisnis yang handal. Ia mendirikan restoran dan cafe di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur dan Cikarang, Bekasi sebagai sumber nafkah bagi seluruh anggota keluarganya. Ia pun turut mendirikan sebuah komunitas pecinta musik yang kerap beraksi tiap minggu.

Berhubung ada wabah virus yang sedang melanda belakangan ini, aktivitas komunitas miliknya diliburkan setelah mendapat himbauan dari pemerintah. Tidak hanya itu, Vicky Prasetyo juga punya bisnis lain yaitu rumah kontrakan di kawasan Kotamadya Bekasi yang dikelola oleh adik-adiknya dan ibunya, Emma Fauziah.

(Selesai)

10/12/2017

Aida Gonzalez : Jadi Penyanyi Berawal Dari Lomba Mewakili Sekolah

Foto : Aida Gonzalez, 2014

Apa yang terlintas didalam pikiran anda jika mengenal penyanyi gaek ini ?
Tentu anda pasti mengenal sosok biduan dangdut asal Desa Tengki, Kec. Brebes, Kab. Brebes ini yang populer karena aksi-aksi menegangkannya di atas panggung.

Ya... itulah profesionalitas dari seorang seniman yang sedang terkenal saat ini, Aida Gonzalez itulah namanya yang memulai karir bermusik ketika mengikuti lomba nyanyi mewakili sekolahnya.
Cerita dimulai pada tahun 2010 saat ia masih berusia 16 Tahun, ia ditunjuk oleh guru seninya untuk mewakili sekolahnya di ajang lomba nyanyi tingkat kabupaten dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Brebes 2010.

Dia masuk kategori penyanyi yang melantunkan lagu dangdut, sementara peserta yang lain menyanyikan lagu Pop dan Rock. Kenapa pilih dangdut ? alasannya cukup jelas dan ringkas bahwa musik dangdut lebih laku daripada genre musik lain.

Penyanyi kelahiran 20 Juni 1993 ini mengaku tidak sengaja berkenalan dengan seorang promotor musik yang kebetulan merupakan pentolan orkes dangdut. Tertarik dengan bakatnya, promotor itu segera mengangkat Aida Gonzalez sebagai salah satu penyanyi dangdut yang masih menjalani proses pembelajaran.

Lama kelamaan malah bisa dan berhasil beradaptasi walaupun kadang kritik dan caci maki selalu mewarnai perjalanan hidupnya sebagai penyanyi dangdut. Tidak jarang dia kerap dituding sebagai biang kerusuhan ketika melakoni aksinya sebagai penyanyi hanya karena kerap berjoget erotis.
Alumni SMA PGRI BREBES ini dikenal suka bergaul dan suka melontarkan humor-humor khas-nya yang mencerminkan sifat aslinya sebagai sosok cerewet, bahkan sangking hebatnya dia melontarkan humor' dia pernah menjadi bulan-bulanan temannya saat hari ulang tahunnya tiba dengan proses pemecahan telur dan siraman tepung terigu yang dilakukan setelah pentas.

Wanita berzodiak Gemini ini terkenal suka bergaya nyetrik dan paling ganas diatas panggung, bahkan dia rela melakukan aksi berbahaya demi mendapat bayaran yang tidak sedikit. Dia pernah memanjat tiang panggung untuk memperoleh perhatian dari penonton hingga pernah mengalami suatu insiden paling memalukan yakni kemben melorot saat hendak bergoyang.
Penyanyi yang mengakhiri masa lajangnya sejak bulan September 2012 ini mulai dikenal luas sebagai penyanyi dangdut yang tergabung dalam kelompok duo yang diberi nama Duo Gempa.
Duo Gempa adalah duo penyanyi yang dikontrak oleh perusahaan rokok Apache untuk menjalani program promosi besar-besaran sejak 2012 sampai tahun 2014.

Kemudian Duo Gempa pun bubar dan Aida Gonzalez memilih bersolo karir sembari mengurus kehamilan anak pertamanya, bahkan selama masa kampanye Pemilu 2014 berlangsung ia pernah absen lantaran kondisi kehamilannya yang semakin tua. 

Lalu akhinya ia pun berhasil memiliki anak buah dari pernikahannya itu dan memilih cuti sembari mengasuh anaknya yang masih berwujud bayi mungil. Setahun kemudian, Aida Gonzalez merekam lagu dangdut pertamanya dengan judul "Simpanan-mu" dan diluncurkan pada akhir tahun 2015.

Karirnya melejit hingga kini lantaran ia selalu berada dilingkungan yang mendukung karirnya, ia memiliki banyak sahabat sesama penyanyi dangdut dan jarang memiliki musuh di dunia nyata maupun dunia maya.
Orkes dangdut yang pernah menggunakan jasanya paling sering adalah OM Prima Ega yang bermarkas di Jatibogor, Suradadi, Tegal.

Bahkan semenjak bergabung dengan OM Prima Ega, jumlah penggemarnya semakin banyak dan ia selalu menjadi andalan di setiap event-event musikal. Lucunya, ia kerap berduet dengan penyanyi dangdut yang kebetulan sama-sama dari ranah pantura diantaranya Desi Paraswati dari Larangan, Ellya Kadung dari Losari dan Suci Carrera dari Kalimati.

Kini hidupnya sudah sukses dan menjadi selebritis lokal yang tentu kehadirannya selalu ditunggu-tunggu, dengan harapan suatu hari nanti bisa merengkuh kejayaan seperti halnya penyanyi-penyanyi dangdut kebanyakan.

== Biodata ==

Nama Lengkap : Nok Afrida
Nama Panggung : Aida Gonzalez
Tanggal Lahir : 20 Juni 1993
Tempat Tinggal : Ds. Tengki, Kec. Brebes, Kab. Brebes
Status : Kawin
Zodiak : Gemini
Profesi : Penyanyi
Jenis Musik : Dangdut
Afiliasi : OM Prima Ega, Jatibogor, Suradadi, Tegal


(Semoga Bermanfaat)



8/01/2016

Cucak Rowo bukan milik Didi Kempot, Ini Fakta Sesungguhnya !

Gambar : Didi Kempot bukan pelantun asli lagu "Cucak Rowo"

BUKAN hanya goyang ngebor Inul Daratista saja yang memunculkan polemik. Lirik lagu dangdut Jawa ''Cucak Rowo'' pun kini memunculkan kontroversi di tengah masyarakat. Bukan saja sebagian orang tua yang merasa kurang sreg atas lagu itu, namun penyanyi keroncong ternama asal Solo, Hj Waldjinah, pun mengkritisi lagu yang lagi ngetren itu.
Di sebuah harian nasional, si Walang Kekek itu meminta lirik lagu tersebut diubah yang lebih halus dan sopan. Dia menilai lirik lagu itu berbau pornografi, dan divisualkan secara jelas.
Memang, begitu populernya lagu itu membuat sebagian orang tua agak risih. Sebab, anak-anaknya begitu fasih menyanyikan, bahkan minta dibelikan kasetnya. Meski dengan cedal, bocah-bocah pun banyak yang hafal lirik lagu tersebut.
Bisa jadi, sorotan miring terhadap lagu yang penciptanya berkategori no name (NN) itu tertuju pada bait terakhir lagu tersebut; ...manuke manuke cucak rowo/ cucak rowo dowo buntute/ buntute sing akeh wulune/ yen digoyang ser.. ser.. enak rasane.../.
Tak pelak, lagu tersebut cepat meledak di pasaran dan begitu memasyarakat. Setiap ada pentas dangdut, campursari, atau organ tunggal, selalu saja ada permintaan lagu itu. Bahkan, seakan-akan sudah menjadi ''lagu wajib'' bagi suporter PSIS yang tergabung dalam Panser Biru saat memberi dukungan tim kesayangannya ketika berlaga di Stadion Jatidiri Semarang.


Orang Semarang
Siapakah sebenarnya yang memopulerkan lagu tersebut? Adalah Hr Senopati, warga Perumahan Bumi Wanamukti Semarang. Sebenarnya, di dunia dapur rekaman, pria yang bernama asli Harris Sudarwanto dan akrab dipanggil Londo itu sudah tak asing lagi. Dialah sang pencipta lagu ''Bojo Loro'', yang beberapa tahun silam ngetren dan hingga kini tetap menjadi hits untuk lagu-lagu campursari.

Tentang kemunculan lagu ''Cucak Rowo'', dia mengaku terinspirasi ketika suatu pagi para tentara lari pagi menyanyikan lagu-lagu yang penuh semangat. Kebetulan beat lagu itu mempunyai tempo mars, dan sangat sesuai jika dipakai pasukan untuk menambah semangat.
Dari situlah Hr Senopati, yang memiliki studio rekaman Mojopahit Record, itu mencoba mengaransemen bersama rekannya, Handoyo. Pada akhir tahun 2002, jadilah lagu yang kini banyak digandrungi penggemar musik dangdut campursari itu.

Londo, yang dalam lagu itu menyanyikan sendiri pada bait pembuka, menggandeng dua penyanyi kakak-beradik asal Semarang, Novi-Kiki. Begitu diluncurkan, ternyata banyak peminat. Tak heran jika belakangan bermunculan pula lagu serupa, dengan aransemen dan produser yang berbeda. Namun banyak kalangan menilai, aransemen karya Londo sangat enak dinikmati.
Bagaimana reaksi dia atas kritikan Waldjinah, juga sebagian masyarakat, tentang pornografi? Dia mengatakan, porno dan tidak lirik lagu itu tergantung pada sisi mana seseorang menilainya. ''Mungkin ada sebagian orang mengonotasikan manuk (burung) itu secara berlebihan, sehingga terkesan saru,'' katanya.

Padahal, lanjut si pelantun lagu keroncong ''Lungiting Asmoro'' itu, manuk dalam lirik lagu ini jelas disebutkan sebagai burung cucak rowo.
''Kalau kemudian ada kata-kata yen digoyang ser.. ser.. aduh enake, menurut saya maksudnya jika burung itu dipetheti, suaranya sungguh enak didengar,'' kilahnya.

Londo mengaku tidak bermaksud numpang tenar Inul ketika meluncurkan ''Cucak Rowo''. Sebab, jauh sebelum Inul muncul, dia sudah mencipta lagu ''Bojo Loro'' yang juga meledak di pasaran.

Dia mengatakan, kalau lagunya itu dianggap saru, sebenarnya dalam album yang diberi label Seleksi Dangdut Adem Panas itu ada judul lagu yang lebih ''panas'' lagi, yaitu Badaur. Tanpa malu-malu diakuinya lagu itu sebenarnya bersumber dari lagu yang dulu kerapkali dibawakan pengamen di lokalisasi Sunan Kuning Semarang. ''Aslinya sangat saru dan pendek, kemudian saya utak-atik, jadilah lagu 'Badaur' di album saya itu,'' katanya. Lagu ini menggambarkan anak berandalan yang hidup sendiri tanpa istri dan dalam kesehariannya hanya berjudi dan tidak pernah mandi.

Pendek kata, Londo bermaksud lewat lagu-lagunya itu ada unsur edukatif. Misalnya, sosok seperti Badaur tak pantas dicontoh. Begitu juga ''Cucak Rowo'', yang mengingatkan bahwa zaman sekarang adalah zaman edan, sehingga orang yang sudah berusia lanjut pun menikahi gadis belia.
Sedangkan lagu ''Bojo Loro'' dimaksudkan sebagai cermin bagi para kepala keluarga, supaya sebisa mungkin menghindari memiliki istri lebih dari satu. ''Biar kepala tidak pusing,'' ungkapnya.

Londo mengakui, lagu ''Cucak Rowo'' laku keras di pasaran. Dalam empat bulan ini saja sudah terjual lebih dari 40,000 kaset. Ternyata tudingan pornografi dalam lagu itu justru menggugah animo masyarakat untuk memiliki kasetnya.

Dewi Fortuna tampaknya juga sedang berpihak pada Novi dan Kiki. Gara-gara menyanyikan lagu itu, kakak-beradik yang tinggal di Sampangan Semarang itu kini laris manis. Keduanya sering memperoleh job atau tanggapan manggung.
''Setiap pentas, penonton selalu minta dinyanyikan ''Cucak Rowo''. Kalau belum menyanyikan lagu itu, saya tak boleh turun dari penggung. Bahkan, tidak jarang minta diulang,'' aku Novi usai pentas di Makodam IV/Diponegoro, kemarin sore.

Selama menjadi penyanyi, baru kali ini lagunya di dapur rekaman bisa sukses besar. Ternyata di Semarang pun terpendam potensi para penyanyi dan pencipta lagu yang patut dibanggakan. (sumber : Suara Merdeka, 3 Mei 2003)

9/22/2014

EREN "KANGEN BAND" Pensiun ?

Gambar : Dokumentasi www.kapanlagi.com, 2009

Sebagian orang berkata bahwa menjadi artis merupakan impian yang menjanjikan kekayaan dan kejayaan.
Tetapi hal ini tidak berlaku bagi Erna Tri Suryani atau biasa disapa EREN.

Penyanyi asal Bandarlampung, Provinsi Lampung ini merupakan penyanyi latar dari sebuah grup musik kenamaan KANGEN BAND.
Suaranya yang lembut bagaikan sehelai sutra dari tiongkok ini memutuskan untuk PENSIUN dari dunia hiburan yang telah lama membesarkan namanya.

Dilansir lewat wawancara di stasiun radio yang nama stasiunnya dan gelombang frekuensinya dirahasiakan' EREN mengungkapkan kekesalannya terhadap management KANGEN BAND di masa kini.
Apalagi semenjak Mahesa Andika Pratama atau biasa disebut Andika KANGEN BAND dikeluarkan dari band berjenis musik POP MELAYU itu, EREN yang bertindak sebagai pihak penengah permasalahan tak sanggup menahan rasa kecewanya terhadap DODHY, sang pimpinan KANGEN BAND.

Bergabung dengan KANGEN BAND sejak tahun 2005, EREN memang menjadi duet vocal ANDIKA' dan ketika ANDIKA terseret kasus peredaran NARKOBA saat masih menjadi pedagang ES CENDOL dulu' EREN lah yang menjadi orang pertama yang menjenguk ANDIKA di rumah tahanan.

Dan berkat kata-kata halusnya, EREN berhasil meringankan hukuman ANDIKA yang semula Hukuman 5 Tahun Penjara menjadi 12 Bulan Penjara.
Dan ketika ANDIKA masih dipenjara didalam rumah tahanan, KANGEN BAND mengandalkan EREN sebagai vocalist sementara.
Terlebih saat KANGEN BAND berkibar lewat album "Tentang Aku, Kau dan Dia" yang sukses menembus angka penjualan diatas 600.000 Copy' EREN sempat memeluk ANDIKA yang merupakan sahabat karibnya sejak kecil sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME ata karunia dan rejeki yang mengalir.

Kejayaan KANGEN BAND tidak lama, terhitung sejak tahun 2007 - 2012' KANGEN BAND menjadi grup musik terlaris yang pernah mencicipi dunia hiburan tanah air.
Honor konsernya sempat naik dari tahun ke tahun semenjak lagu-lagunya yang menjadi trend baru memuncaki tangga lagu, namun alangkah kejamnya alam fana ini' ketika ANDIKA mulai terlibat kasus penculikan gadis dibawah umur pada tahun 2013 lalu.

EREN kembali menjadi jalur penengah permasalahan, ia sempat meminta kepada management agar ANDIKA tidak dicopot jabatannya sebagai Vocalist' namun karena ada kesalahan lain yang membuat daftar hitam ANDIKA semakin penuh, terpaksa management Positive Art mengeluarkan SK terkait ANDIKA sehingga dikeluarkanlah ANDIKA dari kubu KANGEN BAND.

EREN menilai bahwa management telah melakukan kesalahan fatal, dikeluarkannya ANDIKA membuat KANGEN BAND semakin lemah dan keuntungan semakin tidak mencukupi kehidupan masing-masing personilnya. Dalam sebuat wawancara eksklusif yang disiarkan langsung pada jam 22.30 WIB di stasiun radio yang dirahasiakan olehnya' EREN berkata bahwa dikeluarkannya ANDIKA dari KANGEN BAND merupakan puncak dari rasa benci Positive Art Entertainment atas kelakuan buruk andika selama menjadi vocalist KANGEN BAND.

PAE (Positive Art Entertainment) memang telah lama merencanakan perekrutan vocalist baru untuk menggantikan ANDIKA, dan ketika kejahatan ANDIKA memuncak' management memutuskan untuk membuang ANDIKA ke penjara akibat pelanggaran janjinya sendiri kepada management.

EREN tidak percaya bahwa semua kejadian yang di alami ANDIKA merupakan taktik politik yang keji, apalagi saat itu ANDIKA sedang mencoba lebih baik dari sebelumnya' ia telah melakukan hal-hal yang terbaik dan berguna. Rasa benci PAE terhadap ANDIKA muncul saat salah satu personil grup band lain yang masih satu management dengan KANGEN BAND melaporkan berita yang biasa saja tetapi dilebih-lebihkan.

EREN mengungkapkan bahwa sebenarnya ANDIKA telah mendirikan grup musik baru di Lampung sebagai saingan baru KANGEN BAND, grup musik baru tersebut bernama MAWLA BAND.
Dalam sebuah konser amal, MAWLA BAND ditunjuk sebagai grup musik pengiring dalam acara bertajuk sosial itu' hal ini justru diketahui salah satu personil band lain dan lantas melaporkannya ke PAE' sehingga sepulang konser dengan MAWLA BAND, ANDIKA ditegur oleh pimpinan PAE' dalam teguran itu tersirat kata-kata yang berbunyi negatif.

Kata-kata negatif itu berbuah pemecatan ANDIKA sebagai Vocalist, dipecatnya ANDIKA membuat KANGEN BAND dihadapkan dengan persoalan yang sepele namun berkepanjangan.
Yaitu popularitas, memang popularitas grup musik dari bumi WAY KAMBAS itu kian meredup akibat ulah ANDIKA.

EREN mengatakan bahwa jika dirinya memutuskan untuk PENSIUN dari dunia musik lantaran ketidakadilan management karena pemecatan ANDIKA, dalam sebuah dialog yang mengandung unsur RASISME ia mengatakan "KANGEN BAND yang baru tak lebih dari sekedar alat pemuas nafsu ANGKARA MURKA para KORUPTOR".

Ungkapan ini terkesan mengartikan bahwa EREN memang tak mau lagi berkecimpung dalam bisnis hiburan, karena dia pernah di PALAK oknum management PAE yang membuat dirinya harus pulang ke Lampung dengan membawa GAJI BUTA. Hal itu terjadi akibat rasa simpatiknya terhadap ANDIKA, walaupun ANDIKA sudah rusak dari sisi kerohaniannya' EREN tetap mendukung ANDIKA agar kelak ANDIKA bisa kembali meraih impiannya sejak lama dan menjadi orang yang baik terhadap sesama.

Dalam wawancaranya itu, EREN sempat mengeluarkan rahasia' ia mengatakan bahwa dirinya kini sudah menikah dengan seorang pemuda yang berprofesi sebagai POLISI yang berkantor di POLRES RESORT BANDAR LAMPUNG, dalam usahanya menikah' waktu itu ia sempat menjual salah satu SEPATU BOOTS yang sering ia pakai saat konser bersama KANGEN BAND demi membiayai pernikahannya.

Alangkah merananya nasib EREN saat ini, ia sekarang jarang mendapat panggilan untuk mengisi acara sebagai penyanyi' menurutnya, ia kalah bersaing dengan penyanyi dangdut.
Ia pernah mencoba mendalami musik DANGDUT sebagai jenis musik alternatif selain POP, namun sang suami melarangnya lantaran musik tersebut dianggap tidak mencerminkan kepribadian EREN yang sebenarnya. EREN berkata bahwa suaminya memang ANTI-DANGDUT' karena musik DANGDUT adalah musik yang memperlihatkan sisi kebinalan dan sisi kehancuran moral.

Walaupun alasan sang suami tidak begitu dimengerti, sebagai seorang istri' EREN tetap menuruti apa yang di fatwakan sang suami' malah suaminya bilang bahwa EREN boleh tetap melanjutkan karir bermusiknya. Asalkan EREN tidak bersentuhan dengan musik DANGDUT, EREN mengerti' sejak lulus SMA dirinya sudah berjilbab dan kalau ia berani menekuni musik DANGDUT, maka taruhannya adalah jilbab yang selama ini menutupi kepalanya.

Dan EREN mulai sadar bahwa sang suami lebih suka dirinya berjilbab, maka dari itu watak wanita berjilbab harus baik dan patuh kepada suami.
Semula EREN memang tak berfikir untuk pensiun, namun karena himpitan ekonomi yang menerjang kehidupan pribadinya membuat EREN harus bertindak tepat dan tidak salah perhitungan.
Maka dari itu ia lebih memilih pensiun dari pada terus berlarut-larut dalam keterpurukan akibat lunturnya popularitas KANGEN BAND.

Ia bersugesti kepada awak KANGEN BAND agar selalu menjaga kekompakkan dan kerjasama yang solid' apalagi untuk bertahan di dunia seni dibutuhkan pemikiran yang cerdas dan strategi yang jitu supaya keberhasilan datang menghampiri. Dan EREN selalu berpesan kepada DODHY, BEBE, IIM, TAMA dan IZZY agar tetap selalu bersama walaupun popularitas dan omset penjualan album sedang anjlok akibat pembajakan dan peredaran secara gratis lewat INTERNET.

(Dilansir dari http://www.doikangenbandlampung.wordpress.com)

8/29/2013

The Bee : Dari Benih Menjadi Buah (PART 2/Terakhir)

Foto : Penampilan The Bee di acara Class Music Band Competition, Tegal 2011

Di awal 2007, Cancer masuk dapur rekaman amatir atau anak muda sekarang menyebutnya dengan Indie Label.
Di salah satu studio rekaman amatir di kota tegal mereka melakukan rekaman dan serangkaian rehearsal dilakukan untuk bisa memproduksi lagu-lagu terbaik,
Di waktu itu memang trend rekaman indie label sedang berkembang sejak munculnya band mayor label yang lahir dari dunia indie label, siapa lagi kalau bukan Kangen Band.
Setelah rekaman selesai, hasil rekaman mereka dipromosikan lewat acara konser/festival musik di hari ulang tahun kabupaten tegal.
Biar hasilnya norak, tetapi hal ini dijadikan modal agar bisa meraih sukses di masa mendatang.

Terlebih lagi, mereka berkesempatan menjadi bintang tamu dalam acara-acara festival tertentu yang berhubungan dengan hari-hari nasional,
contohnya Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, HUT RI Ke 62 dan Festival-festival dihari-hari nasional bergengsi lainnya.
Bahkan saat-saat sesudah lebaran mereka sempat tampil di Mall dan Pusat perbelanjaan lainnya berkat ketenaran yang makin menjamur semenjak memiliki album sendiri.
Namun, kebersamaan yang kompak itu harus berakhir dengan perpecahan yang ditandai keluarnya Sophian, Hendri, Joddy dan Kawel yang sudah tak tahan dengan gosip yang sering dibicarakan masyarakat mengenai skandal percintaan.

Kini tinggal Ifal, Twin dan Nanang yang harus mempertahankan kekokohan band tersebut, hingga pada akhirnya Ifal yang harus memimpin band yang dulu dipimpin Hendri dan Sophian.
Lalu, di bulan Februari 2008 Ifal,Twin dan Nanang mengadakan audisi untuk mencari personil baru untuk menggantikan Sophian, Hendri, Joddy dan Kawel yang keluar akibat gosip skandal percintaan sesama jenis yang dilakukan Hendri.

Dan Akhirnya mereka berhasil menemukan pengganti para personil lama, dan dengan kesepakatan bersama nama Cancer diganti The Axez.
The Axez sendiri adalah nama pemberian dari Twin yang berharap band ini bisa menjaga existensinya agar kelak bisa bertahan hingga nanti.
Rupanya berhasil, mereka mendapatkan beberapa personil yang kebetulan masih kawan seperguruan di sekolah musiknya Ifal, diantaranya Fuad, Ipang, Derry, Putri dan Nina.
Dalam formasi baru band ini terdiri dari Fuad sebagai Vocalist, Derry sebagai Lead Guitar, Putri sebagai Rhytem Guitar, Nina & Ipang sebagai Backing Vocal.

(2008, The Axez )

Fuad sebagai Vocal
Derry sebagai Lead Guitar
Putri sebagai Rhytem Guitar
Twin sebagai Keyboard
Nanang sebagai Bass/Backing Vocal
Nina sebagai Backing Vocal
Ipang sebagai Backing Vocal
Ifal sebagai Drum/Song Composer


Nama dan Formasi barupun akhirnya terbentuk dengan singkat walaupun jalannya audisi pencarian personil baru berjalan cukup alot.
Selama tahun 2008, The Axez sering mengikuti serangkaian festival bahkan dari festival-festival tersebut berhasil mengantarkan mereka kembali ke dapur rekaman.
Setelah itu mereka mulai merilis single berjudul "Gadisku" dan "Bintang".
Single berjudul "Gadisku" & "Bintang" tadi dibilang berhasil mendongkrak popularitas yang sempat tersendat akibat konflik pasca Sophian, Hendri, Kawel dan Joddy keluar dari band tersebut.
Bahkan menurut salah satu stasiun radio terkemuka di kota tegal mencatat, bahwa lagu mereka sering muncul di chart musik indie tegal dengan peringkat yang kian melonjak.
Awalnya berada diurutan terakhir dari sekian banyaknya lagu yang terdaftar dalam chart musik indie regional .

Menariknya pada bulan Mei 2008, lagu "Gadisku" merangsak naik ke urutan 5 dalam waktu seminggu karena permintaan request lagunya kian bertambah dari para pendengar.
Bahkan lagu mereka berhasil menyalip 2 lagu dari band lain yang juga sering di request dan diputar yakni Araban3 dari SeeMs LiKe IdiOt dan Aku Jatuh Cinta dari G-One.
Berkat prestasi yang luar biasa tersebut, mereka mendapatkan penghargaan dari stasiun radio yang memutar lagu mereka serta mendapat kesempatan untuk shoting video clip gratis yang digarap oleh crew dari pihak stasiun radio itu.
Konon video clip "Gadisku" dibuat oleh sutradara asal Desa Gembong Kulon, Kecamatan Talang, Kebupaten Tegal yakni Ophi Faisol bersama kru film OPHI STUDIOnya.

Sepeti halnya pada masa dulu, The Axez yang ditargetkan menjadi penerus Cancer, Satria & Casper mengalami kejatuhan di akhir tahun 2008 karena sebagian besar personilnya berkehendak mendirikan band baru.
Putri yang menjadi Guitarist The Axez memutuskan untuk hengkang, begitupun dengan Nina sebagai Backing Vocal dan Fuad sebagai Vocalist harus turut hengkang dari The Axez karena punya masalah prinsip
bermusik yang tidak sepemikiran dengan Ifal, Twin, Nanang & Derry. Maka ambruklah The Axez dipuncak kesuksesannya yang kala itu digandrungi pecinta musik indie label.
Lalu pada tanggal 8 Desember 2008 Ifal secara resmi membubarkan The Axez dan mengganti namanya menjadi The Bee yang berarti lebah, dengan jumlah personil yang menyisakan 4 orang saja Ifal dan kawan-kawan
berusaha mengembalikan band tersebut ke orbit bermusiknya. Faktor penyebab perpecahan tersebut adalah faktor genre musik yang dianut masing-masing personil tak seimbang dan kerap dipersoalkan.

Putri, Nina, Ipang & Fuad lebih suka musik Rock dan Pop sedangkan Ifal, Twin, Derry dan Nanang lebih suka Jazz dan Soul, karena hal semacam itulah perpecahan itu terjadi dan menjadi faktor terkonyol yang hanya masalah
jenis musik yang dianut oleh para personilnya sendiri-sendiri. Dengan jumlah personil yang tersisa mereka masih sibuk rekaman untuk suplai lagu diradio yang akan diputar' dan alhasil mereka menciptakan lagu berjudul
"Bayangmu" yang dinyanyikan Twin untuk mengisi kekosongan chart lagu diawal tahun 2009.

Apa daya, beberapa bulan kemudian Twin dan Nanang memutuskan untuk hengkang karena sudah jenuh dengan suasana di The Bee, Twin & Nanang lalu mendirikan Inside Band sebagai tandingan The Bee.
Maka dengan ini Ifal merekrut personil baru yakni Reni sebagai Vocal & Adi sebagai Bass untuk proyek album kompilasi pada pertengahan 2009 mendatang.
Pada bulan September 2009 mereka berhasil menelurkan 2 single baru diantaranya Mentari Pagi & Terang, lagu Terang dirilis dalam 2 versi yakni versi piano dan versi band.
Namun, 2 single tersebut kurang ditanggapi masyarakat dan daya jualnya juga kurang bagus' tidak seperti single-single sebelumnya seperti Gadisku, Bintang, Bayangmu.
Dan keretakan dikubu The Bee terulang kembali dengan hengkangnya Adi pada awal Maret 2010 karena persoalan pribadi, sementara posisinya digantikan oleh Ian pada bulan April 2010.

 (2008-2010, The Bee jilid I)

Reni/Vocal
Derry/Guitar
Adi/Bass
Ifal/Drum
Ian/Bass (temporer)
Twin/Keyboard & Vocal (temporer)
Nanang/Bass (temporer)
Ayu/Vocal (temporer)

Begitu sampai dimasa keterpurukan mencapai puncaknya, Reni sebagai Vocalist menyatakan pengunduran diri dihadapan Ifal karena harus lebih mementingkan pendidikan dibandingkan bermusik.
Maka dengan demikian, The Bee kehilangan sang vocalist karena ketenaran The Bee tak secemerlang dulu. Hengkangnya Reni dari band ini membuat Ifal menjadi stress berat dan sempat menutup diri dari muka umum,
Bahkan ia kebingungan mencari jalan keluar agar band yang didirikannya itu tak bubar begitu saja. Sampai suatu ketika saat berkunjung ke bekas sekolah musiknya, ia melihat seorang wanita yang cantik jelita, wanita itu adalah Ayu.
Kebetulan sekali Ifal menemukan wanita yang bisa menjadi Vocalist pengganti di grup musiknya, lalu wanita itu diajak ngobrol empat mata dengan Ifal hingga wanita itu setuju dan bersepakat menjadi personil The Bee yang baru.

Lalu terpilihah Ayu sebagai Vocalist pengganti dan The Bee kembali aktif dalam dunia musik tingkat regional.
Walaupun dengan modal seadanya, mereka bisa eksis kembali dengan secercah harapan yang kurang mendukung.
Dan beberapa bulan kemudian, Ian keluar dari The Bee dan posisinya digantikan oleh seorang wanita cantik yang bernama Diva yang kebetulan menjadi adik seperguruannya.
Ayu yang ditunjuk sebagai vocalist pengganti Reni akhirnya memutuskan untuk hengkang pada pertengahan 2010 dan The Bee kembali pecah dengan alasan perbedaan kiblat bermusik.

Anehnya, Ifal sudah mengetahui hal tersebut lantaran ia berhasil menunjuk temannya Diva' yakni Dita sebagai vocalist baru hingga sekarang.
Dalam usaha menggapai kesuksesan lagi, The Bee menjalankan serangkaian tour keliling kota dengan menjajaki seluruh desa/kelurahan se_kabupaten tegal dan kotamadya tegal.
Selama tour keliling daerah sekitarnya, The Bee dibantu seorang additonal Rhytem Guitar yang bernama Andry. Dari sinilah rasa kecemburuan Derry muncul yang membuatnya sering dikesampingkan'
Padahal masih dalam satu grup, tetapi inilah yang disebut konflik pihak dalam.

Maka hengkanglah Derry pada akhir tahun 2010 karena alasan dia sudah tak dianggap penting dan sering dipinggirkan oleh kehadiran Andry,
semenjak saat itu timbul isu bahwa Derry keluar dari The Bee bukan karena dipecat dari keanggotaan The Bee, melainkan dipilihnya Andry sebagai Lead guitar oleh Ifal.
Isu tersebut membuat Thebeelovers geram karena keputusan sang frontman, Ifal yang dianggap pilihan yang keliru.
Padahal secara tegas via wawancara eksklusif dengan Radio Roshinta FM, Ifal mengungkapkan bahwa Derry keluar bukan karena dipecat.
Ifal bilang, "Derry sudah habis masa kontraknya sebagai personil dengan kami, jadi untuk kali ini dia jarang dipanggil dan hal semacam itu adalah suatu kesepakatan yang disetujui bersama".
Bahkan Media massa setempat memberitakan Derry dituding membelot dengan memilih bergabung bersama Inside Band, grup bandnya Twin.
Hal ini dibuktikan dengan munculnya Derry dalam acara festival band tingkat regional yang disponsori oleh Djarum Super. Namun, Ifal tak berkomentar apapun soal hal sepele tersebut' ia menganggap
bahwa media massa terlalu membesar-besarkan hal kecil tersebut.

Sebagian fans dengan kritis mengatakan bahwa Derry terlalu matrialistis dan individualistis karena sangking sibuknya mengurus diri sendiri sampai-sampai ia tak sempat mengurus nasib grup bandnya yang terpuruk karena masalah reformasi keanggotaan.
Maka dari itu, The Bee secara langsung menunjuk Andry sebagai guitarist dan Dita sebagai vocalist. Pada bulan Maret 2011, The Bee secara resmi mengumumkan susunan formasi keduanya pasca hengkangnya Derry, Ayu dan Ian.
Pada pertengahan 2011 The Bee meluncurkan mini album bertitle "secangkir jazzy" dengan hits single Tekat, Gejolak Ego, Tanpa Bayangmu dan e-KTP.

(2011-2012, The Bee jilid II)

Dita/Vocal
Andry/Guitar
Diva/Bass
Ifal/Drum

Status keanggotaan Andry rupanya tak berlangsung lama, sehingga Andry pun mulai tidak betah lantaran keseringan memainkan lagu-lagu bergenre Jazz.
Hingga suatu hari ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari The Bee dan memilih beralih profesi sebagai mahasiswa lantaran tuntutan orang tua yang sangat menekan nuraninya.
The Bee seperti dilanda angin ribut, keanggotaan Andry dalam kubu band asal kendalserut ini mulai tak diperhitungkan lagi oleh pihak manajemen.
Maka dengan ini Ifal terpaksa menjadi guitarist pengganti, kemudian dia segera merekrut drummer baru untuk mengisi posisi yang baru saja ditinggalkannya.
Dia adalah Huda, teman seperguruan Ifal yang baru lulus dari Purwacaraka Music Studio, lantas ia ditunjuk sebagai drummer baru yang tentu ia pilih secara acak dari sekian banyaknya drummer pilihan.
Terhitung sejak sekarang, Huda menjadi personil resmi setelah ia menandatangani kontrak dan siap sedia menjalani pekerjaan rumah di kubu The Bee.

(2012-sekarang, The Bee jilid III)

Dita/Vocal
Ifal/Guitar
Huda/Drum
Diva/Bass

Setelah itu The Bee kembali melanjutkan misinya dalam menggelembungkan popularitas, walaupun dengan keadaan yang teramat menyedihkan.
Sebagai sekelompok seniman muda' mereka harus hidup lewat penghasilan dari bermusik. Jarang-jarang ada orang yang mau menyewa mereka untuk tampil dalam konser,
bahkan mereka harus bekerja sampingan demi meraup penghasilan yang menjanjikan. Ada yang berdagang, ada yang menjadi pegawai dan ada pula yang masih duduk dibangku kuliah.
Walau selera musik masyarakat saat ini masih berkiblat di musik lokal sekelas Tarling atau Campursari' namun mereka masih yakin bahwa The Bee masih laku sebagai grup band kelas wahid.


(Tamat)








6/19/2013

The Bee : Dari Benih Menjadi Buah ( PART 1 )

Foto : Penampilan The Bee di Gor Wisanggeni, Tegal pada tahun 2011


The Bee diperkirakan terbentuk pada bulan September 2004 silam, pembentukan tersebut bermula ketika sekawanan anak remaja yang bersekolah ditempat yang sama, berkumpul diruang kesenian untuk melakukan kegiatan ekskul seni musik bersama guru mereka.
Sekawanan remaja itu adalah Hendri, Sophian, Twin dan Nanang. Mereka bersepakat untuk mendirikan band yang dipersiapkan untuk acara Prom Nite/Perpisahan Kelas IX 2004-2005,
Lantas, band yang mereka bentuk itu diberi nama Casper ' nama Casper adalah nama tokoh kartun favorit mereka ketika masih kecil dan akhirnya nama itupun dipakai setelah sebelumnya mereka kebingungan mencari nama untuk band tersebut.
Saat itu Casper mulai rajin latihan sehingga mereka berhasil memikat penonton dengan aksi diatas panggung yang agak sedikit kaku alias kocak.
Karena mereka sering sekali menyanyikan lagu barat yang agak ngak-ngik-ngok kata orang tua zaman sekarang, contohnya lagunya Muse yang berjudul Histeria'
Nanang selaku pemain bass agak sedikit kesulitan dan khawatir dengan hasil latihan rutinnya yang takut gagal karena ia punya penyakit grogi/demam panggung.

Cerita berlanjut ke tahun 2005, dimana sang drummer, Twin harus berganti posisi menjadi Keyboardist karena tuntutan Hendri yang kurang puas
dengan suara gebukan drumnya Twin yang dianggap terlalu lemah. Lalu, Hendri selaku Guitarist/Vocalist merekrut tetangganya sendiri, yakni Ifal untuk menggantikan posisi Twin
yang beralih ke posisi Keyboardist. Inilah tahun perdana Ifal menjadi member resmi Casper sejak Mei 2005,  padahal waktu itu Ifal masih kelas 5 SD dan usianya
masih 11 tahun/belum baligh. Semenjak Ifal masuk ke band ini, Hendri dkk. sering mengikuti banyak Festival dengan meraih predikat juara 1, 2 dan 3 dalam sekian banyaknya
festival band pelajar se_kabupaten & kota tegal pada tahun 2005.

Di tahun 2006, dengan terpaksa Hendri harus mengganti nama grup bandnya' sebab ada grup band lain yang namanya mirip dengan nama grup band mereka.
Akhirnya dengan ini Hendri mengubah nama grup bandnya menjadi Satria. Sejak saat itu mereka menggunakan nama tersebut hingga
awal 2007. Kemudian ditahun 2007, lagi-lagi ada yang menyamai nama bandnya, apa boleh buat dia dan kawan-kawannya harus mengganti nama yang harusnya
tidak bisa ditiru oleh band lain. Lalu, Ifal selaku Drummer memutuskan untuk menggunakan nama desanya sebagai nama baru band tersebut'
lalu muncullah istilah Kenser yang merupakan singkatan dari nama desa yang mereka tinggali, yakni Kendalserut.
Dan nama Satria dirubah menjadi Kenser ' tapi dengan singkatan yang terlalu kampungan itu mereka kurang pede. Lalu, singkatan dari kenser itu di inggriskan menjadi Cancer,
Cancer sendiri adalah nama dari rasi bintang yang ada diantara sekian banyaknya rasi bintang dalam mitologi yunani kuno.
Lantas sejak saat itu nama Cancer dengan resmi menjadi nama baru band tersebut. Dan di tahun yang sama mereka juga merekrut 2 personil baru,
yakni Kawel Slash yang berposisikan Rhytem Guitar & Joddy Knox sebagai Bass Guitar.

aka sesuai dengan urutan tahun, inilah formasi The Bee pada masa-masa awal :

(2004-2005, Casper)

Hendri sebagai Guitarist/Vocalist
Sophian sebagai Vocalist
Twin sebagai Drummer
Nanang sebagai Bassist

(2005-2007, Casper, Satria & Cancer)

Hendri sebagai Guitarist/Vocalist
Sophian sebagai Vocalist
Twin sebagai Keyboardist/Vocalist
Ifal sebagai Drummer
Nanang sebagai Bassist

(2007-2008, Cancer)

Hendri sebagai Vocalist/Lead Guitarist
Sophian sebagai Lead Vocalist
Nanang Fakhuroji sebagai Additional Player (Bassist)
Ifal Amala Shofa Sebagai Drummer/Backing Vocal
Twin Adiningtyas sebagai Keyboard/Vocalist
Joddy Knox sebagai Bassist
Kawel Slash sebagai Rhytem Guitarist

(Bersambung)