Tampilkan postingan dengan label Hoax Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hoax Story. Tampilkan semua postingan

11/16/2021

BENARKAH SENTUL CITY SAHAMNYA DIKUASAI TOMMY SOEHARTO ?

Sentul City Residence

Akhir-akhir ini pemberitaan tertuju pada manusia paling nyeleneh se Indonesia. Bukan Vicky Prasetyo, Aldi Taher atau Nikita Mirzani' melainkan filsuf UI yang bernama Rocky Gerung.
Pasalnya Rocky Gerung sedang bersengketa dengan salah satu pengembang rumah mewah ternama yakni Sentul City.
 
Konon kabarnya, Sentul City telah memperoleh sertifikat tanah dari Dinas ATR/BPN Cibinong milik orang yang dahulu menjual tanahnya ke Rocky Gerung pada tahun 2009 silam.
12 tahun berlalu setelah transaksi jual beli tanah itu terjadi, pemilik tanah yang asli telah dipenjara akibat kasus mafia tanah.
 
Sertifikat milik tersangka telah ditahan oleh Dinas ATR/BPN Cibinong kemudian didapat secara cuma-cuma oleh Sentul City yang rencananya akan dibangun vila-vila mewah untuk kaum borjuis.
 
Masih jadi pertanyaan, siapakah pemilik Sentul city yang sebenarnya ?
 
Kalau boleh tahu, mungkinkah Sentul City adalah anak perusahaan milik anggota keluarga Cendana ?
 
Jawaban yang agak remeng-remeng untuk diungkapkan. Tetapi, data yang diperoleh menunjukkan bahwa Sentul City bukan milik keluarga Cendana tetapi sahamnya sebagian dikuasai salah satu anggota keluarganya.
Jelas-jelas kita akan mengingat sosok yang doyan berbisnis di bidang pengembangan rumah mewah. Tentu saja kita teringat pada Tommy Soeharto, semua orang tahu bisnis pangeran Cendana ini menggurita sejak ayahnya berkuasa dulu.
 
Tommy Soeharto mulai merintis bisnis pengeboran minyak hingga merembet ke bisnis properti. Khususnya pengembangan kawasan hunian mewah seperti apartemen dan real estate.
 
Tanah yang disengketakan Rocky Gerung adalah tanah milik Sentul City karena sertifikatnya sudah direbut sejak lama. Rocky Gerung tidak tahu menahu soal sertifikat itu karena tidak pernah terima barangnya.
 
Hanya kwitansi pembelian yang ia miliki dan tersimpan rapi sampai sekarang sebagai tanda bukti jual beli. Namun, kepemilikan tanah yang dibeli Rocky Gerung tidak sah alias ilegal. Tanah tersebut berada di Bojong Koneng, Babakam Madang, Bogor. 
 
Jaraknya tidak jauh dari Tanah Sareal, dimana rumah janda mendiang Soni Eranata tinggal bersama kedua putranya. Tommy Soeharto dikabarkan kuasai saham itu sejak lama bahkan jauh sebelum Rocky Gerung membeli tanah yang saham pemiliknya direngkuh sang pangeran.
 
Rocky Gerung berusaha mati-matian mempertahankan tanah dimana rumahnya berdiri. Akan tetapi keputusan sudah tidak bisa di ganggu gugat karena tanah itu tidak sah dan cacat hukum.
 
Mungkin Rocky Gerung harus protes kepada Tommy Soeharto karena perusahaan yang dikuasai sahamnya malah tega menggusur rumah miliknya.
 
Tapi, apalah daya...
Apalah hendak dikata...
 
Kini Rocky Gerung merasa sudah terlambat untuk bergegas.
Kalau begini dimanakah Rocky Gerung akan tinggal selagi rumahnya digusur oleh pengembang hunian mewah Sentul City ?
 
Tinggal di Bulan atau tinggal di Penjara ?
Biar Tuhan yang menjawab semua pertanyaan kita yang sudah lama memusuhi Rocky Gerung.
 
*****

7/21/2020

World Empire Kingdom adalah Sunda Empire Jilid II

Foto : World Kingdom Empire disinyalir sebagai penerus Sunda Empire

World Kingdom Empire muncul setelah Sunda Empire bubar. Kali ini pelaku dan anggota WKE adalah orang yang sama, siapa lagi kalau bukan Ketua LKIN (Lembaga Kontrol Independen Nasional) Muhammad Safri yang dulunya bekas pengikut UN Swissindo.

Muhammad Safri dikenal sebagai jurnalis dan ketua LSM yang memiliki pergaulan luas. Namun, sayangnya dia sangat bar-bar dan tidak ketulungan sintingnya.
Dia merupakan bagian dari antek-antek oposisi yang kerap memusuhi pemerintah tetapi tidak segan memungut uang bantuannya.

Muhammad Safri tergolong seorang pria yang licik, penuh tipu daya dan tidak takut melanggar hukum. Karena pada dasarnya dia memiliki mental seorang preman yang tidak kenal takut pada siapa pun. Muhammad Safri adalah kaki tangan pendiri Swissindo, Ir. Sugihartono alias Sino AS yang sempat masuk bui pada tahun 2017 lalu akibat kasus investasi bodong mengatasnamakan dana kemanusiaan PBB.

Semasa menjadi anggota UN Swissindo dia banyak menipu orang dengan metode ala Sunda Empire dan berniat menjadikan Pulau Sulawesi sebagai mercusuar dunia.
Halusinasi kekuasaan dan kehormatan inilah yang membuatnya gelap mata untuk memperkaya diri dengan uang pungutan dari anggota UN Swissindo.

Meski pendiri UN Swissindo sudah tertangkap, tapi Muhammad Safri merupakan satu-satunya anggota yang belum tertangkap akibat ulahnya menipu banyak orang dengan embel-embel dana abadi dari Bank Swiss. Alangkah lucunya orang satu ini, dia sendiri terjangkit wabah halusinasi seperti itu sejak jagoannya kalah dalam pemilihan presiden.

Ini memang pengaruh politik, kalau sudah menjual otak dan hatinya demi syahwat politik maka yang ada cuma bagaimana caranya bisa merebut kekuasaan tanpa harus mengikuti Pemilu.
Semoga saja dia sadar karena tindakkannya ini jelas salah dan mencoreng nama baik UN (United Nations) sebab Swissindo merupakan ormas tipu-tipu.

Jangan percaya dengan Muhammad Safri, mengaku sarjana bergelar Insinyur tapi gelarnya sendiri palsu. Nyatanya dia tidak pernah kuliah walau satu semester pun !
Dia cuma lulusan STM yang gagal dapat lowongan karena kehabisan kuota sehingga banting setir jadi preman budiman.

Modal gelar palsu, berbahasa ala orang intelek dan gemar sewa mobil tapi ujung-ujungnya dijual agar dapat uang untuk foya-foya. Mohon jangan percayai Muhammad Safri, dia itu penipu kelas ubur-ubur dan bisa dipastikan dia adalah maling yang paling sulit ditangkap.

Tapi, Gusti Ora Sare... Bung !
Oposisi Tetaplah Oposisi
Oposisi Adalah Golongan Ternista
Oposisi Cuma Ampas Yang Tiada Guna
Oposisi Sama Dengan Gelandangan Politik

11/16/2019

Andai Habib Rizieq Tiada, FPI Akan Mengalami Dualisme (Matahari Kembar)

 Gambar : Bendera FPI

Membayangkan jika FPI mengalami masa-masa sulit, kuat kemungkinan akan muncul dualisme kepemimpinan. Itu akan terjadi setelah Habib Rizieq tiada, entah kapan masa-masa terpuruk FPI dimulai tiada seorang pun yang tahu kecuali Tuhan.
Dualisme kepemimpinan FPI dipicu oleh persaingan antara dua kelompok yang dulunya dipersatukan oleh sang Habib.

Novel Bamukmin, Slamet Ma'arif dan Munarman adalah trio solid yang selama ini menjadi tangan kanan sekaligus orang paling dipercaya oleh Habib Rizieq.
Ketiganya bisa jadi berusaha mempertahankan FPI agar tidak dikuasai atau dihancurkan oleh pihak lain. Ketiga tokoh penting ini mengaku sudah setia mempertahankan FPI agar tidak goyah dari ancaman pihak yang memusuhi mereka.

Namun, ada kelompok yang memang benar-benar menginginkan hak berkuasa atas FPI. Siapa lagi kalau bukan Keluarga Besar Habib Rizieq sendiri yang dikemudian hari akan dipimpin oleh menantu lelakinya, ialah Habib Hanif Al Athos.

Habib Hanif Al Athos merasa lebih berhak memimpin FPI karena terhitung seorang ulama keturunan trah Alawiyah murni.
Seolah FPI hanya boleh dipimpin oleh keturunan trah Alawiyah dari berbagai marga, asalkan harus orang keturunan Hadramaut dan bukan ulama pribumi lokal macam Novel Bamukmin, Munarman atau Slamet Ma'arif.

Habib Hanif Al Athos menilai ketiganya dianggap tidak pantas memimpin FPI karena bukan golongan ulama dan hanya sebatas tangan kanan.
Tokoh-tokoh FPI dari kalangan Pribumi jelas diremehkan karena hanya sekedar menjadi sahabat dan cuma sebagai senjata cadangan.

Habib Rizieq mendirikan FPI hanya untuk kepentingan umat Islam (Yang Sepaham Dengannya) dan tidak untuk umat Islam (Yang Tidak Sepaham Dengannya).
Otomatis, orang yang berada diluar lingkungan keluarga Habib Rizieq sulit diwarisi jabatan sebagai Imam Besar FPI. Ini bisa memuluskan Habib Hanif Al Athos mendapat gelar sebagai penerus tahta Habib Rizieq.

Kendati Habib Hanif adalah keturunan trah Al Athos sedangkan Habib Rizieq adalah keturunan trah Shihab, maka marga Al Athos dan Shihab masih satu klan karena dirunut dari silsilah sama-sama keturunan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib.

Ditambah kuatnya posisi Habib Hanif Al Athos ini juga mendapat dukungan dari sesama Habib. Termasuk dukungan dari Habib Bahar Sumayth (Smith) yang memimpin sayap kanan FPI, Majelis Pembela Rasulullah/MPR.

Kelompok keluarga Habaib dan kelompok pribumi yang sama-sama mengurus FPI diprediksi akan saling sikut-sikutan merebut tahta sebagai Imam FPI Kedua.
Namun, Habib Rizieq sudah mewanti-wanti agar semua pengikut setianya tidak terbelah menjadi dua kelompok.

Jika ada yang membela Novel Bamukmin atau ada yang membela Habib Hanif Al Athos, maka sebagai orang paling dipercaya untuk mengurus FPI sejatinya Novel Bamukmin.

Sebab, Novel Bamukmin adalah asisten pribadi Habib Rizieq yang kerap berada di sampingnya. Dimana pun sang Habib berada, Novel Bamukmin selalu ada disitu menjadi tangan kanan paling dipercaya.

Ditambah Munarman merupakan pengurus struktural paling bagus dan sangat cermat. Lantas Slamet Ma'arif merupakan Ketua DPC FPI yang sangat getol menjalankan ormas itu tanpa kenal lelah. Kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya setelah dualisme kepemimpinan FPI menjadi polemik paling tidak di inginkan.

Celakanya lagi kalau sampai Pemeintah ikut mengintervensi pergantian kepengurusan Imam Besar FPI yang baru, sudah pasti akan jadi bahan olok-olok dan umpatan dari saingan-saingannya termasuk NU dan Muhammadiyah yang sudah solid secara finansial.

FPI memang bukan ormas yang memiliki pendanaan yang baik, karena sering mengalami pasang surut akibat beberapa kasus-kasus kriminal yang dilakukan oleh para antek-antek dan pengikutnya.

Kita berharap semoga FPI bisa dibubarkan atau paling tidak direformasi, sebab kalau tidak dilakukan maka perangai orang-orang di dalamnya bisa mengancam stabilitas negara yang bermula dari aksi-aksi intoleran.

(Selesai)

8/04/2019

Anak Pegawai vs Anak Buruh Kasar

Kadang kala anak seorang pegawai saja lebih susah dapat pacar dibanding anak seorang buruh kasar.
Padahal anak pegawai hidupnya lebih terjamin dibanding anak buruh kasar, sebab orang tuanya memiliki penghasilan yang nilainya kontras.

Anak buruh kasar dengan mudahnya memperoleh kekasih bahkan sering gonta-ganti di setiap waktu' kalau pun itu karena masalah faktor kebosanan psikologis yang menyebabkan dia sering ganti pasangan.

Sementara anak pegawai yang hidup enak dan berkecukupan saja bolak-balik tebar pesona kesana-kemari tetapi tidak satu pun wanita yang mau mendekati.
Jangankan mendekati, memuji saja pun tidak pernah sama sekali. Kenyataan selalu berpihak pada anak buruh kasar karena dia punya modal nekat dan berani mengorbankan dirinya sendiri hanya untuk seseorang yang ia cintai.

Anak pegawai yang segalanya serba mudah dalam menjalani hidup justru kerap dikalahkan hanya karena tidak punya keberanian untuk mendapatkan cinta.
Sungguh ironi yang sulit diterima, mengapa semua harus terjadi pada mereka berdua yang nasibnya berbeda cerita ?

Anak buruh kasar itu kalau kemana-mana cuma mengandalkan firasat untuk menebak-nebak apakah nasibnya baik atau tidak. Anak pegawai sendiri justru tertatih-tatih dalam menjalani kehidupan asmaranya yang penuh tanda tanya. Mereka kerap bergumam dalam hati tentang suasana yang mereka alami. Tetapi, hal semacam itu tidak membuatnya berhenti mengeluh karena cinta.

(Selesai)

7/06/2019

Santri Dan Pak Kyai : Sunat Itu Wajib Bagi Laki-Laki

 Foto : Kepala Bayi Laki Laki



Santri : Pak Kyai, Sunat itu wajib bagi laki-laki ?

Pak Kyai : Iya, lalu kenapa ?

Santri : Kalau anak kecil yang masih balita boleh sunat ?

Pak Kyai : Boleh... Asalkan dia itu laki-laki

Santri : Disunat pakai pisau atau laser hukumnya bagaimana ?

Pak Kyai : Sah-sah saja, yang penting dokternya bersertifikat dan lulusan fakultas kedokteran

Santri : Tapi, jika seandainya yang disunat itu makhluk selain manusia bagaimana ?

Pak Kyai : Makhluk selain manusia, maksud kamu ?

Santri : Misalnya Sapi, Kuda, Kerbau, Badak atau Alien...

Pak Kyai : Kalau Sapi, Kuda dan Kerbau menurut saya bisa-bisa saja disunat' tapi kalau Badak sepertinya tidak bisa disunat karena kulitnya keras, bahkan lebih keras dari kulit mbah kakungmu

Santri : Kalau Alien bagaimana ?

Pak Kyai : Kalau makhluk sejenis Alien itu mah tidak bisa disunat...

Santri : Kok tidak bisa disunat, memangnya kenapa ?

Pak Kyai : Soalnya Alien itu tidak punya kelamin, mereka itu jantan bukan... betina juga bukan

Santri : Jadi Alien tidak bisa melakukan hubungan intim...

Pak Kyai : Tidak bisa, tidak bisa sama sekali...

Santri : Tapi bagaimana bisa mereka punya anak tanpa hubungan intim ?

Pak Kyai : Jawabannya adalah.... kamu harus bertanya pada pemeran Alien di film Ultraman !

(Selesai)

6/26/2019

Santri Dan Pak Kyai - Hukum Mencintai Istri Orang

 Foto : Yvonne Arias



Santri : Pak Kyai, Mencintai Istri Orang Hukumnya Apa ?

Pak Kyai : Haram, Tidak Boleh... Itu Dosa Besar !!!

Santri : Kalau Tunangan Orang Bagaimana Hukumnya ?

Pak Kyai : Haram, Itu Sudah Disepakati Kedua Pihak... Jangan Diganggu Gugat !!!

Santri : Tapi... Kalau Yang Tunangan Gagal Nikah Bagaimana ?

Pak Kyai : Oh, Silahkan... Kalau Dalam Pertunangan Itu Keduanya Tidak Sreg Lagi' Silahkan Ambil Saja'

Santri : Berarti, Kalau Mereka Berdua Benar-Benar Gagal Ke Pelaminan Otomatis Bisa Diambil Alih ?

Pak Kyai : Tentu Saja, Kadang Kala Sudah Saling Mencintai Saja Tahu-Tahu Malah Gagal Menikah' Kan Lebih Baik Jatuh Cinta Belakangan Dari Pada Gagal Belakangan     


(Selesai)

9/22/2014

EREN "KANGEN BAND" Pensiun ?

Gambar : Dokumentasi www.kapanlagi.com, 2009

Sebagian orang berkata bahwa menjadi artis merupakan impian yang menjanjikan kekayaan dan kejayaan.
Tetapi hal ini tidak berlaku bagi Erna Tri Suryani atau biasa disapa EREN.

Penyanyi asal Bandarlampung, Provinsi Lampung ini merupakan penyanyi latar dari sebuah grup musik kenamaan KANGEN BAND.
Suaranya yang lembut bagaikan sehelai sutra dari tiongkok ini memutuskan untuk PENSIUN dari dunia hiburan yang telah lama membesarkan namanya.

Dilansir lewat wawancara di stasiun radio yang nama stasiunnya dan gelombang frekuensinya dirahasiakan' EREN mengungkapkan kekesalannya terhadap management KANGEN BAND di masa kini.
Apalagi semenjak Mahesa Andika Pratama atau biasa disebut Andika KANGEN BAND dikeluarkan dari band berjenis musik POP MELAYU itu, EREN yang bertindak sebagai pihak penengah permasalahan tak sanggup menahan rasa kecewanya terhadap DODHY, sang pimpinan KANGEN BAND.

Bergabung dengan KANGEN BAND sejak tahun 2005, EREN memang menjadi duet vocal ANDIKA' dan ketika ANDIKA terseret kasus peredaran NARKOBA saat masih menjadi pedagang ES CENDOL dulu' EREN lah yang menjadi orang pertama yang menjenguk ANDIKA di rumah tahanan.

Dan berkat kata-kata halusnya, EREN berhasil meringankan hukuman ANDIKA yang semula Hukuman 5 Tahun Penjara menjadi 12 Bulan Penjara.
Dan ketika ANDIKA masih dipenjara didalam rumah tahanan, KANGEN BAND mengandalkan EREN sebagai vocalist sementara.
Terlebih saat KANGEN BAND berkibar lewat album "Tentang Aku, Kau dan Dia" yang sukses menembus angka penjualan diatas 600.000 Copy' EREN sempat memeluk ANDIKA yang merupakan sahabat karibnya sejak kecil sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME ata karunia dan rejeki yang mengalir.

Kejayaan KANGEN BAND tidak lama, terhitung sejak tahun 2007 - 2012' KANGEN BAND menjadi grup musik terlaris yang pernah mencicipi dunia hiburan tanah air.
Honor konsernya sempat naik dari tahun ke tahun semenjak lagu-lagunya yang menjadi trend baru memuncaki tangga lagu, namun alangkah kejamnya alam fana ini' ketika ANDIKA mulai terlibat kasus penculikan gadis dibawah umur pada tahun 2013 lalu.

EREN kembali menjadi jalur penengah permasalahan, ia sempat meminta kepada management agar ANDIKA tidak dicopot jabatannya sebagai Vocalist' namun karena ada kesalahan lain yang membuat daftar hitam ANDIKA semakin penuh, terpaksa management Positive Art mengeluarkan SK terkait ANDIKA sehingga dikeluarkanlah ANDIKA dari kubu KANGEN BAND.

EREN menilai bahwa management telah melakukan kesalahan fatal, dikeluarkannya ANDIKA membuat KANGEN BAND semakin lemah dan keuntungan semakin tidak mencukupi kehidupan masing-masing personilnya. Dalam sebuat wawancara eksklusif yang disiarkan langsung pada jam 22.30 WIB di stasiun radio yang dirahasiakan olehnya' EREN berkata bahwa dikeluarkannya ANDIKA dari KANGEN BAND merupakan puncak dari rasa benci Positive Art Entertainment atas kelakuan buruk andika selama menjadi vocalist KANGEN BAND.

PAE (Positive Art Entertainment) memang telah lama merencanakan perekrutan vocalist baru untuk menggantikan ANDIKA, dan ketika kejahatan ANDIKA memuncak' management memutuskan untuk membuang ANDIKA ke penjara akibat pelanggaran janjinya sendiri kepada management.

EREN tidak percaya bahwa semua kejadian yang di alami ANDIKA merupakan taktik politik yang keji, apalagi saat itu ANDIKA sedang mencoba lebih baik dari sebelumnya' ia telah melakukan hal-hal yang terbaik dan berguna. Rasa benci PAE terhadap ANDIKA muncul saat salah satu personil grup band lain yang masih satu management dengan KANGEN BAND melaporkan berita yang biasa saja tetapi dilebih-lebihkan.

EREN mengungkapkan bahwa sebenarnya ANDIKA telah mendirikan grup musik baru di Lampung sebagai saingan baru KANGEN BAND, grup musik baru tersebut bernama MAWLA BAND.
Dalam sebuah konser amal, MAWLA BAND ditunjuk sebagai grup musik pengiring dalam acara bertajuk sosial itu' hal ini justru diketahui salah satu personil band lain dan lantas melaporkannya ke PAE' sehingga sepulang konser dengan MAWLA BAND, ANDIKA ditegur oleh pimpinan PAE' dalam teguran itu tersirat kata-kata yang berbunyi negatif.

Kata-kata negatif itu berbuah pemecatan ANDIKA sebagai Vocalist, dipecatnya ANDIKA membuat KANGEN BAND dihadapkan dengan persoalan yang sepele namun berkepanjangan.
Yaitu popularitas, memang popularitas grup musik dari bumi WAY KAMBAS itu kian meredup akibat ulah ANDIKA.

EREN mengatakan bahwa jika dirinya memutuskan untuk PENSIUN dari dunia musik lantaran ketidakadilan management karena pemecatan ANDIKA, dalam sebuah dialog yang mengandung unsur RASISME ia mengatakan "KANGEN BAND yang baru tak lebih dari sekedar alat pemuas nafsu ANGKARA MURKA para KORUPTOR".

Ungkapan ini terkesan mengartikan bahwa EREN memang tak mau lagi berkecimpung dalam bisnis hiburan, karena dia pernah di PALAK oknum management PAE yang membuat dirinya harus pulang ke Lampung dengan membawa GAJI BUTA. Hal itu terjadi akibat rasa simpatiknya terhadap ANDIKA, walaupun ANDIKA sudah rusak dari sisi kerohaniannya' EREN tetap mendukung ANDIKA agar kelak ANDIKA bisa kembali meraih impiannya sejak lama dan menjadi orang yang baik terhadap sesama.

Dalam wawancaranya itu, EREN sempat mengeluarkan rahasia' ia mengatakan bahwa dirinya kini sudah menikah dengan seorang pemuda yang berprofesi sebagai POLISI yang berkantor di POLRES RESORT BANDAR LAMPUNG, dalam usahanya menikah' waktu itu ia sempat menjual salah satu SEPATU BOOTS yang sering ia pakai saat konser bersama KANGEN BAND demi membiayai pernikahannya.

Alangkah merananya nasib EREN saat ini, ia sekarang jarang mendapat panggilan untuk mengisi acara sebagai penyanyi' menurutnya, ia kalah bersaing dengan penyanyi dangdut.
Ia pernah mencoba mendalami musik DANGDUT sebagai jenis musik alternatif selain POP, namun sang suami melarangnya lantaran musik tersebut dianggap tidak mencerminkan kepribadian EREN yang sebenarnya. EREN berkata bahwa suaminya memang ANTI-DANGDUT' karena musik DANGDUT adalah musik yang memperlihatkan sisi kebinalan dan sisi kehancuran moral.

Walaupun alasan sang suami tidak begitu dimengerti, sebagai seorang istri' EREN tetap menuruti apa yang di fatwakan sang suami' malah suaminya bilang bahwa EREN boleh tetap melanjutkan karir bermusiknya. Asalkan EREN tidak bersentuhan dengan musik DANGDUT, EREN mengerti' sejak lulus SMA dirinya sudah berjilbab dan kalau ia berani menekuni musik DANGDUT, maka taruhannya adalah jilbab yang selama ini menutupi kepalanya.

Dan EREN mulai sadar bahwa sang suami lebih suka dirinya berjilbab, maka dari itu watak wanita berjilbab harus baik dan patuh kepada suami.
Semula EREN memang tak berfikir untuk pensiun, namun karena himpitan ekonomi yang menerjang kehidupan pribadinya membuat EREN harus bertindak tepat dan tidak salah perhitungan.
Maka dari itu ia lebih memilih pensiun dari pada terus berlarut-larut dalam keterpurukan akibat lunturnya popularitas KANGEN BAND.

Ia bersugesti kepada awak KANGEN BAND agar selalu menjaga kekompakkan dan kerjasama yang solid' apalagi untuk bertahan di dunia seni dibutuhkan pemikiran yang cerdas dan strategi yang jitu supaya keberhasilan datang menghampiri. Dan EREN selalu berpesan kepada DODHY, BEBE, IIM, TAMA dan IZZY agar tetap selalu bersama walaupun popularitas dan omset penjualan album sedang anjlok akibat pembajakan dan peredaran secara gratis lewat INTERNET.

(Dilansir dari http://www.doikangenbandlampung.wordpress.com)

8/29/2013

The Bee : Dari Benih Menjadi Buah (PART 2/Terakhir)

Foto : Penampilan The Bee di acara Class Music Band Competition, Tegal 2011

Di awal 2007, Cancer masuk dapur rekaman amatir atau anak muda sekarang menyebutnya dengan Indie Label.
Di salah satu studio rekaman amatir di kota tegal mereka melakukan rekaman dan serangkaian rehearsal dilakukan untuk bisa memproduksi lagu-lagu terbaik,
Di waktu itu memang trend rekaman indie label sedang berkembang sejak munculnya band mayor label yang lahir dari dunia indie label, siapa lagi kalau bukan Kangen Band.
Setelah rekaman selesai, hasil rekaman mereka dipromosikan lewat acara konser/festival musik di hari ulang tahun kabupaten tegal.
Biar hasilnya norak, tetapi hal ini dijadikan modal agar bisa meraih sukses di masa mendatang.

Terlebih lagi, mereka berkesempatan menjadi bintang tamu dalam acara-acara festival tertentu yang berhubungan dengan hari-hari nasional,
contohnya Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, HUT RI Ke 62 dan Festival-festival dihari-hari nasional bergengsi lainnya.
Bahkan saat-saat sesudah lebaran mereka sempat tampil di Mall dan Pusat perbelanjaan lainnya berkat ketenaran yang makin menjamur semenjak memiliki album sendiri.
Namun, kebersamaan yang kompak itu harus berakhir dengan perpecahan yang ditandai keluarnya Sophian, Hendri, Joddy dan Kawel yang sudah tak tahan dengan gosip yang sering dibicarakan masyarakat mengenai skandal percintaan.

Kini tinggal Ifal, Twin dan Nanang yang harus mempertahankan kekokohan band tersebut, hingga pada akhirnya Ifal yang harus memimpin band yang dulu dipimpin Hendri dan Sophian.
Lalu, di bulan Februari 2008 Ifal,Twin dan Nanang mengadakan audisi untuk mencari personil baru untuk menggantikan Sophian, Hendri, Joddy dan Kawel yang keluar akibat gosip skandal percintaan sesama jenis yang dilakukan Hendri.

Dan Akhirnya mereka berhasil menemukan pengganti para personil lama, dan dengan kesepakatan bersama nama Cancer diganti The Axez.
The Axez sendiri adalah nama pemberian dari Twin yang berharap band ini bisa menjaga existensinya agar kelak bisa bertahan hingga nanti.
Rupanya berhasil, mereka mendapatkan beberapa personil yang kebetulan masih kawan seperguruan di sekolah musiknya Ifal, diantaranya Fuad, Ipang, Derry, Putri dan Nina.
Dalam formasi baru band ini terdiri dari Fuad sebagai Vocalist, Derry sebagai Lead Guitar, Putri sebagai Rhytem Guitar, Nina & Ipang sebagai Backing Vocal.

(2008, The Axez )

Fuad sebagai Vocal
Derry sebagai Lead Guitar
Putri sebagai Rhytem Guitar
Twin sebagai Keyboard
Nanang sebagai Bass/Backing Vocal
Nina sebagai Backing Vocal
Ipang sebagai Backing Vocal
Ifal sebagai Drum/Song Composer


Nama dan Formasi barupun akhirnya terbentuk dengan singkat walaupun jalannya audisi pencarian personil baru berjalan cukup alot.
Selama tahun 2008, The Axez sering mengikuti serangkaian festival bahkan dari festival-festival tersebut berhasil mengantarkan mereka kembali ke dapur rekaman.
Setelah itu mereka mulai merilis single berjudul "Gadisku" dan "Bintang".
Single berjudul "Gadisku" & "Bintang" tadi dibilang berhasil mendongkrak popularitas yang sempat tersendat akibat konflik pasca Sophian, Hendri, Kawel dan Joddy keluar dari band tersebut.
Bahkan menurut salah satu stasiun radio terkemuka di kota tegal mencatat, bahwa lagu mereka sering muncul di chart musik indie tegal dengan peringkat yang kian melonjak.
Awalnya berada diurutan terakhir dari sekian banyaknya lagu yang terdaftar dalam chart musik indie regional .

Menariknya pada bulan Mei 2008, lagu "Gadisku" merangsak naik ke urutan 5 dalam waktu seminggu karena permintaan request lagunya kian bertambah dari para pendengar.
Bahkan lagu mereka berhasil menyalip 2 lagu dari band lain yang juga sering di request dan diputar yakni Araban3 dari SeeMs LiKe IdiOt dan Aku Jatuh Cinta dari G-One.
Berkat prestasi yang luar biasa tersebut, mereka mendapatkan penghargaan dari stasiun radio yang memutar lagu mereka serta mendapat kesempatan untuk shoting video clip gratis yang digarap oleh crew dari pihak stasiun radio itu.
Konon video clip "Gadisku" dibuat oleh sutradara asal Desa Gembong Kulon, Kecamatan Talang, Kebupaten Tegal yakni Ophi Faisol bersama kru film OPHI STUDIOnya.

Sepeti halnya pada masa dulu, The Axez yang ditargetkan menjadi penerus Cancer, Satria & Casper mengalami kejatuhan di akhir tahun 2008 karena sebagian besar personilnya berkehendak mendirikan band baru.
Putri yang menjadi Guitarist The Axez memutuskan untuk hengkang, begitupun dengan Nina sebagai Backing Vocal dan Fuad sebagai Vocalist harus turut hengkang dari The Axez karena punya masalah prinsip
bermusik yang tidak sepemikiran dengan Ifal, Twin, Nanang & Derry. Maka ambruklah The Axez dipuncak kesuksesannya yang kala itu digandrungi pecinta musik indie label.
Lalu pada tanggal 8 Desember 2008 Ifal secara resmi membubarkan The Axez dan mengganti namanya menjadi The Bee yang berarti lebah, dengan jumlah personil yang menyisakan 4 orang saja Ifal dan kawan-kawan
berusaha mengembalikan band tersebut ke orbit bermusiknya. Faktor penyebab perpecahan tersebut adalah faktor genre musik yang dianut masing-masing personil tak seimbang dan kerap dipersoalkan.

Putri, Nina, Ipang & Fuad lebih suka musik Rock dan Pop sedangkan Ifal, Twin, Derry dan Nanang lebih suka Jazz dan Soul, karena hal semacam itulah perpecahan itu terjadi dan menjadi faktor terkonyol yang hanya masalah
jenis musik yang dianut oleh para personilnya sendiri-sendiri. Dengan jumlah personil yang tersisa mereka masih sibuk rekaman untuk suplai lagu diradio yang akan diputar' dan alhasil mereka menciptakan lagu berjudul
"Bayangmu" yang dinyanyikan Twin untuk mengisi kekosongan chart lagu diawal tahun 2009.

Apa daya, beberapa bulan kemudian Twin dan Nanang memutuskan untuk hengkang karena sudah jenuh dengan suasana di The Bee, Twin & Nanang lalu mendirikan Inside Band sebagai tandingan The Bee.
Maka dengan ini Ifal merekrut personil baru yakni Reni sebagai Vocal & Adi sebagai Bass untuk proyek album kompilasi pada pertengahan 2009 mendatang.
Pada bulan September 2009 mereka berhasil menelurkan 2 single baru diantaranya Mentari Pagi & Terang, lagu Terang dirilis dalam 2 versi yakni versi piano dan versi band.
Namun, 2 single tersebut kurang ditanggapi masyarakat dan daya jualnya juga kurang bagus' tidak seperti single-single sebelumnya seperti Gadisku, Bintang, Bayangmu.
Dan keretakan dikubu The Bee terulang kembali dengan hengkangnya Adi pada awal Maret 2010 karena persoalan pribadi, sementara posisinya digantikan oleh Ian pada bulan April 2010.

 (2008-2010, The Bee jilid I)

Reni/Vocal
Derry/Guitar
Adi/Bass
Ifal/Drum
Ian/Bass (temporer)
Twin/Keyboard & Vocal (temporer)
Nanang/Bass (temporer)
Ayu/Vocal (temporer)

Begitu sampai dimasa keterpurukan mencapai puncaknya, Reni sebagai Vocalist menyatakan pengunduran diri dihadapan Ifal karena harus lebih mementingkan pendidikan dibandingkan bermusik.
Maka dengan demikian, The Bee kehilangan sang vocalist karena ketenaran The Bee tak secemerlang dulu. Hengkangnya Reni dari band ini membuat Ifal menjadi stress berat dan sempat menutup diri dari muka umum,
Bahkan ia kebingungan mencari jalan keluar agar band yang didirikannya itu tak bubar begitu saja. Sampai suatu ketika saat berkunjung ke bekas sekolah musiknya, ia melihat seorang wanita yang cantik jelita, wanita itu adalah Ayu.
Kebetulan sekali Ifal menemukan wanita yang bisa menjadi Vocalist pengganti di grup musiknya, lalu wanita itu diajak ngobrol empat mata dengan Ifal hingga wanita itu setuju dan bersepakat menjadi personil The Bee yang baru.

Lalu terpilihah Ayu sebagai Vocalist pengganti dan The Bee kembali aktif dalam dunia musik tingkat regional.
Walaupun dengan modal seadanya, mereka bisa eksis kembali dengan secercah harapan yang kurang mendukung.
Dan beberapa bulan kemudian, Ian keluar dari The Bee dan posisinya digantikan oleh seorang wanita cantik yang bernama Diva yang kebetulan menjadi adik seperguruannya.
Ayu yang ditunjuk sebagai vocalist pengganti Reni akhirnya memutuskan untuk hengkang pada pertengahan 2010 dan The Bee kembali pecah dengan alasan perbedaan kiblat bermusik.

Anehnya, Ifal sudah mengetahui hal tersebut lantaran ia berhasil menunjuk temannya Diva' yakni Dita sebagai vocalist baru hingga sekarang.
Dalam usaha menggapai kesuksesan lagi, The Bee menjalankan serangkaian tour keliling kota dengan menjajaki seluruh desa/kelurahan se_kabupaten tegal dan kotamadya tegal.
Selama tour keliling daerah sekitarnya, The Bee dibantu seorang additonal Rhytem Guitar yang bernama Andry. Dari sinilah rasa kecemburuan Derry muncul yang membuatnya sering dikesampingkan'
Padahal masih dalam satu grup, tetapi inilah yang disebut konflik pihak dalam.

Maka hengkanglah Derry pada akhir tahun 2010 karena alasan dia sudah tak dianggap penting dan sering dipinggirkan oleh kehadiran Andry,
semenjak saat itu timbul isu bahwa Derry keluar dari The Bee bukan karena dipecat dari keanggotaan The Bee, melainkan dipilihnya Andry sebagai Lead guitar oleh Ifal.
Isu tersebut membuat Thebeelovers geram karena keputusan sang frontman, Ifal yang dianggap pilihan yang keliru.
Padahal secara tegas via wawancara eksklusif dengan Radio Roshinta FM, Ifal mengungkapkan bahwa Derry keluar bukan karena dipecat.
Ifal bilang, "Derry sudah habis masa kontraknya sebagai personil dengan kami, jadi untuk kali ini dia jarang dipanggil dan hal semacam itu adalah suatu kesepakatan yang disetujui bersama".
Bahkan Media massa setempat memberitakan Derry dituding membelot dengan memilih bergabung bersama Inside Band, grup bandnya Twin.
Hal ini dibuktikan dengan munculnya Derry dalam acara festival band tingkat regional yang disponsori oleh Djarum Super. Namun, Ifal tak berkomentar apapun soal hal sepele tersebut' ia menganggap
bahwa media massa terlalu membesar-besarkan hal kecil tersebut.

Sebagian fans dengan kritis mengatakan bahwa Derry terlalu matrialistis dan individualistis karena sangking sibuknya mengurus diri sendiri sampai-sampai ia tak sempat mengurus nasib grup bandnya yang terpuruk karena masalah reformasi keanggotaan.
Maka dari itu, The Bee secara langsung menunjuk Andry sebagai guitarist dan Dita sebagai vocalist. Pada bulan Maret 2011, The Bee secara resmi mengumumkan susunan formasi keduanya pasca hengkangnya Derry, Ayu dan Ian.
Pada pertengahan 2011 The Bee meluncurkan mini album bertitle "secangkir jazzy" dengan hits single Tekat, Gejolak Ego, Tanpa Bayangmu dan e-KTP.

(2011-2012, The Bee jilid II)

Dita/Vocal
Andry/Guitar
Diva/Bass
Ifal/Drum

Status keanggotaan Andry rupanya tak berlangsung lama, sehingga Andry pun mulai tidak betah lantaran keseringan memainkan lagu-lagu bergenre Jazz.
Hingga suatu hari ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari The Bee dan memilih beralih profesi sebagai mahasiswa lantaran tuntutan orang tua yang sangat menekan nuraninya.
The Bee seperti dilanda angin ribut, keanggotaan Andry dalam kubu band asal kendalserut ini mulai tak diperhitungkan lagi oleh pihak manajemen.
Maka dengan ini Ifal terpaksa menjadi guitarist pengganti, kemudian dia segera merekrut drummer baru untuk mengisi posisi yang baru saja ditinggalkannya.
Dia adalah Huda, teman seperguruan Ifal yang baru lulus dari Purwacaraka Music Studio, lantas ia ditunjuk sebagai drummer baru yang tentu ia pilih secara acak dari sekian banyaknya drummer pilihan.
Terhitung sejak sekarang, Huda menjadi personil resmi setelah ia menandatangani kontrak dan siap sedia menjalani pekerjaan rumah di kubu The Bee.

(2012-sekarang, The Bee jilid III)

Dita/Vocal
Ifal/Guitar
Huda/Drum
Diva/Bass

Setelah itu The Bee kembali melanjutkan misinya dalam menggelembungkan popularitas, walaupun dengan keadaan yang teramat menyedihkan.
Sebagai sekelompok seniman muda' mereka harus hidup lewat penghasilan dari bermusik. Jarang-jarang ada orang yang mau menyewa mereka untuk tampil dalam konser,
bahkan mereka harus bekerja sampingan demi meraup penghasilan yang menjanjikan. Ada yang berdagang, ada yang menjadi pegawai dan ada pula yang masih duduk dibangku kuliah.
Walau selera musik masyarakat saat ini masih berkiblat di musik lokal sekelas Tarling atau Campursari' namun mereka masih yakin bahwa The Bee masih laku sebagai grup band kelas wahid.


(Tamat)








6/19/2013

The Bee : Dari Benih Menjadi Buah ( PART 1 )

Foto : Penampilan The Bee di Gor Wisanggeni, Tegal pada tahun 2011


The Bee diperkirakan terbentuk pada bulan September 2004 silam, pembentukan tersebut bermula ketika sekawanan anak remaja yang bersekolah ditempat yang sama, berkumpul diruang kesenian untuk melakukan kegiatan ekskul seni musik bersama guru mereka.
Sekawanan remaja itu adalah Hendri, Sophian, Twin dan Nanang. Mereka bersepakat untuk mendirikan band yang dipersiapkan untuk acara Prom Nite/Perpisahan Kelas IX 2004-2005,
Lantas, band yang mereka bentuk itu diberi nama Casper ' nama Casper adalah nama tokoh kartun favorit mereka ketika masih kecil dan akhirnya nama itupun dipakai setelah sebelumnya mereka kebingungan mencari nama untuk band tersebut.
Saat itu Casper mulai rajin latihan sehingga mereka berhasil memikat penonton dengan aksi diatas panggung yang agak sedikit kaku alias kocak.
Karena mereka sering sekali menyanyikan lagu barat yang agak ngak-ngik-ngok kata orang tua zaman sekarang, contohnya lagunya Muse yang berjudul Histeria'
Nanang selaku pemain bass agak sedikit kesulitan dan khawatir dengan hasil latihan rutinnya yang takut gagal karena ia punya penyakit grogi/demam panggung.

Cerita berlanjut ke tahun 2005, dimana sang drummer, Twin harus berganti posisi menjadi Keyboardist karena tuntutan Hendri yang kurang puas
dengan suara gebukan drumnya Twin yang dianggap terlalu lemah. Lalu, Hendri selaku Guitarist/Vocalist merekrut tetangganya sendiri, yakni Ifal untuk menggantikan posisi Twin
yang beralih ke posisi Keyboardist. Inilah tahun perdana Ifal menjadi member resmi Casper sejak Mei 2005,  padahal waktu itu Ifal masih kelas 5 SD dan usianya
masih 11 tahun/belum baligh. Semenjak Ifal masuk ke band ini, Hendri dkk. sering mengikuti banyak Festival dengan meraih predikat juara 1, 2 dan 3 dalam sekian banyaknya
festival band pelajar se_kabupaten & kota tegal pada tahun 2005.

Di tahun 2006, dengan terpaksa Hendri harus mengganti nama grup bandnya' sebab ada grup band lain yang namanya mirip dengan nama grup band mereka.
Akhirnya dengan ini Hendri mengubah nama grup bandnya menjadi Satria. Sejak saat itu mereka menggunakan nama tersebut hingga
awal 2007. Kemudian ditahun 2007, lagi-lagi ada yang menyamai nama bandnya, apa boleh buat dia dan kawan-kawannya harus mengganti nama yang harusnya
tidak bisa ditiru oleh band lain. Lalu, Ifal selaku Drummer memutuskan untuk menggunakan nama desanya sebagai nama baru band tersebut'
lalu muncullah istilah Kenser yang merupakan singkatan dari nama desa yang mereka tinggali, yakni Kendalserut.
Dan nama Satria dirubah menjadi Kenser ' tapi dengan singkatan yang terlalu kampungan itu mereka kurang pede. Lalu, singkatan dari kenser itu di inggriskan menjadi Cancer,
Cancer sendiri adalah nama dari rasi bintang yang ada diantara sekian banyaknya rasi bintang dalam mitologi yunani kuno.
Lantas sejak saat itu nama Cancer dengan resmi menjadi nama baru band tersebut. Dan di tahun yang sama mereka juga merekrut 2 personil baru,
yakni Kawel Slash yang berposisikan Rhytem Guitar & Joddy Knox sebagai Bass Guitar.

aka sesuai dengan urutan tahun, inilah formasi The Bee pada masa-masa awal :

(2004-2005, Casper)

Hendri sebagai Guitarist/Vocalist
Sophian sebagai Vocalist
Twin sebagai Drummer
Nanang sebagai Bassist

(2005-2007, Casper, Satria & Cancer)

Hendri sebagai Guitarist/Vocalist
Sophian sebagai Vocalist
Twin sebagai Keyboardist/Vocalist
Ifal sebagai Drummer
Nanang sebagai Bassist

(2007-2008, Cancer)

Hendri sebagai Vocalist/Lead Guitarist
Sophian sebagai Lead Vocalist
Nanang Fakhuroji sebagai Additional Player (Bassist)
Ifal Amala Shofa Sebagai Drummer/Backing Vocal
Twin Adiningtyas sebagai Keyboard/Vocalist
Joddy Knox sebagai Bassist
Kawel Slash sebagai Rhytem Guitarist

(Bersambung)